Seputar Kaltim

    Dr Abduh: Jangan Berlebihan Konsumsi Daging Kurban

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    03 Juli 2023 pukul 12:26 WITA

    Hidangan Makanan Daging dan sayur-sayuran. (Ilustrasi: pexels.com)

    Samarinda - Momentum Iduladha dimanfaatkan sebagian orang untuk makan daging kurban hingga berlebihan dan akan berdampak terhadap kesehatan.

    Humas RS Moeis, Dr Muhammad Abduh Faisal Sumampow memberikan tips kesehatan agar tubuh tetap dalam kondisi fit dan pencernaan lancar.

    Ia mengatakan sebelum mengonsumsi daging, seseorang harus terlebih dahulu mrngetahui potensi dan kondisi diri.

    "Pertama, kita mengetahui potensi tubuh diri. Kalau memang fit, tidak mengganggu kesehatan bisa atau tidak makan karena mempertimbangkan tanda-tanda fisik, seperti berat badan apalagi mempunyai risiko tekanan tinggi. Pokoknya kita harus mengetahui kondisi badan, baru bisa melakukan tindakan-tindakan berikutnya," katanya.

    Kedua, dirinya berpesan untuk mengolah daging harus dalam kondisi yang steril dan juga tingkat kematangan normal.

    "Daging itu baik untuk dicerna karena kandungan proteinnya bagus, cuman perlu perhatikan ketika dikelola dan dimasak, harus betul-betul masak. Jangan sampai ada parasit bakteri atau cacing yang masih hinggap, jadi harus steril sehingga menjadi makanan yang sehat," jelasnya.

    Kemudian untuk mengonsumsi daging perlu perhatikan keberimbangan dari empat sehat lima sempurna, karena hal demikian berpengaruh kepada pencernaan.

    "Jangan konsumsi daging berlebihan, diatur dengan pola konsumsi, diimbangi dengan serat seperti makan buah atau sayur, agar pencernaan lancar. Daging ini kan sebenarnya bisa membuat pencernaan lambat di usus, kalau kita makan buah dan sayur, Insya Allah tidak ada hambatan," terangnya.

    Terakhir, ia menekankan untuk menjaga kesehatan setelah makan daging banyak untuk melakukan olahraga.

    "Jangan lupa untuk olahraga, juga harus banyak minum air putih, dan istirahat yang cukup, dengan demikian tidak terjadi potensi penyakit," tutupnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Dr Abduh: Jangan Berlebihan Konsumsi Daging Kurban

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    03 Juli 2023 pukul 12:26 WITA

    Hidangan Makanan Daging dan sayur-sayuran. (Ilustrasi: pexels.com)

    Samarinda - Momentum Iduladha dimanfaatkan sebagian orang untuk makan daging kurban hingga berlebihan dan akan berdampak terhadap kesehatan.

    Humas RS Moeis, Dr Muhammad Abduh Faisal Sumampow memberikan tips kesehatan agar tubuh tetap dalam kondisi fit dan pencernaan lancar.

    Ia mengatakan sebelum mengonsumsi daging, seseorang harus terlebih dahulu mrngetahui potensi dan kondisi diri.

    "Pertama, kita mengetahui potensi tubuh diri. Kalau memang fit, tidak mengganggu kesehatan bisa atau tidak makan karena mempertimbangkan tanda-tanda fisik, seperti berat badan apalagi mempunyai risiko tekanan tinggi. Pokoknya kita harus mengetahui kondisi badan, baru bisa melakukan tindakan-tindakan berikutnya," katanya.

    Kedua, dirinya berpesan untuk mengolah daging harus dalam kondisi yang steril dan juga tingkat kematangan normal.

    "Daging itu baik untuk dicerna karena kandungan proteinnya bagus, cuman perlu perhatikan ketika dikelola dan dimasak, harus betul-betul masak. Jangan sampai ada parasit bakteri atau cacing yang masih hinggap, jadi harus steril sehingga menjadi makanan yang sehat," jelasnya.

    Kemudian untuk mengonsumsi daging perlu perhatikan keberimbangan dari empat sehat lima sempurna, karena hal demikian berpengaruh kepada pencernaan.

    "Jangan konsumsi daging berlebihan, diatur dengan pola konsumsi, diimbangi dengan serat seperti makan buah atau sayur, agar pencernaan lancar. Daging ini kan sebenarnya bisa membuat pencernaan lambat di usus, kalau kita makan buah dan sayur, Insya Allah tidak ada hambatan," terangnya.

    Terakhir, ia menekankan untuk menjaga kesehatan setelah makan daging banyak untuk melakukan olahraga.

    "Jangan lupa untuk olahraga, juga harus banyak minum air putih, dan istirahat yang cukup, dengan demikian tidak terjadi potensi penyakit," tutupnya.

    (Sf/By)