Seputar Kaltim

    DPRD Dukung Sinergi Pemerintah, Kolam Retensi Dinilai Jadi Solusi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    03 Februari 2025 pukul 08:39 WITA

    Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Dokumentasi Seputarfakta.com)

    Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam mengatasi banjir yang kerap melanda kota ini. 

    Menurutnya, pembangunan kolam retensi di kawasan Jalan Damanhuri, Kecamatan Sungai Pinang, adalah langkah strategis yang harus segera direalisasikan.  

    Deni menekankan bahwa wilayah Samarinda Utara, termasuk Jalan Damanhuri, merupakan kawasan yang rentan banjir karena banyaknya lahan tambang dan perumahan yang menyebabkan minimnya area resapan air. 

    Gang Ogok, kata dia, menjadi titik terendah yang menerima limpasan air dari berbagai kawasan, termasuk Gunung Lingai, sehingga pembangunan kolam retensi dinilai sangat mendesak.  

    "Kami di DPRD sangat mendukung langkah ini karena pembangunan kolam retensi bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga strategi pengendalian banjir yang berkelanjutan," ujar Deni.  

    Rencana pembangunan kolam retensi ini merupakan hasil kesepakatan antara Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dan Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik. Dalam perundingan tersebut, Pemprov Kaltim akan membangun kolam retensi di lahan seluas 12 hektare milik mereka di Gang Ogok, sementara Pemkot Samarinda akan membangun kolam tambahan di lahan milik warga yang akan dibebaskan.  

    "Alhamdulillah, Pj Gubernur mendukung langkah tersebut," tambahnya.  

    Ia juga mengapresiasi upaya Pemkot dalam mengendalikan banjir di berbagai titik, seperti Simpang Empat Lembuswana dan beberapa titik lain yang kini tidak lagi mengalami genangan dalam waktu lama.  

    Ia berharap proyek ini segera terealisasi agar warga tidak lagi merasakan banjir berulang setiap musim hujan. Dengan kolaborasi ini, pembangunan kolam retensi diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi banjir di Kota Tepian.

    "Kolam retensi di Gang Ogok ini memang jaraknya cukup jauh dari sungai, sehingga menjadi solusi yang multifungsi," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DPRD Dukung Sinergi Pemerintah, Kolam Retensi Dinilai Jadi Solusi

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    03 Februari 2025 pukul 08:39 WITA

    Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto: Dokumentasi Seputarfakta.com)

    Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam mengatasi banjir yang kerap melanda kota ini. 

    Menurutnya, pembangunan kolam retensi di kawasan Jalan Damanhuri, Kecamatan Sungai Pinang, adalah langkah strategis yang harus segera direalisasikan.  

    Deni menekankan bahwa wilayah Samarinda Utara, termasuk Jalan Damanhuri, merupakan kawasan yang rentan banjir karena banyaknya lahan tambang dan perumahan yang menyebabkan minimnya area resapan air. 

    Gang Ogok, kata dia, menjadi titik terendah yang menerima limpasan air dari berbagai kawasan, termasuk Gunung Lingai, sehingga pembangunan kolam retensi dinilai sangat mendesak.  

    "Kami di DPRD sangat mendukung langkah ini karena pembangunan kolam retensi bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga strategi pengendalian banjir yang berkelanjutan," ujar Deni.  

    Rencana pembangunan kolam retensi ini merupakan hasil kesepakatan antara Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dan Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik. Dalam perundingan tersebut, Pemprov Kaltim akan membangun kolam retensi di lahan seluas 12 hektare milik mereka di Gang Ogok, sementara Pemkot Samarinda akan membangun kolam tambahan di lahan milik warga yang akan dibebaskan.  

    "Alhamdulillah, Pj Gubernur mendukung langkah tersebut," tambahnya.  

    Ia juga mengapresiasi upaya Pemkot dalam mengendalikan banjir di berbagai titik, seperti Simpang Empat Lembuswana dan beberapa titik lain yang kini tidak lagi mengalami genangan dalam waktu lama.  

    Ia berharap proyek ini segera terealisasi agar warga tidak lagi merasakan banjir berulang setiap musim hujan. Dengan kolaborasi ini, pembangunan kolam retensi diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi banjir di Kota Tepian.

    "Kolam retensi di Gang Ogok ini memang jaraknya cukup jauh dari sungai, sehingga menjadi solusi yang multifungsi," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)