Cari disini...
Seputar Kaltim
Pengendara yang melintasi Jembatan Achmad Amins diminta lebih hati-hati dalam berkendara. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Peristiwa laka lantas di Jembatan Achmad Amins yang memakan korban jiwa mendapat perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie.
Novan mengimbau masyarakat agar dapat berhati-hati lagi dalam berkendara terlebih jika ada pengerjaan proyek seperti di Jembatan Achmad Amins.
Diketahui jembatan yang menjadi akses masyarakat dari Palaran - Sambutan itu memang sedang dalam proses pemeliharaan, yakni pengaspalan.
Menurut Novan dalam proses pengaspalan jembatan itu tidak semudah pengaspalan di jalan raya. Karena bobot itu tidak boleh melebihi standarisasi dari balai jembatan maka harus ada pengupasan aspal sebelum diaspal kembali.
"Makanya itu harus ada pengupasan, memang hari ini yang cukup kita sesalkan adalah adanya korban, apalagi itu relawan," jelas Novan saat diwawancara di Gedung DPRD Samarinda, Rabu (31/7/2024).
Ia mengimbau agar kewaspadaan pengendara juga perlu ditingkatkan serta penambahan rambu tentang adanya pengerjaan proyek juga bisa ditambahkan.
"Kita juga sudah tanyakan ke Dinas PUPR bahwa pengerjaan itu tetap berjalan. Memang tidak bisa semudah mengaspal jalan yang ada seperti menimpa tapi harus dikupas," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menilai kebijakan yang diterapkan saat ini yakni buka tutup jalan adalah yang terbaik dibanding dengan menutup total jembatan tersebut.
Ia berharap agar pekerjaan pemeliharaan yang ada di jembatan itu bisa terselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pihak terkait.
Untuk memaksimalkan kewaspadaan pengendara, ia mengusulkan agar pemasangan rambu dapat ditambah. Sehingga para pengendara dapat mengontrol kecepatan kendaraannya.
"Kalau ditutup total bisa saja merepotkan masyarakat, karena itu salah satu akses masuk ke Palaran dan sambutan, kalau ditutup total sangat merepotkan karna masyarakat harus mutar lagi ke jembatan lain," bebernya.
Di lain tempat, Wali Kota Samarinda, Andi Harun juga mengatakan bakal mengevaluasi pihak terkait akibat adanya peristiwa tersebut.
"Pengaspalan itu juga atas dasar aspirasi masyarakat, karena memang sudah banyak yang rusak. Kita akan coba evaluasi karena memang harusnya ada yang jaga lalu lintas di sana," kata Andi Harun saat diwawancara di Hotel Mercure, Selasa (30/7/2024).
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pengendara yang melintasi Jembatan Achmad Amins diminta lebih hati-hati dalam berkendara. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Peristiwa laka lantas di Jembatan Achmad Amins yang memakan korban jiwa mendapat perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie.
Novan mengimbau masyarakat agar dapat berhati-hati lagi dalam berkendara terlebih jika ada pengerjaan proyek seperti di Jembatan Achmad Amins.
Diketahui jembatan yang menjadi akses masyarakat dari Palaran - Sambutan itu memang sedang dalam proses pemeliharaan, yakni pengaspalan.
Menurut Novan dalam proses pengaspalan jembatan itu tidak semudah pengaspalan di jalan raya. Karena bobot itu tidak boleh melebihi standarisasi dari balai jembatan maka harus ada pengupasan aspal sebelum diaspal kembali.
"Makanya itu harus ada pengupasan, memang hari ini yang cukup kita sesalkan adalah adanya korban, apalagi itu relawan," jelas Novan saat diwawancara di Gedung DPRD Samarinda, Rabu (31/7/2024).
Ia mengimbau agar kewaspadaan pengendara juga perlu ditingkatkan serta penambahan rambu tentang adanya pengerjaan proyek juga bisa ditambahkan.
"Kita juga sudah tanyakan ke Dinas PUPR bahwa pengerjaan itu tetap berjalan. Memang tidak bisa semudah mengaspal jalan yang ada seperti menimpa tapi harus dikupas," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menilai kebijakan yang diterapkan saat ini yakni buka tutup jalan adalah yang terbaik dibanding dengan menutup total jembatan tersebut.
Ia berharap agar pekerjaan pemeliharaan yang ada di jembatan itu bisa terselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pihak terkait.
Untuk memaksimalkan kewaspadaan pengendara, ia mengusulkan agar pemasangan rambu dapat ditambah. Sehingga para pengendara dapat mengontrol kecepatan kendaraannya.
"Kalau ditutup total bisa saja merepotkan masyarakat, karena itu salah satu akses masuk ke Palaran dan sambutan, kalau ditutup total sangat merepotkan karna masyarakat harus mutar lagi ke jembatan lain," bebernya.
Di lain tempat, Wali Kota Samarinda, Andi Harun juga mengatakan bakal mengevaluasi pihak terkait akibat adanya peristiwa tersebut.
"Pengaspalan itu juga atas dasar aspirasi masyarakat, karena memang sudah banyak yang rusak. Kita akan coba evaluasi karena memang harusnya ada yang jaga lalu lintas di sana," kata Andi Harun saat diwawancara di Hotel Mercure, Selasa (30/7/2024).
(Sf/Rs)