Cari disini...
Lisda-Seputarfakta.com -
Seputar Kaltim
Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman menyoroti masih terbatasnya akses layanan air bersih di sejumlah desa di Kecamatan Kaliorang dan Sangkulirang.
Ia mengatakan, hingga kini masih banyak wilayah yang belum menikmati layanan air bersih secara memadai, meskipun kawasan tersebut memiliki aktivitas industri yang cukup tinggi.
"Masih banyak desa di Kaliorang dan Sangkulirang yang belum mendapatkan layanan air bersih secara optimal,” ujar Faizal.
Ia menyebut kondisi tersebut terjadi di tengah keberadaan sejumlah perusahaan skala nasional di sektor pertambangan, industri dan perkebunan yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Kondisi ini menjadi ironi di tengah pesatnya aktivitas industri di wilayah tersebut," katanya.
Di sisi lain, perusahaan daerah penyedia air minum disebut menghadapi keterbatasan sumber air baku di beberapa wilayah pelayanan, sehingga berdampak pada lambatnya pemerataan distribusi air bersih.
Faizal mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat dalam mempercepat penyediaan layanan air bersih.
Salah satu opsi yang diusulkan adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan memanfaatkan sumber air di kawasan Gua Segege, yang berada di bentang alam karst Sangkulirang–Mangkalihat.
"Pemanfaatannya harus dilakukan secara hati-hati dan berbasis kajian ilmiah yang komprehensif, termasuk analisis debit air, studi kelayakan teknis, serta kajian dampak lingkungan. Dengan pendekatan yang tepat, sumber air tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang yang berkelanjutan," jelasnya.
Ia juga mendorong keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah sekitar operasional.
Faizal menegaskan pemerintah daerah tetap menjadi pihak utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan SPAM, dengan melibatkan dinas teknis terkait serta perusahaan daerah sebagai operator layanan.
Menurutnya, kolaborasi antar pihak perlu dilakukan dengan perencanaan yang jelas, transparan dan akuntabel agar program penyediaan air bersih dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
"Sudah saatnya kita melihat persoalan ini sebagai tanggung jawab bersama. Kaliorang dan Sangkulirang tidak boleh terus tertinggal dalam pemenuhan kebutuhan dasar," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Lisda-Seputarfakta.com -
Seputar Kaltim

Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Faizal Rachman menyoroti masih terbatasnya akses layanan air bersih di sejumlah desa di Kecamatan Kaliorang dan Sangkulirang.
Ia mengatakan, hingga kini masih banyak wilayah yang belum menikmati layanan air bersih secara memadai, meskipun kawasan tersebut memiliki aktivitas industri yang cukup tinggi.
"Masih banyak desa di Kaliorang dan Sangkulirang yang belum mendapatkan layanan air bersih secara optimal,” ujar Faizal.
Ia menyebut kondisi tersebut terjadi di tengah keberadaan sejumlah perusahaan skala nasional di sektor pertambangan, industri dan perkebunan yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Kondisi ini menjadi ironi di tengah pesatnya aktivitas industri di wilayah tersebut," katanya.
Di sisi lain, perusahaan daerah penyedia air minum disebut menghadapi keterbatasan sumber air baku di beberapa wilayah pelayanan, sehingga berdampak pada lambatnya pemerataan distribusi air bersih.
Faizal mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat dalam mempercepat penyediaan layanan air bersih.
Salah satu opsi yang diusulkan adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan memanfaatkan sumber air di kawasan Gua Segege, yang berada di bentang alam karst Sangkulirang–Mangkalihat.
"Pemanfaatannya harus dilakukan secara hati-hati dan berbasis kajian ilmiah yang komprehensif, termasuk analisis debit air, studi kelayakan teknis, serta kajian dampak lingkungan. Dengan pendekatan yang tepat, sumber air tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang yang berkelanjutan," jelasnya.
Ia juga mendorong keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah sekitar operasional.
Faizal menegaskan pemerintah daerah tetap menjadi pihak utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan SPAM, dengan melibatkan dinas teknis terkait serta perusahaan daerah sebagai operator layanan.
Menurutnya, kolaborasi antar pihak perlu dilakukan dengan perencanaan yang jelas, transparan dan akuntabel agar program penyediaan air bersih dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
"Sudah saatnya kita melihat persoalan ini sebagai tanggung jawab bersama. Kaliorang dan Sangkulirang tidak boleh terus tertinggal dalam pemenuhan kebutuhan dasar," pungkasnya.
(Sf/Lo)