Seputar Kaltim

    DPRD Kaltim Desak BP BKT Lebih Selektif  untuk Hindari Penerima Ganda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    06 Mei 2024 pukul 18:57 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi. Ia menjelaskan terkait banyaknya laporan mengenai Penerima Beasiswa Ganda yang terdaftar di BKT. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi, menyoroti isu penting terkait distribusi Beasiswa Kalimantan Timur (BKT). Dalam wawancara terbaru, Reza mengungkapkan kekhawatirannya atas adanya penerima ganda dalam program beasiswa ini. 

    Ia mendesak Badan Pengelola Beasiswa Kalimantan Timur (BP BKT) untuk mengatasi masalah ini demi keadilan bagi semua pelajar berprestasi dan miskin yang berhak menerima bantuan.

    Reza menekankan bahwa beberapa laporan telah diterima mengenai siswa yang mendapatkan beasiswa BKT, meskipun mereka telah menerima beasiswa lain dari daerah atau umum. "Ini tidak adil bagi siswa lain yang memiliki prestasi dan kurang mampu, namun gagal mendapatkan beasiswa karena kuota yang telah terisi oleh orang-orang yang sudah mendapatkan beasiswa," ujar Reza.

    Menurut Reza, pengawasan ketat terhadap BKT sangat diperlukan. Program ini dirancang untuk membantu siswa yang kurang mampu dan tidak memiliki akses ke pendidikan berkualitas. Oleh karena itu, penting bagi BP BKT untuk memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar mencapai target yang tepat.

    Di sisi lain, Reza juga mengapresiasi realisasi program yang telah tercapai, meskipun masih ada beberapa kesalahan minor yang perlu segera diperbaiki. Dalam lima tahun terakhir, anggaran BKT telah mencapai angka signifikan sebesar Rp1.279.579.565.070. "Angka ini menunjukkan komitmen kita terhadap pendidikan, dan kita harus memastikan bahwa dana tersebut benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran," tambahnya.

    Ketua BP BKT, Iman Hidayat, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan beberapa kabupaten dan kota untuk menyatukan sistem beasiswa. Langkah ini diambil agar siswa yang sudah terdaftar dalam sistem beasiswa di tingkat kabupaten atau kota tidak dapat mendaftar kembali di BKT. 

    "Kami telah berkoordinasi dengan Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, yang memiliki program beasiswa sendiri, dan kini telah menjadi satu sistem yang terintegrasi," jelas Iman.

    Iman menutup dengan optimisme bahwa koordinasi dan penyelarasan sistem yang telah dilakukan akan mengurangi kemungkinan terjadinya penerimaan beasiswa ganda di masa depan. "Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem dan memastikan bahwa beasiswa ini diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DPRD Kaltim Desak BP BKT Lebih Selektif  untuk Hindari Penerima Ganda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    06 Mei 2024 pukul 18:57 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi. Ia menjelaskan terkait banyaknya laporan mengenai Penerima Beasiswa Ganda yang terdaftar di BKT. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi, menyoroti isu penting terkait distribusi Beasiswa Kalimantan Timur (BKT). Dalam wawancara terbaru, Reza mengungkapkan kekhawatirannya atas adanya penerima ganda dalam program beasiswa ini. 

    Ia mendesak Badan Pengelola Beasiswa Kalimantan Timur (BP BKT) untuk mengatasi masalah ini demi keadilan bagi semua pelajar berprestasi dan miskin yang berhak menerima bantuan.

    Reza menekankan bahwa beberapa laporan telah diterima mengenai siswa yang mendapatkan beasiswa BKT, meskipun mereka telah menerima beasiswa lain dari daerah atau umum. "Ini tidak adil bagi siswa lain yang memiliki prestasi dan kurang mampu, namun gagal mendapatkan beasiswa karena kuota yang telah terisi oleh orang-orang yang sudah mendapatkan beasiswa," ujar Reza.

    Menurut Reza, pengawasan ketat terhadap BKT sangat diperlukan. Program ini dirancang untuk membantu siswa yang kurang mampu dan tidak memiliki akses ke pendidikan berkualitas. Oleh karena itu, penting bagi BP BKT untuk memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar mencapai target yang tepat.

    Di sisi lain, Reza juga mengapresiasi realisasi program yang telah tercapai, meskipun masih ada beberapa kesalahan minor yang perlu segera diperbaiki. Dalam lima tahun terakhir, anggaran BKT telah mencapai angka signifikan sebesar Rp1.279.579.565.070. "Angka ini menunjukkan komitmen kita terhadap pendidikan, dan kita harus memastikan bahwa dana tersebut benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran," tambahnya.

    Ketua BP BKT, Iman Hidayat, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan beberapa kabupaten dan kota untuk menyatukan sistem beasiswa. Langkah ini diambil agar siswa yang sudah terdaftar dalam sistem beasiswa di tingkat kabupaten atau kota tidak dapat mendaftar kembali di BKT. 

    "Kami telah berkoordinasi dengan Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, yang memiliki program beasiswa sendiri, dan kini telah menjadi satu sistem yang terintegrasi," jelas Iman.

    Iman menutup dengan optimisme bahwa koordinasi dan penyelarasan sistem yang telah dilakukan akan mengurangi kemungkinan terjadinya penerimaan beasiswa ganda di masa depan. "Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem dan memastikan bahwa beasiswa ini diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," pungkasnya.

    (Sf/Rs)