Cari disini...
Seputar Kaltim
Kegiatan Raker DPRD Paser bersama OPD terkait Tindak lanjut temuan BPK Kaltim (Foto: Sekretariat DPRD Paser)
Tana Paser - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paser dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar Rapat Kerja (Raker) terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kalimantan Timur (Kaltim).
Wakil Ketua I DPRD Paser, Zulkifli Kaharuddin menjelaskan BPK telah mendapati beberapa temuan dari OPD. Meski demikian, pihak OPD sejauh ini telah melakukan proses penyelesaian dengan baik.
Hanya saja beberapa proses pembaharuan dalam sistem mengharuskan sejumlah OPD untuk kembali beradaptasi dengan aplikasi yang digunakan.
"Karena aplikasinya masih baru, perlu adanya sosialisasi dan adaptasi guna menjalankan aplikasi tersebut," kata Zulkifli Kaharuddin, Selasa (27/1/2026).
Diketahui delapan temuan yang ditemukan BPK itu memiliki nilai aset yang cukup besar. Maka itu pihaknya mendesak OPD terkait agar segera menyelesaikan proses administrasi sampai penginputan ke aplikasi Elektronik Barang Milik Daerah (e-BMD).
"Progres laporan dari OPD sudah cukup baik, hanya tinggal melakukan penginputan ke e-BMD," tambahnya.
Sementara itu, pihak OPD berkomitmen akan menyelesaikan seluruh tahapan administrasi sampai dengan penginputan ke aplikasi e-BMD sebelum habisnya masa waktu penyelesaian proses tersebut.
Dari keseluruhan temuan yang ditemukan BPK, diketahui penyebab adanya temuan itu mayoritas dikarenakan adanya aplikasi baru yang digunakan. Banyak pegawai OPD yang masih beradaptasi dan belum mahir menggunakan aplikasi tersebut.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kegiatan Raker DPRD Paser bersama OPD terkait Tindak lanjut temuan BPK Kaltim (Foto: Sekretariat DPRD Paser)
Tana Paser - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paser dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar Rapat Kerja (Raker) terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kalimantan Timur (Kaltim).
Wakil Ketua I DPRD Paser, Zulkifli Kaharuddin menjelaskan BPK telah mendapati beberapa temuan dari OPD. Meski demikian, pihak OPD sejauh ini telah melakukan proses penyelesaian dengan baik.
Hanya saja beberapa proses pembaharuan dalam sistem mengharuskan sejumlah OPD untuk kembali beradaptasi dengan aplikasi yang digunakan.
"Karena aplikasinya masih baru, perlu adanya sosialisasi dan adaptasi guna menjalankan aplikasi tersebut," kata Zulkifli Kaharuddin, Selasa (27/1/2026).
Diketahui delapan temuan yang ditemukan BPK itu memiliki nilai aset yang cukup besar. Maka itu pihaknya mendesak OPD terkait agar segera menyelesaikan proses administrasi sampai penginputan ke aplikasi Elektronik Barang Milik Daerah (e-BMD).
"Progres laporan dari OPD sudah cukup baik, hanya tinggal melakukan penginputan ke e-BMD," tambahnya.
Sementara itu, pihak OPD berkomitmen akan menyelesaikan seluruh tahapan administrasi sampai dengan penginputan ke aplikasi e-BMD sebelum habisnya masa waktu penyelesaian proses tersebut.
Dari keseluruhan temuan yang ditemukan BPK, diketahui penyebab adanya temuan itu mayoritas dikarenakan adanya aplikasi baru yang digunakan. Banyak pegawai OPD yang masih beradaptasi dan belum mahir menggunakan aplikasi tersebut.
(Sf/Lo)