Seputar Kaltim

    DPRD Samarinda Soroti Ancaman Krisis Air di Benanga, Sodetan Trik Dayung Ditarget Rampung Sepekan

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    16 September 2026 pukul 14:49 WITA

    DPRD Kota Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda– Ancaman kekeringan di kawasan Benanga, Samarinda Utara mulai berdampak pada ketersediaan air bersih masyarakat seiring tingginya sedimentasi di Waduk Benanga yang membuat debit air berkurang.

    Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui PUPR bersama Perumda Tirta Kencana menyiapkan alur atau sodetan dari kawasan Trik Dayung menuju Waduk Benanga sebagai upaya menambah suplai air.

    Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan kondisi Waduk Benanga saat ini perlu mendapat perhatian karena sedimentasi yang tinggi membuat kapasitas dan debit air waduk semakin terbatas, terutama di tengah ancaman kekeringan.

    “Di kawasan Benanga, yang itu saat ini kemungkinan akan mengalami kekeringan yang luar biasa. Dalam hal juga supply air bersih juga agak susah,” ujar Deni, Rabu (16/9/2026).

    Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air untuk kawasan sekitar waduk, tetapi juga berpotensi memengaruhi pasokan air bersih bagi masyarakat apabila sumber air terus menyusut.

    Deni menyebut sedimentasi menjadi salah satu persoalan yang membuat debit air di Waduk Benanga berkurang. Karena itu, diperlukan langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan air selama kondisi kemarau.

    “Karena waduk saat ini dalam ambang batas yang kalau kita sampaikan sedimennya tinggi, sehingga berkurang debit airnya,” ungkapnya.

    Sebagai langkah cepat, tim PUPR bersama Perumda Tirta Kencana disebut telah melakukan mitigasi dengan membuat alur air dari Trik Dayung menuju Waduk Benanga.

    Jalur tersebut diharapkan dapat membantu menambah suplai air ke waduk sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap dapat dipenuhi.

    “Sudah melakukan mitigasi dengan membuat alur daripada Trik Dayung menuju kepada Benanga,” jelas Deni.

    Ia menyebut pengerjaan alur tersebut ditargetkan dapat rampung paling lambat sekitar satu minggu. Setelah alur selesai, air dari Trik Dayung diharapkan dapat mengalir dan membantu menopang ketersediaan air di Waduk Benanga.

    “Estimasi paling lambatnya mudah-mudahan satu minggu, satu minggu bisa selesai sehingga nanti bisa men-support kepada waduk yang ada untuk mengalirkan air bersih kepada masyarakat,” pungkasnya.

    Langkah tersebut menjadi salah satu upaya jangka pendek menghadapi ancaman kekeringan di kawasan Benanga.

    Di sisi lain, tingginya sedimentasi Waduk Benanga menunjukkan perlunya penanganan sumber air secara berkelanjutan agar kapasitas tampungan dan ketersediaan air tidak semakin menurun saat musim kemarau.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    DPRD Samarinda Soroti Ancaman Krisis Air di Benanga, Sodetan Trik Dayung Ditarget Rampung Sepekan

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    16 September 2026 pukul 14:49 WITA

    DPRD Kota Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/Seputarfakta.com)

    Samarinda– Ancaman kekeringan di kawasan Benanga, Samarinda Utara mulai berdampak pada ketersediaan air bersih masyarakat seiring tingginya sedimentasi di Waduk Benanga yang membuat debit air berkurang.

    Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui PUPR bersama Perumda Tirta Kencana menyiapkan alur atau sodetan dari kawasan Trik Dayung menuju Waduk Benanga sebagai upaya menambah suplai air.

    Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan kondisi Waduk Benanga saat ini perlu mendapat perhatian karena sedimentasi yang tinggi membuat kapasitas dan debit air waduk semakin terbatas, terutama di tengah ancaman kekeringan.

    “Di kawasan Benanga, yang itu saat ini kemungkinan akan mengalami kekeringan yang luar biasa. Dalam hal juga supply air bersih juga agak susah,” ujar Deni, Rabu (16/9/2026).

    Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air untuk kawasan sekitar waduk, tetapi juga berpotensi memengaruhi pasokan air bersih bagi masyarakat apabila sumber air terus menyusut.

    Deni menyebut sedimentasi menjadi salah satu persoalan yang membuat debit air di Waduk Benanga berkurang. Karena itu, diperlukan langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan air selama kondisi kemarau.

    “Karena waduk saat ini dalam ambang batas yang kalau kita sampaikan sedimennya tinggi, sehingga berkurang debit airnya,” ungkapnya.

    Sebagai langkah cepat, tim PUPR bersama Perumda Tirta Kencana disebut telah melakukan mitigasi dengan membuat alur air dari Trik Dayung menuju Waduk Benanga.

    Jalur tersebut diharapkan dapat membantu menambah suplai air ke waduk sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap dapat dipenuhi.

    “Sudah melakukan mitigasi dengan membuat alur daripada Trik Dayung menuju kepada Benanga,” jelas Deni.

    Ia menyebut pengerjaan alur tersebut ditargetkan dapat rampung paling lambat sekitar satu minggu. Setelah alur selesai, air dari Trik Dayung diharapkan dapat mengalir dan membantu menopang ketersediaan air di Waduk Benanga.

    “Estimasi paling lambatnya mudah-mudahan satu minggu, satu minggu bisa selesai sehingga nanti bisa men-support kepada waduk yang ada untuk mengalirkan air bersih kepada masyarakat,” pungkasnya.

    Langkah tersebut menjadi salah satu upaya jangka pendek menghadapi ancaman kekeringan di kawasan Benanga.

    Di sisi lain, tingginya sedimentasi Waduk Benanga menunjukkan perlunya penanganan sumber air secara berkelanjutan agar kapasitas tampungan dan ketersediaan air tidak semakin menurun saat musim kemarau.

    (Sf/Lo)