Seputar Kaltim

    Dua Bocah Hilang di Loa Janan Ditemukan Meninggal Dunia

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    01 September 2026 pukul 17:44 WITA

    Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi jasad korban (Dok: Disdamkar Matan Kukar)

    Tenggarong - Dua bocah berinisial DA dan AI berusia tujuh tahun yang dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Loa Haur, Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (1/9/2026).

    Jasad kedua korban ditemukan secara terpisah oleh Tim SAR Gabungan, AI yang merupakan korban pertama ditemukan mengambang sekitar 50 meter ke arah hulu dari titik awal dilaporkan tenggelam pada pukul 11.40 WITA.

    Sementara korban kedua yakni DA ditemukan mengambang sekitar 50 meter ke arah hilir dari titik awal kejadian pada pukul 14.00 WITA.

    “Kedua korban sudah ditemukan. Untuk korban pertama ditemukan itu menuju ke hulu, sekitar 50 meter dari titik Tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban kedua sekitar 50 meter dari titik TKP ke hilir, jadi terpisah,” ujar Kepala Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani.

    Ia menjelaskan sebelum dilaporkan hilang tenggelam, kedua korban terekam CCTV tengah asyik bermain sekaligus mandi di Sungai Loa Haur saat kondisi air tengah surut, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 13.30 WITA.

    Namun 15 menit kemudian, kedua bocah tersebut sudah tidak terlihat dalam pantauan CCTV. Bahkan jejak keduanya, baik secara visual maupun suara juga tidak terdeteksi.

    “Kalau menurut saksi di CCTV, korban bermain sambil mandi. Kondisi air memang sedang turun, tapi arusnya deras. Kalau air turun, arusnya sangat terasa. Itulah mungkin penyebabnya,” jelasnya.

    Ia menduga korban pertama, Aidil terlebih dahulu tenggelam. Sementara korban kedua diduga berusaha menolong Aidil hingga akhirnya ikut terseret dan tenggelam.

    “Korban pertama, Aidil namanya, itu yang duluan menjadi korban. Kemungkinan besar korban kedua menyusul karena ingin membantu Aidil karena melihat temannya jatuh, akhirnya dia ikut berupaya menolong,” ungkapnya.

    Dalam proses pencarian, Tim SAR Gabungan melibatkan sejumlah unsur, mulai dari TNI, Polri, Disdamkar Matan, Basarnas serta para relawan.

    Setelah ditemukan, kini kedua jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman. 

    Korban pertama diketahui telah dimakamkan, sedangkan korban kedua kini sedang menjalani proses pemandian sebelum dimakamkan.

    Fida mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama ketika bermain di lokasi yang memiliki risiko bahaya seperti sungai.

    “Insiden ini mungkin dipengaruhi kurangnya pengawasan orang tua atau orang dewasa. Anak jangan sampai dilepaskan begitu saja kalau bermain di tempat yang berbahaya, terutama di air,” tandasnya. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Dua Bocah Hilang di Loa Janan Ditemukan Meninggal Dunia

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    01 September 2026 pukul 17:44 WITA

    Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi jasad korban (Dok: Disdamkar Matan Kukar)

    Tenggarong - Dua bocah berinisial DA dan AI berusia tujuh tahun yang dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Loa Haur, Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (1/9/2026).

    Jasad kedua korban ditemukan secara terpisah oleh Tim SAR Gabungan, AI yang merupakan korban pertama ditemukan mengambang sekitar 50 meter ke arah hulu dari titik awal dilaporkan tenggelam pada pukul 11.40 WITA.

    Sementara korban kedua yakni DA ditemukan mengambang sekitar 50 meter ke arah hilir dari titik awal kejadian pada pukul 14.00 WITA.

    “Kedua korban sudah ditemukan. Untuk korban pertama ditemukan itu menuju ke hulu, sekitar 50 meter dari titik Tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban kedua sekitar 50 meter dari titik TKP ke hilir, jadi terpisah,” ujar Kepala Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani.

    Ia menjelaskan sebelum dilaporkan hilang tenggelam, kedua korban terekam CCTV tengah asyik bermain sekaligus mandi di Sungai Loa Haur saat kondisi air tengah surut, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 13.30 WITA.

    Namun 15 menit kemudian, kedua bocah tersebut sudah tidak terlihat dalam pantauan CCTV. Bahkan jejak keduanya, baik secara visual maupun suara juga tidak terdeteksi.

    “Kalau menurut saksi di CCTV, korban bermain sambil mandi. Kondisi air memang sedang turun, tapi arusnya deras. Kalau air turun, arusnya sangat terasa. Itulah mungkin penyebabnya,” jelasnya.

    Ia menduga korban pertama, Aidil terlebih dahulu tenggelam. Sementara korban kedua diduga berusaha menolong Aidil hingga akhirnya ikut terseret dan tenggelam.

    “Korban pertama, Aidil namanya, itu yang duluan menjadi korban. Kemungkinan besar korban kedua menyusul karena ingin membantu Aidil karena melihat temannya jatuh, akhirnya dia ikut berupaya menolong,” ungkapnya.

    Dalam proses pencarian, Tim SAR Gabungan melibatkan sejumlah unsur, mulai dari TNI, Polri, Disdamkar Matan, Basarnas serta para relawan.

    Setelah ditemukan, kini kedua jenazah telah diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman. 

    Korban pertama diketahui telah dimakamkan, sedangkan korban kedua kini sedang menjalani proses pemandian sebelum dimakamkan.

    Fida mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama ketika bermain di lokasi yang memiliki risiko bahaya seperti sungai.

    “Insiden ini mungkin dipengaruhi kurangnya pengawasan orang tua atau orang dewasa. Anak jangan sampai dilepaskan begitu saja kalau bermain di tempat yang berbahaya, terutama di air,” tandasnya. 

    (Sf/Lo)