Cari disini...
Seputar Kaltim
Suasana rapat paripurna ke-9 di ruang sidang utama DPRD Kutim, saat mendengarkan pidato Bupati dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Kutim. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Menjelang HUT ke-26 Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menyoroti pentingnya kemandirian dan daya saing dalam pembangunan Daerah. Hal ini disampaikannya dalam rapat paripurna ke-9 yang digelar di ruang sidang utama DPRD Kutim, Kamis (9/10/2025).
Tema HUT tahun ini adalah “Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.” Menurut Jimmi, tema ini merupakan ajakan sekaligus tekad bersama bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan untuk merespons berbagai tantangan zaman.
“Bagi jajaran birokrasi, tema ini menjadi pendorong untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” ujar Jimmi.
Ia menambahkan, daerah yang tangguh adalah daerah yang mampu menghadapi perubahan dan tantangan, dengan memperkuat berbagai aspek seperti sosial, ekonomi, lingkungan, budaya, fisik, dan tata pemerintahan.
Jimmi menekankan bahwa pembangunan harus dilakukan secara menyeluruh, dengan tujuan menciptakan kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan
Ia juga menjelaskan, makna mandiri mengarah pada pentingnya pemerintah daerah untuk bisa berdiri sendiri, terutama secara ekonomi dan keuangan. Fokus pembangunan perlu diarahkan ke infrastruktur dasar, seperti jalan, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Sementara itu, daya saing daerah harus dibangun melalui tiga hal utama yaitu memperkuat ekonomi rakyat, mengembangkan potensi daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Untuk itu, perlu didukung teknologi, inovasi, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan iklim investasi yang baik. Ia juga menyoroti pentingnya pelayanan publik dan pendidikan sebagai bagian dari peningkatan daya saing.
"Pemerintah daerah perlu terus meningkatkan kualitas pendidikan baik infrastruktur fisik maupun non-fisik," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi dan pemanfaatan teknologi agar Kutim bisa lebih produktif, mandiri, dan siap bersaing ke depannya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Suasana rapat paripurna ke-9 di ruang sidang utama DPRD Kutim, saat mendengarkan pidato Bupati dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Kutim. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Menjelang HUT ke-26 Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menyoroti pentingnya kemandirian dan daya saing dalam pembangunan Daerah. Hal ini disampaikannya dalam rapat paripurna ke-9 yang digelar di ruang sidang utama DPRD Kutim, Kamis (9/10/2025).
Tema HUT tahun ini adalah “Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.” Menurut Jimmi, tema ini merupakan ajakan sekaligus tekad bersama bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan untuk merespons berbagai tantangan zaman.
“Bagi jajaran birokrasi, tema ini menjadi pendorong untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” ujar Jimmi.
Ia menambahkan, daerah yang tangguh adalah daerah yang mampu menghadapi perubahan dan tantangan, dengan memperkuat berbagai aspek seperti sosial, ekonomi, lingkungan, budaya, fisik, dan tata pemerintahan.
Jimmi menekankan bahwa pembangunan harus dilakukan secara menyeluruh, dengan tujuan menciptakan kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan
Ia juga menjelaskan, makna mandiri mengarah pada pentingnya pemerintah daerah untuk bisa berdiri sendiri, terutama secara ekonomi dan keuangan. Fokus pembangunan perlu diarahkan ke infrastruktur dasar, seperti jalan, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Sementara itu, daya saing daerah harus dibangun melalui tiga hal utama yaitu memperkuat ekonomi rakyat, mengembangkan potensi daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Untuk itu, perlu didukung teknologi, inovasi, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan iklim investasi yang baik. Ia juga menyoroti pentingnya pelayanan publik dan pendidikan sebagai bagian dari peningkatan daya saing.
"Pemerintah daerah perlu terus meningkatkan kualitas pendidikan baik infrastruktur fisik maupun non-fisik," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi dan pemanfaatan teknologi agar Kutim bisa lebih produktif, mandiri, dan siap bersaing ke depannya.
(Sf/Rs)