Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim
Rumah pompa I saluran primer ampal merupakan salah satu pompa yang mengatasi persoalan banjir di Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Rumah pompa yang dibangun di hilir DAS Ampal, tepatnya di samping Hotel Zurich, belum mampu mengatasi persoalan banjir di Balikpapan secara optimal. Meski telah beroperasi sekitar dua tahun, fasilitas tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri mengatakan, masih banyak keluhan warga terkait banjir dan genangan air yang terjadi saat intensitas hujan tinggi. Harapan masyarakat agar rumah pompa mampu mengendalikan banjir, hingga kini belum sepenuhnya terwujud.
“Keluhan masyarakat masih sering kami dengar. Faktanya, banjir dan genangan masih terjadi,” ucap Yusri saat dihubungi awak media, Rabu (17/12/2025).
Ia mencontohkan kawasan Jalan MT Haryono dan Gang Mufakat yang berada di sekitar hilir DAS Ampal. Wilayah tersebut masih kerap tergenang, meskipun air memang surut lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan banjir di Balikpapan masih jauh dari tuntas.
“Salah satu penyebabnya adalah kinerja rumah pompa yang belum maksimal, sementara pengendalian banjir membutuhkan anggaran besar dan perencanaan matang,” lanjutnya.
Karena itu, DPRD mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan rumah pompa tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Rumah pompa ini justru banyak dikeluhkan karena dampaknya belum nyata. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” tegasnya.
Evaluasi ini, kata dia, juga penting sebagai bahan pembelajaran untuk pembangunan rumah pompa ke depan. Saat ini, DPRD telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan terkait rencana pengendalian banjir jangka panjang.
Dirinya menyebutkan, idealnya Balikpapan membutuhkan sekitar 15 rumah pompa yang tersebar di lima kecamatan, mengingat hampir seluruh wilayah kota berpotensi mengalami banjir.
“Setiap kecamatan seharusnya memiliki fasilitas rumah pompa,” akunya.
Ketua komisi III DPRD menambahkan, kajian pembangunan rumah pompa dengan berbagai kapasitas sebenarnya sudah tersedia. Tinggal menunggu realisasi sesuai kebutuhan dan prioritas.
“Kajiannya sudah ada, baik untuk pompa besar maupun kecil. Tinggal pelaksanaannya yang perlu didorong,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim

Rumah pompa I saluran primer ampal merupakan salah satu pompa yang mengatasi persoalan banjir di Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Rumah pompa yang dibangun di hilir DAS Ampal, tepatnya di samping Hotel Zurich, belum mampu mengatasi persoalan banjir di Balikpapan secara optimal. Meski telah beroperasi sekitar dua tahun, fasilitas tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri mengatakan, masih banyak keluhan warga terkait banjir dan genangan air yang terjadi saat intensitas hujan tinggi. Harapan masyarakat agar rumah pompa mampu mengendalikan banjir, hingga kini belum sepenuhnya terwujud.
“Keluhan masyarakat masih sering kami dengar. Faktanya, banjir dan genangan masih terjadi,” ucap Yusri saat dihubungi awak media, Rabu (17/12/2025).
Ia mencontohkan kawasan Jalan MT Haryono dan Gang Mufakat yang berada di sekitar hilir DAS Ampal. Wilayah tersebut masih kerap tergenang, meskipun air memang surut lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan banjir di Balikpapan masih jauh dari tuntas.
“Salah satu penyebabnya adalah kinerja rumah pompa yang belum maksimal, sementara pengendalian banjir membutuhkan anggaran besar dan perencanaan matang,” lanjutnya.
Karena itu, DPRD mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan rumah pompa tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Rumah pompa ini justru banyak dikeluhkan karena dampaknya belum nyata. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” tegasnya.
Evaluasi ini, kata dia, juga penting sebagai bahan pembelajaran untuk pembangunan rumah pompa ke depan. Saat ini, DPRD telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan terkait rencana pengendalian banjir jangka panjang.
Dirinya menyebutkan, idealnya Balikpapan membutuhkan sekitar 15 rumah pompa yang tersebar di lima kecamatan, mengingat hampir seluruh wilayah kota berpotensi mengalami banjir.
“Setiap kecamatan seharusnya memiliki fasilitas rumah pompa,” akunya.
Ketua komisi III DPRD menambahkan, kajian pembangunan rumah pompa dengan berbagai kapasitas sebenarnya sudah tersedia. Tinggal menunggu realisasi sesuai kebutuhan dan prioritas.
“Kajiannya sudah ada, baik untuk pompa besar maupun kecil. Tinggal pelaksanaannya yang perlu didorong,” pungkasnya.
(Sf/Rs)