Seputar Kaltim

    DPRD Kutim Desak Percepatan APBD dan Pelunasan Utang Demi Gerakkan Ekonomi Daerah 

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jimmi. (Foto: Lisda/Seputarfak.com)

    Sangatta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong percepatan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta penyelesaian utang pemerintah daerah. Langkah ini dinilai penting guna menggerakkan roda ekonomi, terutama dalam hal infrastruktur dan kesejahteraan sosial.

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menyampaikan bahwa prioritas utama yang muncul dari hasil reses adalah percepatan pelaksanaan APBD. Namun, ia menyoroti adanya keterlambatan dalam realisasi pembangunan infrastruktur yang seharusnya sudah dapat dinikmati oleh masyarakat.

    “Semua ingin cepat APBD ini berjalan, karena infrastruktur yang diharapkan mampu dinikmati oleh masyarakat ini kan seharusnya sudah berjalan. Tapi satu dan lain hal, pemerintah belum segera untuk melaksanakan,” ujar Jimmi.

    Lebih lanjut, ia juga telah meminta pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan utang-utang yang masih tertunggak. Menurutnya, penyelesaian utang ini memiliki dampak langsung terhadap perputaran roda ekonomi daerah.

    “Utang itu kami minta kepada pemerintah untuk segera diselesaikan. Karena utang ini yang membuat ekonomi berputar itu kan sebagian kecilnya utang yang harus dibayar. Pertumbuhan ekonomi tumbuhnya itu dari situ,” lanjutnya.

    Pelaporan pergeseran anggaran dan penyelesaian utang diharapkan selesai pada akhir Mei ini, sehingga awal Juni sudah dapat dilakukan percepatan program-program pembangunan.

    “Kita minta selesai bulan ini. Paling cepat itu yang diminta. Kalau bisa, akhir bulan ini harus segera selesaikan utang,” tambahnya.

    Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun selama masa reses pada dasarnya sejalan dengan 50 program prioritas Bupati Kutai Timur yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menegaskan bahwa sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah sangat penting dalam merealisasikan program-program tersebut.

    “Secara umum semuanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pasti semua saling bersinergi. Saya kira sejalanlah,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DPRD Kutim Desak Percepatan APBD dan Pelunasan Utang Demi Gerakkan Ekonomi Daerah 

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jimmi. (Foto: Lisda/Seputarfak.com)

    Sangatta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong percepatan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta penyelesaian utang pemerintah daerah. Langkah ini dinilai penting guna menggerakkan roda ekonomi, terutama dalam hal infrastruktur dan kesejahteraan sosial.

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menyampaikan bahwa prioritas utama yang muncul dari hasil reses adalah percepatan pelaksanaan APBD. Namun, ia menyoroti adanya keterlambatan dalam realisasi pembangunan infrastruktur yang seharusnya sudah dapat dinikmati oleh masyarakat.

    “Semua ingin cepat APBD ini berjalan, karena infrastruktur yang diharapkan mampu dinikmati oleh masyarakat ini kan seharusnya sudah berjalan. Tapi satu dan lain hal, pemerintah belum segera untuk melaksanakan,” ujar Jimmi.

    Lebih lanjut, ia juga telah meminta pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan utang-utang yang masih tertunggak. Menurutnya, penyelesaian utang ini memiliki dampak langsung terhadap perputaran roda ekonomi daerah.

    “Utang itu kami minta kepada pemerintah untuk segera diselesaikan. Karena utang ini yang membuat ekonomi berputar itu kan sebagian kecilnya utang yang harus dibayar. Pertumbuhan ekonomi tumbuhnya itu dari situ,” lanjutnya.

    Pelaporan pergeseran anggaran dan penyelesaian utang diharapkan selesai pada akhir Mei ini, sehingga awal Juni sudah dapat dilakukan percepatan program-program pembangunan.

    “Kita minta selesai bulan ini. Paling cepat itu yang diminta. Kalau bisa, akhir bulan ini harus segera selesaikan utang,” tambahnya.

    Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun selama masa reses pada dasarnya sejalan dengan 50 program prioritas Bupati Kutai Timur yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menegaskan bahwa sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah sangat penting dalam merealisasikan program-program tersebut.

    “Secara umum semuanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pasti semua saling bersinergi. Saya kira sejalanlah,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)