Seputar Kaltim

    DTPHP Berau Turunkan Tim Terpadu Cegah PMK Jelang Iduladha 2026

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    16 Mei 2026 pukul 19:26 WITA

    Kepala DTPHP Berau, Lita Handini. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau memperketat langkah pencegahan terhadap penyakit hewan kurban, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan menurunkan tim terpadu di sejumlah titik pengawasan.

    Kepala DTPHP Berau, Lita Handini mengatakan langkah ini merupakan upaya antisipasi agar tidak terjadi penyebaran penyakit menjelang hari raya. Ia pun menyampaikan pengawasan dilakukan sejak dari daerah asal ternak hingga ke lokasi penampungan.

    "Setiap ternak yang masuk sudah diperiksa dari daerah pengiriman. Saat tiba di Berau, kami lakukan pemeriksaan ulang di lokasi penumpukan ternak," ujar Lita.

    Tim terpadu tersebut terdiri dari dokter hewan, unsur kepolisian, serta petugas karantina hewan yang bertugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap hewan yang masuk ke wilayah Berau.

    Ia menjelaskan, selain pemeriksaan fisik, petugas juga melakukan pengecekan lanjutan terhadap hewan yang menunjukkan gejala tertentu. Sampel air liur dan darah diambil untuk diuji secara cepat guna memastikan kondisi kesehatan ternak.

    "Kalau ada indikasi penyakit, langsung kami tindak. Tapi sampai sekarang belum ada kasus PMK maupun penyakit hewan kurban lainnya," tambahnya.

    Selain itu, pengawasan ketat ini juga dilakukan bersamaan dengan pemantauan stok hewan kurban yang diperkirakan masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga hari pemotongan. Berdasarkan data DTPHP Berau mencatat stok sapi dan kambing mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

    "Peningkatan tersebut diperkirakan berada pada kisaran 10 hingga 20 persen berdasarkan pendataan terhadap para pengepul ternak di wilayah Berau," tuturnya. 

    Ia mengatakan ketersediaan hewan kurban tahun ini relatif stabil dan tidak menunjukkan adanya kendala berarti dalam distribusi maupun suplai. "Insyaallah stok cukup dan tidak ada kendala," ujarnya.

    Lita pun berharap dengan adanya tim terpadu ini, distribusi hewan kurban tetap aman, sehat dan terkendali hingga pelaksanaan Iduladha 2026. Apabila terjadi kelebihan stok seperti tahun sebelumnya, harga ternak berpotensi mengalami penyesuaian atau penurunan. Namun kondisi saat ini dinilai masih dalam batas aman dan terkendali.

    "Jadi masyarakat juga diharapkan tidak khawatir terhadap ketersediaan hewan kurban menjelang pelaksanaan Iduladha 2026," tandasnya. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    DTPHP Berau Turunkan Tim Terpadu Cegah PMK Jelang Iduladha 2026

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    16 Mei 2026 pukul 19:26 WITA

    Kepala DTPHP Berau, Lita Handini. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau memperketat langkah pencegahan terhadap penyakit hewan kurban, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan menurunkan tim terpadu di sejumlah titik pengawasan.

    Kepala DTPHP Berau, Lita Handini mengatakan langkah ini merupakan upaya antisipasi agar tidak terjadi penyebaran penyakit menjelang hari raya. Ia pun menyampaikan pengawasan dilakukan sejak dari daerah asal ternak hingga ke lokasi penampungan.

    "Setiap ternak yang masuk sudah diperiksa dari daerah pengiriman. Saat tiba di Berau, kami lakukan pemeriksaan ulang di lokasi penumpukan ternak," ujar Lita.

    Tim terpadu tersebut terdiri dari dokter hewan, unsur kepolisian, serta petugas karantina hewan yang bertugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap hewan yang masuk ke wilayah Berau.

    Ia menjelaskan, selain pemeriksaan fisik, petugas juga melakukan pengecekan lanjutan terhadap hewan yang menunjukkan gejala tertentu. Sampel air liur dan darah diambil untuk diuji secara cepat guna memastikan kondisi kesehatan ternak.

    "Kalau ada indikasi penyakit, langsung kami tindak. Tapi sampai sekarang belum ada kasus PMK maupun penyakit hewan kurban lainnya," tambahnya.

    Selain itu, pengawasan ketat ini juga dilakukan bersamaan dengan pemantauan stok hewan kurban yang diperkirakan masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga hari pemotongan. Berdasarkan data DTPHP Berau mencatat stok sapi dan kambing mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

    "Peningkatan tersebut diperkirakan berada pada kisaran 10 hingga 20 persen berdasarkan pendataan terhadap para pengepul ternak di wilayah Berau," tuturnya. 

    Ia mengatakan ketersediaan hewan kurban tahun ini relatif stabil dan tidak menunjukkan adanya kendala berarti dalam distribusi maupun suplai. "Insyaallah stok cukup dan tidak ada kendala," ujarnya.

    Lita pun berharap dengan adanya tim terpadu ini, distribusi hewan kurban tetap aman, sehat dan terkendali hingga pelaksanaan Iduladha 2026. Apabila terjadi kelebihan stok seperti tahun sebelumnya, harga ternak berpotensi mengalami penyesuaian atau penurunan. Namun kondisi saat ini dinilai masih dalam batas aman dan terkendali.

    "Jadi masyarakat juga diharapkan tidak khawatir terhadap ketersediaan hewan kurban menjelang pelaksanaan Iduladha 2026," tandasnya. 

    (Sf/Lo)