Seputar Kaltim

    DPRD Samarinda Dorong Penanganan Banjir Lewat Pembenahan Drainase Terintegrasi

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    11 Oktober 2026 pukul 16:25 WITA

    Gedung DPRD Kota Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)

    Samarinda – Keluhan banjir yang muncul setelah hujan turun sekitar dua jam di sejumlah wilayah Samarinda menjadi sorotan di tengah pekerjaan pembongkaran dan perbaikan drainase yang masih berlangsung. 

    Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menjelaskan penanganan banjir membutuhkan proses bertahap, mulai dari perencanaan pembangunan saluran hingga penentuan wilayah prioritas, terlebih dengan keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi.

    Deni mengatakan, pekerjaan penanganan banjir tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. 

    Pemerintah perlu merancang dan menyusun langkah penanganan secara bertahap agar pembangunan drainase dapat menjawab persoalan genangan saat musim hujan.

    Menurutnya, banjir yang terjadi setelah hujan turun tidak merata di seluruh wilayah. 

    Sejumlah kawasan yang terdampak merupakan wilayah yang masih dalam tahap pengerjaan drainase.

    “Pemerintah kota merancang kemudian menyusun segala langkah dalam rangka menanggulangi banjir ketika musim hujan,” ujar Deni, Kamis (8/10/2026).

    Selain pembangunan infrastruktur, Deni menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. 

    Ia menilai kebiasaan membuang sampah sembarangan perlu dihentikan karena sampah dapat menghambat aliran air dan memperburuk persoalan banjir.

    Ia mengajak masyarakat ikut mendukung upaya pemerintah dengan menjaga kebersihan saluran dan tidak membuang sampah sembarangan. 

    Menurutnya, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga perlu didukung kesadaran warga.

    Di sisi lain, Deni menyoroti perlunya pembangunan drainase yang terintegrasi dan terhubung dengan aliran pembuangan  menuju Sungai Mahakam. 

    Sistem tersebut dinilai penting agar air dari saluran drainase dapat mengalir ke sungai dan mengurangi potensi genangan di kawasan permukiman.

    Namun, ia mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan infrastruktur tersebut. 

    Dengan kondisi efisiensi anggaran, pemerintah kota tidak dapat membangun seluruh drainase secara bersamaan sehingga penanganan perlu difokuskan pada kawasan yang menjadi prioritas.

    Karena itu, penentuan skala prioritas menjadi bagian penting dalam upaya mengatasi banjir di Samarinda.  

    Pembangunan dan perbaikan drainase diharapkan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan wilayah serta keterhubungan saluran agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri.

    Deni juga mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan banjir membutuhkan dukungan bersama antara pemerintah dan masyarakat. 

    Pembangunan drainase yang terencana perlu berjalan beriringan dengan pemeliharaan saluran serta kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DPRD Samarinda Dorong Penanganan Banjir Lewat Pembenahan Drainase Terintegrasi

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    11 Oktober 2026 pukul 16:25 WITA

    Gedung DPRD Kota Samarinda. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)

    Samarinda – Keluhan banjir yang muncul setelah hujan turun sekitar dua jam di sejumlah wilayah Samarinda menjadi sorotan di tengah pekerjaan pembongkaran dan perbaikan drainase yang masih berlangsung. 

    Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menjelaskan penanganan banjir membutuhkan proses bertahap, mulai dari perencanaan pembangunan saluran hingga penentuan wilayah prioritas, terlebih dengan keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi.

    Deni mengatakan, pekerjaan penanganan banjir tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. 

    Pemerintah perlu merancang dan menyusun langkah penanganan secara bertahap agar pembangunan drainase dapat menjawab persoalan genangan saat musim hujan.

    Menurutnya, banjir yang terjadi setelah hujan turun tidak merata di seluruh wilayah. 

    Sejumlah kawasan yang terdampak merupakan wilayah yang masih dalam tahap pengerjaan drainase.

    “Pemerintah kota merancang kemudian menyusun segala langkah dalam rangka menanggulangi banjir ketika musim hujan,” ujar Deni, Kamis (8/10/2026).

    Selain pembangunan infrastruktur, Deni menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. 

    Ia menilai kebiasaan membuang sampah sembarangan perlu dihentikan karena sampah dapat menghambat aliran air dan memperburuk persoalan banjir.

    Ia mengajak masyarakat ikut mendukung upaya pemerintah dengan menjaga kebersihan saluran dan tidak membuang sampah sembarangan. 

    Menurutnya, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga perlu didukung kesadaran warga.

    Di sisi lain, Deni menyoroti perlunya pembangunan drainase yang terintegrasi dan terhubung dengan aliran pembuangan  menuju Sungai Mahakam. 

    Sistem tersebut dinilai penting agar air dari saluran drainase dapat mengalir ke sungai dan mengurangi potensi genangan di kawasan permukiman.

    Namun, ia mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan infrastruktur tersebut. 

    Dengan kondisi efisiensi anggaran, pemerintah kota tidak dapat membangun seluruh drainase secara bersamaan sehingga penanganan perlu difokuskan pada kawasan yang menjadi prioritas.

    Karena itu, penentuan skala prioritas menjadi bagian penting dalam upaya mengatasi banjir di Samarinda.  

    Pembangunan dan perbaikan drainase diharapkan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan wilayah serta keterhubungan saluran agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri.

    Deni juga mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan banjir membutuhkan dukungan bersama antara pemerintah dan masyarakat. 

    Pembangunan drainase yang terencana perlu berjalan beriringan dengan pemeliharaan saluran serta kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.

    (Sf/Rs)