Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Paser, Abdul Azis sebelah kiri bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Paser, Basri Mansur saat dikonfirmasi usai pertemuan bersama UWGM Samarinda (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - DPRD Paser menggelar pertemuan dengan Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda guna membahas rencana kerja sama antara pemkab dan pihak kampus terkait pelaksanaan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), Sabtu (19/7/2025).
Pertemuan yang berlangsung di Gedung B UWGM Samarinda itu membicarakan evaluasi dan monitoring proses perkuliahan mahasiswa program RPL gelombang pertama dan mendiskusikan rencana gelombang kedua program rersebut.
Ketua Komisi III DPRD Paser, Abdul Azis mengatakan kunjungan tersebut menindaklanjuti program antara pemerintah dan universitas yang sudah berjalan.
Ini bertujuan meningkatkan kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) guru di Paser, juga merujuk pada PermenPAN RB Nomor 19 Tahun 2024 yang mengatur persyaratan pendidikan minimal S1.
"Artinya yang guru TK atau PAUD yang sudah mengajar belum berijazah S1 jadi ada penyesuaian, juga ada regulasi dari MenPAN RB harus S1," ujar Azis.
Ia menyampaikan sejauh ini kerja sama antara Paser dan UWGM Samarinda berjalan lancar. Sehingga pertemuan tersebut menjadi lampu hijau bagi universitas untuk melanjutkan pada program tahap kedua nantinya.
"Alhamdulillah saat ini sudah berjalan dua semester dan akan menyusul lagi yang belum terakomodir di tahap kedua nanti," bebernya.
Ada 126 orang yang mendaftar di tahap pertama. Sementara untuk tahap kedua akan menyusul 120 orang yang diakomodir dalam program RPL nantinya.
Sementara Wakil Ketua Komisi II, Basri Mansur mengungkapkan, pihaknya menargetkan 300 orang yang akan diakomodir dalam program RPL tersebut. Paser menggelontorkan anggaran senilai Rp5 miliar pada tahap pertama yang masih berjalan.
"Anggaran yang berjalan sementara ini sekitar Rp5 miliar dan itu menggunakan APBD dan alokasi anggaran Dinas Pendidikan Paser," ujar Basri.
Untuk program tahap kedua yang sudah terdaftar harus menunggu 2026 mendatang. "Jadi daftar tunggu yang belum diakomodir dari sisa target 300 orang harus menunggu karena syarat dari RPL harus ada pengalaman setidaknya dua tahun," tuturnya.
Kendati demikian, ia menuturkan program tersebut dimaksudkan untuk memenuhi standarisasi dari program prioritas dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berkualitas di Paser.
"Saat ini Paser masih di peringkat ke-7 terkait pemenuhan IPM, sehingga ini menjadi prioritas dalam indikator penilaian IMP kami. Doakan saja mudah-mudahan Paser bisa meningkatkan pringkat hingga ke urutan tiga di Kaltim," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Paser, Abdul Azis sebelah kiri bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Paser, Basri Mansur saat dikonfirmasi usai pertemuan bersama UWGM Samarinda (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - DPRD Paser menggelar pertemuan dengan Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda guna membahas rencana kerja sama antara pemkab dan pihak kampus terkait pelaksanaan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), Sabtu (19/7/2025).
Pertemuan yang berlangsung di Gedung B UWGM Samarinda itu membicarakan evaluasi dan monitoring proses perkuliahan mahasiswa program RPL gelombang pertama dan mendiskusikan rencana gelombang kedua program rersebut.
Ketua Komisi III DPRD Paser, Abdul Azis mengatakan kunjungan tersebut menindaklanjuti program antara pemerintah dan universitas yang sudah berjalan.
Ini bertujuan meningkatkan kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) guru di Paser, juga merujuk pada PermenPAN RB Nomor 19 Tahun 2024 yang mengatur persyaratan pendidikan minimal S1.
"Artinya yang guru TK atau PAUD yang sudah mengajar belum berijazah S1 jadi ada penyesuaian, juga ada regulasi dari MenPAN RB harus S1," ujar Azis.
Ia menyampaikan sejauh ini kerja sama antara Paser dan UWGM Samarinda berjalan lancar. Sehingga pertemuan tersebut menjadi lampu hijau bagi universitas untuk melanjutkan pada program tahap kedua nantinya.
"Alhamdulillah saat ini sudah berjalan dua semester dan akan menyusul lagi yang belum terakomodir di tahap kedua nanti," bebernya.
Ada 126 orang yang mendaftar di tahap pertama. Sementara untuk tahap kedua akan menyusul 120 orang yang diakomodir dalam program RPL nantinya.
Sementara Wakil Ketua Komisi II, Basri Mansur mengungkapkan, pihaknya menargetkan 300 orang yang akan diakomodir dalam program RPL tersebut. Paser menggelontorkan anggaran senilai Rp5 miliar pada tahap pertama yang masih berjalan.
"Anggaran yang berjalan sementara ini sekitar Rp5 miliar dan itu menggunakan APBD dan alokasi anggaran Dinas Pendidikan Paser," ujar Basri.
Untuk program tahap kedua yang sudah terdaftar harus menunggu 2026 mendatang. "Jadi daftar tunggu yang belum diakomodir dari sisa target 300 orang harus menunggu karena syarat dari RPL harus ada pengalaman setidaknya dua tahun," tuturnya.
Kendati demikian, ia menuturkan program tersebut dimaksudkan untuk memenuhi standarisasi dari program prioritas dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berkualitas di Paser.
"Saat ini Paser masih di peringkat ke-7 terkait pemenuhan IPM, sehingga ini menjadi prioritas dalam indikator penilaian IMP kami. Doakan saja mudah-mudahan Paser bisa meningkatkan pringkat hingga ke urutan tiga di Kaltim," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)