Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    Dua Hari Penyisiran di Sungai Mahakam, Santri Ponpes Darul Ihsan Ditemukan Meninggal Dunia

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    07 November 2026 pukul 12:42 WITA

    Petugas SAR gabungan mengevakuasi dua anak yang tenggelam di Sungai Mahakam (Foto: Relawan Simpul Empati Insani)

    Samarinda - Pencarian dua anak yang tenggelam di Sungai Mahakam akhirnya berakhir pada Sabtu (7/11/2026) dini hari. Setelah dua hari dilakukan penyisiran, kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

    Petugas gabungan menemukan korban sekitar pukul 02.30 WITA di kawasan Teluk Lerong, Jalan RE Martadinata 2, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Lokasi tersebut tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

    Kedua korban diketahui bernama Sahal Amri (14) dan Rafa Azzam (14). Keduanya merupakan santri Pondok Pesantren Darul Ihsan Teluk Lerong dan tinggal di asrama.

    Peristiwa ini bermula pada Kamis (5/11/2026) sore. Kedua korban dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam dan tidak kembali ke asrama. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Tim SAR gabungan untuk dilakukan pencarian.

    Sejak hari pertama pencarian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, serta warga sekitar melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai. Pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan penyisiran darat di tepian sungai.

    Pencarian sempat terkendala kondisi arus sungai dan minimnya pencahayaan pada malam hari. Meski demikian, tim tetap melanjutkan penyisiran secara bergantian.

    Pada Jumat (6/11/2026) malam, keluarga korban, guru pesantren, rekan sesama santri dan relawan sempat melaksanakan salat gaib bersama di Posko Pencarian. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk doa agar kedua korban segera ditemukan.

    Doa tersebut akhirnya terjawab pada Sabtu dini hari. Petugas yang melakukan penyisiran menemukan kedua korban dan langsung melakukan evakuasi ke posko.

    Setelah dievakuasi, kedua jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Suasana haru menyelimuti posko saat jenazah tiba dan disambut keluarga.

    Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian dinyatakan selesai dan ditutup. Tim SAR gabungan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu selama proses pencarian, mulai dari relawan hingga masyarakat sekitar.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Dua Hari Penyisiran di Sungai Mahakam, Santri Ponpes Darul Ihsan Ditemukan Meninggal Dunia

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    07 November 2026 pukul 12:42 WITA

    Petugas SAR gabungan mengevakuasi dua anak yang tenggelam di Sungai Mahakam (Foto: Relawan Simpul Empati Insani)

    Samarinda - Pencarian dua anak yang tenggelam di Sungai Mahakam akhirnya berakhir pada Sabtu (7/11/2026) dini hari. Setelah dua hari dilakukan penyisiran, kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

    Petugas gabungan menemukan korban sekitar pukul 02.30 WITA di kawasan Teluk Lerong, Jalan RE Martadinata 2, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Lokasi tersebut tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

    Kedua korban diketahui bernama Sahal Amri (14) dan Rafa Azzam (14). Keduanya merupakan santri Pondok Pesantren Darul Ihsan Teluk Lerong dan tinggal di asrama.

    Peristiwa ini bermula pada Kamis (5/11/2026) sore. Kedua korban dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam dan tidak kembali ke asrama. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Tim SAR gabungan untuk dilakukan pencarian.

    Sejak hari pertama pencarian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, serta warga sekitar melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai. Pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan penyisiran darat di tepian sungai.

    Pencarian sempat terkendala kondisi arus sungai dan minimnya pencahayaan pada malam hari. Meski demikian, tim tetap melanjutkan penyisiran secara bergantian.

    Pada Jumat (6/11/2026) malam, keluarga korban, guru pesantren, rekan sesama santri dan relawan sempat melaksanakan salat gaib bersama di Posko Pencarian. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk doa agar kedua korban segera ditemukan.

    Doa tersebut akhirnya terjawab pada Sabtu dini hari. Petugas yang melakukan penyisiran menemukan kedua korban dan langsung melakukan evakuasi ke posko.

    Setelah dievakuasi, kedua jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Suasana haru menyelimuti posko saat jenazah tiba dan disambut keluarga.

    Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian dinyatakan selesai dan ditutup. Tim SAR gabungan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu selama proses pencarian, mulai dari relawan hingga masyarakat sekitar.

    (Sf/Lo)