Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Komisi IV DPRD Kota Balikpapan memastikan dua sekolah baru, yakni SMP Negeri 27 di Balikpapan Kota dan SMP Negeri 28 di Balikpapan Timur siap digunakan pada tahun ajaran 2025.
Pembangunan kedua sekolah ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk menangani lonjakan jumlah siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali menyatakan mendukung penuh pembangunan sekolah-sekolah baru di wilayah Kota Balikpapan.
“Penambahan fasilitas pendidikan ini tidak hanya menjawab tantangan pertumbuhan jumlah penduduk, tetapi juga mencegah terjadinya kekurangan ruang kelas yang sering kali menjadi persoalan saat PPDB,” ucap Gasali, Jumat (24/1/2025).
Menurutnya, ini adalah langkah konkret untuk mengatasi masalah yang sering muncul di PPDB, seperti kurangnya rombel di sekolah-sekolah yang sudah ada.
“Dengan adanya SMP 27 dan SMP 28, kami berharap proses penerimaan siswa baru tidak akan lagi memicu kekhawatiran di masyarakat,” jelasnya.
DPRD Balikpapan berkomitmen untuk terus mendukung proyek-proyek yang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan menekankan pentingnya penyediaan infrastruktur pendidikan yang memadai untuk menghadapi pertumbuhan penduduk yang pesat.
Pembangunan dua SMPN baru ini menjadi langkah penting untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Kota Balikpapan. Tidak hanya itu, ketersediaan tenaga guru juga perlu menjadi perhatian.
“Bahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan sudah menyiapkan strategi untuk memastikan pengisian kekosongan tenaga pengajar di sekolah-sekolah yang baru tersebut,” akunya.
Peresmian kedua sekolah tersebut rencananya dilakukan bertepatan dengan HUT Kota Balikpapan ke-128. Dengan bertambahnya jumlah sekolah, Pemkot Balikpapan berharap bisa mengurangi kekurangan fasilitas pendidikan, memberikan ruang bagi lebih banyak siswa, dan memastikan pendidikan yang lebih merata di seluruh kota.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Komisi IV DPRD Kota Balikpapan memastikan dua sekolah baru, yakni SMP Negeri 27 di Balikpapan Kota dan SMP Negeri 28 di Balikpapan Timur siap digunakan pada tahun ajaran 2025.
Pembangunan kedua sekolah ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk menangani lonjakan jumlah siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali menyatakan mendukung penuh pembangunan sekolah-sekolah baru di wilayah Kota Balikpapan.
“Penambahan fasilitas pendidikan ini tidak hanya menjawab tantangan pertumbuhan jumlah penduduk, tetapi juga mencegah terjadinya kekurangan ruang kelas yang sering kali menjadi persoalan saat PPDB,” ucap Gasali, Jumat (24/1/2025).
Menurutnya, ini adalah langkah konkret untuk mengatasi masalah yang sering muncul di PPDB, seperti kurangnya rombel di sekolah-sekolah yang sudah ada.
“Dengan adanya SMP 27 dan SMP 28, kami berharap proses penerimaan siswa baru tidak akan lagi memicu kekhawatiran di masyarakat,” jelasnya.
DPRD Balikpapan berkomitmen untuk terus mendukung proyek-proyek yang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan menekankan pentingnya penyediaan infrastruktur pendidikan yang memadai untuk menghadapi pertumbuhan penduduk yang pesat.
Pembangunan dua SMPN baru ini menjadi langkah penting untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Kota Balikpapan. Tidak hanya itu, ketersediaan tenaga guru juga perlu menjadi perhatian.
“Bahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan sudah menyiapkan strategi untuk memastikan pengisian kekosongan tenaga pengajar di sekolah-sekolah yang baru tersebut,” akunya.
Peresmian kedua sekolah tersebut rencananya dilakukan bertepatan dengan HUT Kota Balikpapan ke-128. Dengan bertambahnya jumlah sekolah, Pemkot Balikpapan berharap bisa mengurangi kekurangan fasilitas pendidikan, memberikan ruang bagi lebih banyak siswa, dan memastikan pendidikan yang lebih merata di seluruh kota.
(Sf/By)