Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Bidang AMPL DPUPR Berau, Decty Toge Manduli. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau memastikan pembangunan infrastruktur air bersih di Kecamatan Kelay mulai direalisasikan tahun ini.
Kecamatan Kelay menjadi salah satu wilayah yang menjadi perhatian pemerintah karena hingga kini masih belum memiliki layanan air bersih yang memadai, padahal kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) DPUPR Berau, Decty Toge Manduli mengatakan anggaran pembangunan jaringan air bersih telah disiapkan. Program tersebut didukung anggaran miliaran rupiah dari dana Bantuan Keuangan (Bankeu).
"Untuk anggaran dari Bankeu sekitar Rp7 atau Rp8 miliar," ujar Decty, Senin (19/5/2026).
Ia menjelaskan, meski anggaran sudah tersedia dan pembangunan ditargetkan dimulai tahun ini, namun saat ini proyek masih berada pada tahap persiapan lelang.
"Untuk realisasinya mulai tahun ini targetnya, tapi saat ini belum lelang. Ini baru mau proses lelang," katanya.
Dirinya menjelaskan untuk tahapan lelang tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pekerjaan fisik dapat dimulai di lapangan.
Berdasarkan pendataan di lapangan, proyek jaringan air bersih tersebut nantinya ditargetkan mampu melayani sekitar 500 KK di wilayah Kecamatan Kelay.
"Untuk Kelay itu ada sekitar 500-an KK. Kalau pembangunannya selesai, insyaallah sudah bisa melayani kebutuhan air bersih masyarakat. Target kami akhir 2027 harus berfungsi," ungkapnya.
Selain itu, ia menyampaikan pemerintah juga menyiapkan program pembenahan sanitasi lingkungan melalui rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kecamatan Kelay.
"Kami juga merencanakan pembangunan TPS3R di Kelay. Saat ini masih dalam tahap pencarian lahan yang bisa dihibahkan," pungkasnya.
Decty pun berharap melalui program ini, masyarakat Kecamatan Kelay dapat segera menikmati akses air bersih yang layak serta peningkatan kualitas lingkungan yang lebih baik.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Bidang AMPL DPUPR Berau, Decty Toge Manduli. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau memastikan pembangunan infrastruktur air bersih di Kecamatan Kelay mulai direalisasikan tahun ini.
Kecamatan Kelay menjadi salah satu wilayah yang menjadi perhatian pemerintah karena hingga kini masih belum memiliki layanan air bersih yang memadai, padahal kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) DPUPR Berau, Decty Toge Manduli mengatakan anggaran pembangunan jaringan air bersih telah disiapkan. Program tersebut didukung anggaran miliaran rupiah dari dana Bantuan Keuangan (Bankeu).
"Untuk anggaran dari Bankeu sekitar Rp7 atau Rp8 miliar," ujar Decty, Senin (19/5/2026).
Ia menjelaskan, meski anggaran sudah tersedia dan pembangunan ditargetkan dimulai tahun ini, namun saat ini proyek masih berada pada tahap persiapan lelang.
"Untuk realisasinya mulai tahun ini targetnya, tapi saat ini belum lelang. Ini baru mau proses lelang," katanya.
Dirinya menjelaskan untuk tahapan lelang tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pekerjaan fisik dapat dimulai di lapangan.
Berdasarkan pendataan di lapangan, proyek jaringan air bersih tersebut nantinya ditargetkan mampu melayani sekitar 500 KK di wilayah Kecamatan Kelay.
"Untuk Kelay itu ada sekitar 500-an KK. Kalau pembangunannya selesai, insyaallah sudah bisa melayani kebutuhan air bersih masyarakat. Target kami akhir 2027 harus berfungsi," ungkapnya.
Selain itu, ia menyampaikan pemerintah juga menyiapkan program pembenahan sanitasi lingkungan melalui rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kecamatan Kelay.
"Kami juga merencanakan pembangunan TPS3R di Kelay. Saat ini masih dalam tahap pencarian lahan yang bisa dihibahkan," pungkasnya.
Decty pun berharap melalui program ini, masyarakat Kecamatan Kelay dapat segera menikmati akses air bersih yang layak serta peningkatan kualitas lingkungan yang lebih baik.
(Sf/Lo)