Seputar Kaltim

    DTPHP Berau Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban Jelang Iduladha

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    22 Mei 2025 pukul 11:56 WITA

    Kepala DTPHP Berau, Junaidi saat melakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban. (Foto: Dok DTPHP Berau)

    Tanjung Redeb - Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau mulai meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban.

    Kepala DTPHP Berau, Junaidi, menyampaikan bahwa pengawasan tersebut difokuskan pada titik-titik distribusi dan lokasi penampungan hewan kurban, khususnya yang didatangkan dari luar daerah. Oleh karena itu, tim dokter hewan dan petugas teknis juga telah diterjunkan untuk memastikan setiap hewan dalam kondisi sehat dan layak dipotong.

    "Kami ingin memastikan bahwa hewan kurban yang masuk dan disembelih di Kabupaten Berau bebas dari penyakit menular, demi kenyamanan dan keamanan masyarakat," ujar Junaidi.

    Selain itu, tujuan dilakukan pengawasan ini untuk antisipasi terhadap potensi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak. Sehingga, pihaknya secara rutin melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban, terutama sapi dan kambing, yang masuk ke wilayah Berau.

    "Hewan yang dinyatakan sehat akan dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), sebagai bukti legalitas dan jaminan kualitas hewan kurban," tuturnya.

    Menurutnya, hal ini penting sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen sekaligus pencegahan penyebaran penyakit hewan menular.

    "Kami berharap kerja sama dari para pedagang agar tertib dalam administrasi dan menjaga kualitas hewan yang dijual," ujarnya.

    Berdasarkan DTPHP Berau dalam tiga tahun terakhir pemasukan hewan kurban mengalami peningkatan. pihaknya pun mencatat data pemasukan hewan kurban yakni pada 2023, sapi sebanyak 1.489 ekor, kambing sebanyak 558 ekor. Sementara, 2024, sapi sebanyak 1.655 ekor, kambing sebanyak 803 ekor. 

    "Kemudian 2025 data sementara hingga pertengahan Mei yaitu sapi sebanyak 1.086 ekor, Kambing sebanyak 275 ekor," katanya.

    Dirinya pun mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan karena jumlah tersebut masih dapat bertambah menjelang hari H pelaksanaan Iduladha.

    "Kami siap mendukung pelaksanaan Iduladha yang aman, sehat, dan sesuai syariat islam di Kabupaten Berau," ujarnya.

    Oleh karena itu, Junaidi menegaskan bahwa pihaknya juga terus berupaya serta memberi edukasi kepada pedagang dan masyarakat agar lebih paham dan sadar akan pentingnya memilih hewan kurban yang sehat dan aman.

    "Saya juga mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam membeli hewan kurban. Dan masyarakat bisa beli hewan kurban dari pedagang resmi yang telah mendapat pemeriksaan kesehatan dari petugas sehingga lebih aman," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DTPHP Berau Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban Jelang Iduladha

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    22 Mei 2025 pukul 11:56 WITA

    Kepala DTPHP Berau, Junaidi saat melakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban. (Foto: Dok DTPHP Berau)

    Tanjung Redeb - Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau mulai meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban.

    Kepala DTPHP Berau, Junaidi, menyampaikan bahwa pengawasan tersebut difokuskan pada titik-titik distribusi dan lokasi penampungan hewan kurban, khususnya yang didatangkan dari luar daerah. Oleh karena itu, tim dokter hewan dan petugas teknis juga telah diterjunkan untuk memastikan setiap hewan dalam kondisi sehat dan layak dipotong.

    "Kami ingin memastikan bahwa hewan kurban yang masuk dan disembelih di Kabupaten Berau bebas dari penyakit menular, demi kenyamanan dan keamanan masyarakat," ujar Junaidi.

    Selain itu, tujuan dilakukan pengawasan ini untuk antisipasi terhadap potensi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak. Sehingga, pihaknya secara rutin melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban, terutama sapi dan kambing, yang masuk ke wilayah Berau.

    "Hewan yang dinyatakan sehat akan dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), sebagai bukti legalitas dan jaminan kualitas hewan kurban," tuturnya.

    Menurutnya, hal ini penting sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen sekaligus pencegahan penyebaran penyakit hewan menular.

    "Kami berharap kerja sama dari para pedagang agar tertib dalam administrasi dan menjaga kualitas hewan yang dijual," ujarnya.

    Berdasarkan DTPHP Berau dalam tiga tahun terakhir pemasukan hewan kurban mengalami peningkatan. pihaknya pun mencatat data pemasukan hewan kurban yakni pada 2023, sapi sebanyak 1.489 ekor, kambing sebanyak 558 ekor. Sementara, 2024, sapi sebanyak 1.655 ekor, kambing sebanyak 803 ekor. 

    "Kemudian 2025 data sementara hingga pertengahan Mei yaitu sapi sebanyak 1.086 ekor, Kambing sebanyak 275 ekor," katanya.

    Dirinya pun mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan karena jumlah tersebut masih dapat bertambah menjelang hari H pelaksanaan Iduladha.

    "Kami siap mendukung pelaksanaan Iduladha yang aman, sehat, dan sesuai syariat islam di Kabupaten Berau," ujarnya.

    Oleh karena itu, Junaidi menegaskan bahwa pihaknya juga terus berupaya serta memberi edukasi kepada pedagang dan masyarakat agar lebih paham dan sadar akan pentingnya memilih hewan kurban yang sehat dan aman.

    "Saya juga mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam membeli hewan kurban. Dan masyarakat bisa beli hewan kurban dari pedagang resmi yang telah mendapat pemeriksaan kesehatan dari petugas sehingga lebih aman," tandasnya.

    (Sf/Rs)