Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua DPC PKB Paser, dr Fahmi Fadli. (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Tanah Grogot - dr Fahmi Fadli dipastikan akan kembali maju di Pilkada Paser pada November 2024 mendatang.
Meski suasana politik masih terbilang dinamis karena belum ada satu pun partai politik (Parpol) yang diketahui mengeluarkan rekomendasi pasangan calon (paslon), tapi dr Fahmi yang juga sebagai Ketua DPC PKB Paser menyatakan bakal membangun koalisi gemuk.
"Harapannya bisa membawa koalisi besar karena menurut saya, semakin banyak koalisi maka akan sebaik," kata dr Fahmi di Tanah Grogot.
PKB sendiri dipastikan mengusung dr Fahmi di Pilkada nanti dengan 12 kursi di DPRD Paser. Jumlah itu sudah untuk mengusung paslon dengan syarat minimal enam kursi.
Meski begitu, ia bakal tetap membangun koalisi dengan parpol lain dengan tujuan menguatkan kekompakan dan solidaritas bersama memajukan daerah. “Untuk membangun Paser, perlu kesolidan dan kekompakan serta sinergitas yang baik semua pihak,” tuturnya.
Jika PKB membangun koalisi gemuk di Pilkada tahun ini, maka dr Fahmi diproyeksi bakal menjadi calon tunggal yang melawan kotak kosong.
Ia pun menyatakan siap meski nantinya melawan kotak kosong atau figur lain yang mencalonkan diri maju di Pilkada. "Kalau dari kami terserah saja, mau itu kotak kosong ataupun ada rival, kami siap saja. Masing-masing calon juga mungkin masih melakukan komunikasi politik," terangnya.
Mengenai beredarnya foto dirinya dengan Ikhwan Antasari yang diduga mendapat rekomendasi dari DPP PKB, ia belum bisa menjelaskan secara gamblang.
"Soal kembali bersanding (PKB-Golkar) di Pilkada nanti, bisa iya dan tidak. Semua masih dinamis karena sampai saat ini belum ada salah satu calon yang mengumumkan rekomendasi berpasangan dengan siapa di Pilkada mendatang," jelasnya.
Disinggung soal sosok yang akan mendampingi dirinya di Pilkada Paser 2024, dr Fahmi juga enggan berkomentar banyak terkait itu.
"Kami ini DPC, masih ada DPW dan DPP, ada yang lebih diatasnya lagi. Kalau untuk wakil, ini juga instruksi dari pusat dan hasil Pileg 2024 lalu itu mempengaruhi juga politik di daerah," tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua DPC PKB Paser, dr Fahmi Fadli. (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Tanah Grogot - dr Fahmi Fadli dipastikan akan kembali maju di Pilkada Paser pada November 2024 mendatang.
Meski suasana politik masih terbilang dinamis karena belum ada satu pun partai politik (Parpol) yang diketahui mengeluarkan rekomendasi pasangan calon (paslon), tapi dr Fahmi yang juga sebagai Ketua DPC PKB Paser menyatakan bakal membangun koalisi gemuk.
"Harapannya bisa membawa koalisi besar karena menurut saya, semakin banyak koalisi maka akan sebaik," kata dr Fahmi di Tanah Grogot.
PKB sendiri dipastikan mengusung dr Fahmi di Pilkada nanti dengan 12 kursi di DPRD Paser. Jumlah itu sudah untuk mengusung paslon dengan syarat minimal enam kursi.
Meski begitu, ia bakal tetap membangun koalisi dengan parpol lain dengan tujuan menguatkan kekompakan dan solidaritas bersama memajukan daerah. “Untuk membangun Paser, perlu kesolidan dan kekompakan serta sinergitas yang baik semua pihak,” tuturnya.
Jika PKB membangun koalisi gemuk di Pilkada tahun ini, maka dr Fahmi diproyeksi bakal menjadi calon tunggal yang melawan kotak kosong.
Ia pun menyatakan siap meski nantinya melawan kotak kosong atau figur lain yang mencalonkan diri maju di Pilkada. "Kalau dari kami terserah saja, mau itu kotak kosong ataupun ada rival, kami siap saja. Masing-masing calon juga mungkin masih melakukan komunikasi politik," terangnya.
Mengenai beredarnya foto dirinya dengan Ikhwan Antasari yang diduga mendapat rekomendasi dari DPP PKB, ia belum bisa menjelaskan secara gamblang.
"Soal kembali bersanding (PKB-Golkar) di Pilkada nanti, bisa iya dan tidak. Semua masih dinamis karena sampai saat ini belum ada salah satu calon yang mengumumkan rekomendasi berpasangan dengan siapa di Pilkada mendatang," jelasnya.
Disinggung soal sosok yang akan mendampingi dirinya di Pilkada Paser 2024, dr Fahmi juga enggan berkomentar banyak terkait itu.
"Kami ini DPC, masih ada DPW dan DPP, ada yang lebih diatasnya lagi. Kalau untuk wakil, ini juga instruksi dari pusat dan hasil Pileg 2024 lalu itu mempengaruhi juga politik di daerah," tandasnya.
(Sf/By)