Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    DPUPR PPU Target Pengerukan Lawe-Lawe Rampung 2,5 Bulan dengan Tampungan Maksimal

    Penulis:Cindy Elysa|Redaktur:Rusdianto
    04 November 2026 pukul 13:38 WITA

    Sekretaris Dinas PUPR PPU, Ali Musthofa. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengoptimalkan pengerjaan embung di Lawe-Lawe untuk menambah cadangan air baku.

    Sekretaris DPUPR PPU, Ali Musthofa, mengatakan pengerjaan ini ditargetkan selama 2,5 bulan, dengan estimasi kubikasi mencapai 2,5 juta meter kubik. Luas keseluruhan area sekitar 17 hektare dengan kedalaman rata-rata kurang lebih 4 meter.

    "Kita upayakan dan optimalkan pengerjaannya dengan tetap melihat situasi cuaca. Kita berdoa saja, semoga dalam tiga minggu ke depan kondisi cuaca cukup baik sehingga alat-alat yang ada bisa bekerja secara optimal," ujar Ali Musthofa, Senin (2/11/2026). 

    Ia menyebut, sementara ini dua unit alat berat disupport di lapangan. Ke depan, selama 2,5 bulan pengerjaan, pihaknya akan bekerja bersama KB Bina. Pengairan juga akan dioptimalkan semaksimal mungkin.

    "Kita akan persingkat kalau memang bisa dipersingkat, dengan catatan tetap mengoptimalkan kondisi eksisting yang ada. Sebab, medan di lokasi ini bersama teman-teman Pertamina juga cukup berat karena merupakan kawasan gambut," jelasnya.

    Menurut Ali, pengerjaan di kawasan gambut memerlukan penanganan atau treatment khusus. Pengerjaannya harus berkesinambungan dan tidak bisa dilakukan secara langsung dengan metode tarik-dorong, karena alat berat bisa tenggelam sewaktu-waktu.

    "Jadi, diperlukan penanganan tersendiri untuk pengerjaan di areal gambut ini," katanya.

    Ali merinci, daerah tangkapan air (catchment area) yang digali memiliki luas 17 hektare yang dipinjam-pakaikan oleh Pertamina, dengan kedalaman rata-rata 4 meter. Dari area tersebut, diharapkan dapat menampung sekitar 2,5 juta meter kubik air.

    "Dari area seluas 17 hektare tersebut, diharapkan dapat menampung sekitar 2,5 juta meter kubik air," sebutnya.

    Dengan adanya catchment area tersebut, air ke depan tidak langsung mengalir melalui spillway menuju Sungai Lawe-Lawe. Alirannya masih bisa dikendalikan.

    Ia menambahkan, sebelum melewati spillway, air diharapkan dapat masuk ke fasilitas Water Treatment Plant (WTP) Lawe-Lawe. Koneksinya memanfaatkan kondisi alam yang sudah ada tanpa pipanisasi, melainkan cukup dengan mengalirkan air secara alami.

    "Sebelum melewati spillway, air diharapkan dapat masuk ke fasilitas kita di WTP Lawe-Lawe. Jadi, koneksinya memanfaatkan kondisi alam yang sudah ada. Tidak menggunakan pipanisasi, melainkan cukup dengan mengalirkan air secara alami," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DPUPR PPU Target Pengerukan Lawe-Lawe Rampung 2,5 Bulan dengan Tampungan Maksimal

    Penulis:Cindy Elysa|Redaktur:Rusdianto
    04 November 2026 pukul 13:38 WITA

    Sekretaris Dinas PUPR PPU, Ali Musthofa. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengoptimalkan pengerjaan embung di Lawe-Lawe untuk menambah cadangan air baku.

    Sekretaris DPUPR PPU, Ali Musthofa, mengatakan pengerjaan ini ditargetkan selama 2,5 bulan, dengan estimasi kubikasi mencapai 2,5 juta meter kubik. Luas keseluruhan area sekitar 17 hektare dengan kedalaman rata-rata kurang lebih 4 meter.

    "Kita upayakan dan optimalkan pengerjaannya dengan tetap melihat situasi cuaca. Kita berdoa saja, semoga dalam tiga minggu ke depan kondisi cuaca cukup baik sehingga alat-alat yang ada bisa bekerja secara optimal," ujar Ali Musthofa, Senin (2/11/2026). 

    Ia menyebut, sementara ini dua unit alat berat disupport di lapangan. Ke depan, selama 2,5 bulan pengerjaan, pihaknya akan bekerja bersama KB Bina. Pengairan juga akan dioptimalkan semaksimal mungkin.

    "Kita akan persingkat kalau memang bisa dipersingkat, dengan catatan tetap mengoptimalkan kondisi eksisting yang ada. Sebab, medan di lokasi ini bersama teman-teman Pertamina juga cukup berat karena merupakan kawasan gambut," jelasnya.

    Menurut Ali, pengerjaan di kawasan gambut memerlukan penanganan atau treatment khusus. Pengerjaannya harus berkesinambungan dan tidak bisa dilakukan secara langsung dengan metode tarik-dorong, karena alat berat bisa tenggelam sewaktu-waktu.

    "Jadi, diperlukan penanganan tersendiri untuk pengerjaan di areal gambut ini," katanya.

    Ali merinci, daerah tangkapan air (catchment area) yang digali memiliki luas 17 hektare yang dipinjam-pakaikan oleh Pertamina, dengan kedalaman rata-rata 4 meter. Dari area tersebut, diharapkan dapat menampung sekitar 2,5 juta meter kubik air.

    "Dari area seluas 17 hektare tersebut, diharapkan dapat menampung sekitar 2,5 juta meter kubik air," sebutnya.

    Dengan adanya catchment area tersebut, air ke depan tidak langsung mengalir melalui spillway menuju Sungai Lawe-Lawe. Alirannya masih bisa dikendalikan.

    Ia menambahkan, sebelum melewati spillway, air diharapkan dapat masuk ke fasilitas Water Treatment Plant (WTP) Lawe-Lawe. Koneksinya memanfaatkan kondisi alam yang sudah ada tanpa pipanisasi, melainkan cukup dengan mengalirkan air secara alami.

    "Sebelum melewati spillway, air diharapkan dapat masuk ke fasilitas kita di WTP Lawe-Lawe. Jadi, koneksinya memanfaatkan kondisi alam yang sudah ada. Tidak menggunakan pipanisasi, melainkan cukup dengan mengalirkan air secara alami," pungkasnya.

    (Sf/Rs)