Dua Hal Ini jadi Kunci Penanganan Banjir di Samarinda

    Seputarfakta.com – Tria -

    Seputar Kaltim

    14 Juli 2024 06:14 WIB

    Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso saat diwawancara di GOR Kadrie Oening, Sabtu (13/7/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso menyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sedang melakukan berbagai upaya serius untuk mengatasi permasalahan banjir yang sering melanda Kota Tepian, sebutan Samarinda. 

    Salah satu langkah penting yang diambil adalah penataan Sungai Karang Mumus (SKM) sebagai sub-sistem penting dalam daerah aliran sungai.

    "Penataan SKM ini ditempatkan sebagai sebuah upaya keras dari pemkot bukan saja menata kota, tapi juga mengatasi persoalan banjir. Sebab, SKM ini sebagai sebuah sub-sistem daerah aliran sungai sangat menentukan," ujar Rusmadi, Sabtu (13/7/20024).

    Ia menegaskan, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan upaya pemerintah semata, tetapi juga memerlukan dukungan dan kerja sama dari semua pihak, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai. 

    "Persoalan banjir ini bukan soal jangka pendek, tapi persoalan jangka panjang. Untuk mengatasi banjir di Samarinda, kuncinya pertama adalah SKM perlu dinormalisasi, kemudian bendungan Benanga juga rutin perlu dinormalisasi, selain penataan drainase," jelasnya.

    Normalisasi SKM dilakukan dengan pengerukan dan pembersihan sungai dari endapan lumpur dan sampah yang dapat menghambat aliran air. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai, sehingga mampu menampung debit air yang lebih besar, terutama saat musim hujan. 

    Selain itu, penataan drainase kota juga menjadi fokus Pemkot dalam mengatasi banjir. Sistem drainase yang baik akan membantu mengalirkan air hujan dengan cepat dan efisien, sehingga mengurangi genangan air yang dapat menyebabkan banjir.

    Apalagi belakangan ini curah hujan di Samarinda cukup tinggi. Bahkan di beberapa titik terendam banjir dan lahan pertanian juga ikut terendam hingga tak bisa melakukan tanam padi. 

    Saat ini pemkot tengah gencar melakukan normalisasi sungai dengan membersihkan bantaran SKM dari bangunan.

    Beberapa titik yang sedang dilakukan pembongkaran bangunan di bantaran SKM di antaranya di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Sungai Pinang Luar dan di Jalan S Parman serta Gelatik, Kelurahan Temindung Permai, Samarinda. 

    "Dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat sangat diperlukan untuk keberhasilan program-program ini. Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan kita," pungkas Rusmadi.

    (Sf/By)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Dua Hal Ini jadi Kunci Penanganan Banjir di Samarinda

    Seputarfakta.com – Tria -

    Seputar Kaltim

    14 Juli 2024 06:14 WIB

    Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso saat diwawancara di GOR Kadrie Oening, Sabtu (13/7/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso menyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sedang melakukan berbagai upaya serius untuk mengatasi permasalahan banjir yang sering melanda Kota Tepian, sebutan Samarinda. 

    Salah satu langkah penting yang diambil adalah penataan Sungai Karang Mumus (SKM) sebagai sub-sistem penting dalam daerah aliran sungai.

    "Penataan SKM ini ditempatkan sebagai sebuah upaya keras dari pemkot bukan saja menata kota, tapi juga mengatasi persoalan banjir. Sebab, SKM ini sebagai sebuah sub-sistem daerah aliran sungai sangat menentukan," ujar Rusmadi, Sabtu (13/7/20024).

    Ia menegaskan, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan upaya pemerintah semata, tetapi juga memerlukan dukungan dan kerja sama dari semua pihak, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai. 

    "Persoalan banjir ini bukan soal jangka pendek, tapi persoalan jangka panjang. Untuk mengatasi banjir di Samarinda, kuncinya pertama adalah SKM perlu dinormalisasi, kemudian bendungan Benanga juga rutin perlu dinormalisasi, selain penataan drainase," jelasnya.

    Normalisasi SKM dilakukan dengan pengerukan dan pembersihan sungai dari endapan lumpur dan sampah yang dapat menghambat aliran air. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran sungai, sehingga mampu menampung debit air yang lebih besar, terutama saat musim hujan. 

    Selain itu, penataan drainase kota juga menjadi fokus Pemkot dalam mengatasi banjir. Sistem drainase yang baik akan membantu mengalirkan air hujan dengan cepat dan efisien, sehingga mengurangi genangan air yang dapat menyebabkan banjir.

    Apalagi belakangan ini curah hujan di Samarinda cukup tinggi. Bahkan di beberapa titik terendam banjir dan lahan pertanian juga ikut terendam hingga tak bisa melakukan tanam padi. 

    Saat ini pemkot tengah gencar melakukan normalisasi sungai dengan membersihkan bantaran SKM dari bangunan.

    Beberapa titik yang sedang dilakukan pembongkaran bangunan di bantaran SKM di antaranya di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Sungai Pinang Luar dan di Jalan S Parman serta Gelatik, Kelurahan Temindung Permai, Samarinda. 

    "Dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat sangat diperlukan untuk keberhasilan program-program ini. Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan kita," pungkas Rusmadi.

    (Sf/By)