Cari disini...
Seputar Kaltim
Inspeksi dadakan Komisi C DPRD Bontang mengecek pembangunan drainase di Jalan P Suryanata. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Pengerjaan drainase di Jalan P Suryanata (ex Sendawar) diniliai banyak kekeliruan oleh Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang.
Ketua Komisi C, Alfin Rausan Fikry mengatakan, kontraktor mengecor badan trotoar terlalu tinggi. Hal itu menyebabkan, masyarakat yang tinggal maupun membuka usaha di samping jalan menjadi kesusahan untuk mengakses jalan masuk ke tempat mereka.
Karena hal itu, beberapa masyarakat terpaksa membuat jalan masuk sendiri menuju rumah mereka.
“Kalau sisi kanan dan kiri digunakan masyarakat sebanyak 50 cm untuk jalan baru, badan jalan sudah berkurang 1 meter,” ungkap Alfin saat melakukan inspeksi dadakan (sidak), Senin(6/1/2025).
Lebih jauh, hal itu dikhawatirkan akan menyebabkan badan jalan berdampak pada kemacetan jalan.
“Jika dari sekarang perencanaan tidak diperbaiki, kedepannya kemacetan tidak tertanggulangi,” ucap Alfin.
Selain itu, paving blok yang telah terpasang juga dinilai tidak kokoh, sehingga belum sebulan pengerjaan sudah banyak yang terkikis.
Terkait hal tersebut, Kepala Bisang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang Anwar Nurdi mengatakan, pihaknya tidak akan menerima pekerjaan dari kontraktor sebelum, perbaikan drainase yang telah dikritik dewan terselesaikan.
“Masih ada waktu satu tahun untuk pemeliharaan, jadi kita akan minta mereka benahi semua yang bermasalah,” ucap Anwar.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Inspeksi dadakan Komisi C DPRD Bontang mengecek pembangunan drainase di Jalan P Suryanata. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Pengerjaan drainase di Jalan P Suryanata (ex Sendawar) diniliai banyak kekeliruan oleh Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang.
Ketua Komisi C, Alfin Rausan Fikry mengatakan, kontraktor mengecor badan trotoar terlalu tinggi. Hal itu menyebabkan, masyarakat yang tinggal maupun membuka usaha di samping jalan menjadi kesusahan untuk mengakses jalan masuk ke tempat mereka.
Karena hal itu, beberapa masyarakat terpaksa membuat jalan masuk sendiri menuju rumah mereka.
“Kalau sisi kanan dan kiri digunakan masyarakat sebanyak 50 cm untuk jalan baru, badan jalan sudah berkurang 1 meter,” ungkap Alfin saat melakukan inspeksi dadakan (sidak), Senin(6/1/2025).
Lebih jauh, hal itu dikhawatirkan akan menyebabkan badan jalan berdampak pada kemacetan jalan.
“Jika dari sekarang perencanaan tidak diperbaiki, kedepannya kemacetan tidak tertanggulangi,” ucap Alfin.
Selain itu, paving blok yang telah terpasang juga dinilai tidak kokoh, sehingga belum sebulan pengerjaan sudah banyak yang terkikis.
Terkait hal tersebut, Kepala Bisang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang Anwar Nurdi mengatakan, pihaknya tidak akan menerima pekerjaan dari kontraktor sebelum, perbaikan drainase yang telah dikritik dewan terselesaikan.
“Masih ada waktu satu tahun untuk pemeliharaan, jadi kita akan minta mereka benahi semua yang bermasalah,” ucap Anwar.
(Sf/Rs)