Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.cpm)
Samarinda - Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menekankan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda menginventarisir seluruh serapan tenaga kerja pada ajang Job Fair Samarinda 2025.
Hal ini, dikatakannya, mengingat penyerapan tenaga kerja pada pembukaan bursa kerja tersebut tentu tidak secara menyeluruh.
Bahkan, Disnaker Samarinda sendiri mencatat ada sekitar 787 pencari kerja dari total lowongan 646 yang tersedia.
Sehingga, perlu mendapat perhatian serius bagi pelamar kerja yang tersisih dari ajang bursa kerja tersebut.
"Kami sudah berdiskusi tentang setelah job fair ini, yang jelas kami minta Disnaker menginventarisir hasil seleksi dan penerimaan agar mengetahui sejauh mana penyerapannya," ujar Novan, Jumat (31/10/2025).
Selain itu, juga merujuk pada kualifikasi yang ditetapkan perusahaan, sehingga banyak pencari kerja yang tidak memenuhi standar persyaratan dan mesti mundur dari bursa kerja.
Karena itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta agar memfasilitasi para pencari kerja yang belum terakomodir nantinnya melalui pelatihan dan pembekalan bersertifikasi guna menambah kompetensi bagi pelamar kerja.
"Perusahaan pasti menerapkan kriteria pelamar kerja, tetapi masih banyak pelamar non-skill. Kita harus hadir menyediakan fasilitas bagi mereka untuk meningkatkan kompetensi," tegasnya.
Dengan menggalakan pelatihan bagi masyarakat, kata dia, menjadi salah satu solusi untuk mengembangkan potensi SDM unggul di Samarinda.
"Dengan begitu kita bisa mengakomodir seluruh pencari kerja di Samarinda," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.cpm)
Samarinda - Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menekankan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda menginventarisir seluruh serapan tenaga kerja pada ajang Job Fair Samarinda 2025.
Hal ini, dikatakannya, mengingat penyerapan tenaga kerja pada pembukaan bursa kerja tersebut tentu tidak secara menyeluruh.
Bahkan, Disnaker Samarinda sendiri mencatat ada sekitar 787 pencari kerja dari total lowongan 646 yang tersedia.
Sehingga, perlu mendapat perhatian serius bagi pelamar kerja yang tersisih dari ajang bursa kerja tersebut.
"Kami sudah berdiskusi tentang setelah job fair ini, yang jelas kami minta Disnaker menginventarisir hasil seleksi dan penerimaan agar mengetahui sejauh mana penyerapannya," ujar Novan, Jumat (31/10/2025).
Selain itu, juga merujuk pada kualifikasi yang ditetapkan perusahaan, sehingga banyak pencari kerja yang tidak memenuhi standar persyaratan dan mesti mundur dari bursa kerja.
Karena itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta agar memfasilitasi para pencari kerja yang belum terakomodir nantinnya melalui pelatihan dan pembekalan bersertifikasi guna menambah kompetensi bagi pelamar kerja.
"Perusahaan pasti menerapkan kriteria pelamar kerja, tetapi masih banyak pelamar non-skill. Kita harus hadir menyediakan fasilitas bagi mereka untuk meningkatkan kompetensi," tegasnya.
Dengan menggalakan pelatihan bagi masyarakat, kata dia, menjadi salah satu solusi untuk mengembangkan potensi SDM unggul di Samarinda.
"Dengan begitu kita bisa mengakomodir seluruh pencari kerja di Samarinda," tandasnya.
(Sf/Rs)