Seputar Kaltim

    DPRD Dukung Pengembangan Transportasi Terintegrasi di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Anggota DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah saat ditemui di Kantor KPU Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Anggota DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah memberikan dukungan atas inisiatif Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan berupa pengembangan transportasi terintegrasi melalui Balikpapan City Trans (BCT). 

    Program ini bertujuan untuk menghubungkan BCT dengan Angkutan Kota (Angkot), guna memberikan solusi transportasi massal yang lebih efisien bagi masyarakat.

    Menurutnya, program ini dapat mengatasi sejumlah permasalahan transportasi di kota Balikpapan yang bisa lebih menjangkau masyarakat luas.

    Maka itu, integrasi antara BCT dan angkot merupakan langkah strategis yang perlu didukung oleh berbagai pihak, termasuk DPRD.

    “Kami dari DPRD Balikpapan mendukung penuh upaya integrasi ini. Kami akan membantu menjembatani komunikasi dengan para pengelola Angkot agar bisa terkoneksi dengan BCT,” ucap Adi sapaan akrabnya kepada media, Senin (30/9/2024).

    Dirinya menambahkan, dengan upaya ini diharapkan dapat memudahkan Dishub dalam merealisasikan sistem transportasi terintegrasi.

    “Ke depan, langkah yang perlu diambil adalah menyusun skema operasional yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi kota,” akunya.

    Dikatakan, bahwa wacana pengintegrasian BCT dengan Angkot sebenarnya sudah sejak lama dibicarakan. Namun hingga saat ini belum terealisasi, karena sebelumnya sempat muncul perbedaan pandangan antara pengelola Angkot dan bus.

    Meski demikian, Adi mengapresiasi upaya dari berbagai pihak yang berhasil meredam ketegangan tersebut, sehingga program ini dapat kembali berjalan dengan lancar.

    “Masyarakat saat ini sudah bisa memilih, apakah ingin menggunakan ngkot atau BCT. Bahkan, banyak yang meminta agar rute BCT ditambah,” tambahnya

    Ia berharap penambahan rute BCT dapat segera terwujud, mengingat layanan bus ini masih dalam tahap uji coba.

    Selain itu, ia juga menyarankan agar pemerintah daerah mulai mempertimbangkan alternatif transportasi massal lainnya, seperti pembangunan monorel.

    "Saya berharap tidak hanya rutenya yang bertambah, tetapi juga pilihan transportasinya, seperti monorel dan lainnya, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak opsi," terangnya.

    Adi menekankan bahwa pilihan transportasi yang beragam akan meningkatkan efektivitas mobilitas di Balikpapan. Hal ini dinilai penting dalam mengurangi kemacetan, yang selalu menjadi keluhan masyarakat.

    Untuk kota yang sedang berkembang seperti Balikpapan, memiliki sistem transportasi massal adalah sebuah keharusan.

    "Ini akan meningkatkan efisiensi dalam bertransportasi dan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan, terutama dengan semakin padatnya arus lalu lintas di Balikpapan,” paparnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DPRD Dukung Pengembangan Transportasi Terintegrasi di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Anggota DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah saat ditemui di Kantor KPU Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Anggota DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah memberikan dukungan atas inisiatif Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan berupa pengembangan transportasi terintegrasi melalui Balikpapan City Trans (BCT). 

    Program ini bertujuan untuk menghubungkan BCT dengan Angkutan Kota (Angkot), guna memberikan solusi transportasi massal yang lebih efisien bagi masyarakat.

    Menurutnya, program ini dapat mengatasi sejumlah permasalahan transportasi di kota Balikpapan yang bisa lebih menjangkau masyarakat luas.

    Maka itu, integrasi antara BCT dan angkot merupakan langkah strategis yang perlu didukung oleh berbagai pihak, termasuk DPRD.

    “Kami dari DPRD Balikpapan mendukung penuh upaya integrasi ini. Kami akan membantu menjembatani komunikasi dengan para pengelola Angkot agar bisa terkoneksi dengan BCT,” ucap Adi sapaan akrabnya kepada media, Senin (30/9/2024).

    Dirinya menambahkan, dengan upaya ini diharapkan dapat memudahkan Dishub dalam merealisasikan sistem transportasi terintegrasi.

    “Ke depan, langkah yang perlu diambil adalah menyusun skema operasional yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi kota,” akunya.

    Dikatakan, bahwa wacana pengintegrasian BCT dengan Angkot sebenarnya sudah sejak lama dibicarakan. Namun hingga saat ini belum terealisasi, karena sebelumnya sempat muncul perbedaan pandangan antara pengelola Angkot dan bus.

    Meski demikian, Adi mengapresiasi upaya dari berbagai pihak yang berhasil meredam ketegangan tersebut, sehingga program ini dapat kembali berjalan dengan lancar.

    “Masyarakat saat ini sudah bisa memilih, apakah ingin menggunakan ngkot atau BCT. Bahkan, banyak yang meminta agar rute BCT ditambah,” tambahnya

    Ia berharap penambahan rute BCT dapat segera terwujud, mengingat layanan bus ini masih dalam tahap uji coba.

    Selain itu, ia juga menyarankan agar pemerintah daerah mulai mempertimbangkan alternatif transportasi massal lainnya, seperti pembangunan monorel.

    "Saya berharap tidak hanya rutenya yang bertambah, tetapi juga pilihan transportasinya, seperti monorel dan lainnya, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak opsi," terangnya.

    Adi menekankan bahwa pilihan transportasi yang beragam akan meningkatkan efektivitas mobilitas di Balikpapan. Hal ini dinilai penting dalam mengurangi kemacetan, yang selalu menjadi keluhan masyarakat.

    Untuk kota yang sedang berkembang seperti Balikpapan, memiliki sistem transportasi massal adalah sebuah keharusan.

    "Ini akan meningkatkan efisiensi dalam bertransportasi dan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan, terutama dengan semakin padatnya arus lalu lintas di Balikpapan,” paparnya.

    (Sf/Rs)