Cari disini...
Seputar Kaltim
RDP Komisi A DPRD Kota Bontang Terkait Kasus Kehamilan Anak Dibawah Umur. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Penyediaan ruang bagi remaja untuk mengembangkan minat dan bakat dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah kehamilan di bawah umur. DPRD Kota Bontang menilai upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui sosialisasi, tetapi juga harus dibarengi dengan pembinaan yang berkelanjutan.
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, mengatakan pemerintah daerah perlu memperbanyak program dan fasilitas yang mampu mengakomodasi aktivitas positif generasi muda. Menurutnya, ketika remaja memiliki ruang untuk berkarya, mereka akan lebih terdorong mengembangkan potensi diri dibanding terlibat dalam perilaku yang berisiko.
“Remaja membutuhkan wadah untuk berkembang. Jangan hanya diberikan nasihat, tetapi juga difasilitasi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masa depan mereka,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Saeful menyebut berbagai kegiatan seperti olahraga, seni, pelatihan keterampilan, hingga pengembangan kewirausahaan dapat menjadi sarana bagi remaja untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang produktif sekaligus membangun karakter.
Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Peran keluarga, sekolah, organisasi kemasyarakatan, dan lingkungan sekitar juga diperlukan agar pengawasan terhadap anak dan remaja dapat berjalan secara optimal.
Selain penyediaan ruang kreativitas, Saeful menilai edukasi mengenai kesehatan reproduksi juga harus diberikan dengan metode yang sesuai usia. Dengan pemahaman yang benar, remaja diharapkan mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab dan menghindari perilaku yang berisiko.
“Semua pihak harus mengambil peran agar persoalan ini dapat dicegah sejak dini dan tidak terus berulang,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat sehingga lahir generasi muda Bontang yang sehat, produktif, dan mampu menjadi penerus pembangunan daerah.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

RDP Komisi A DPRD Kota Bontang Terkait Kasus Kehamilan Anak Dibawah Umur. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Penyediaan ruang bagi remaja untuk mengembangkan minat dan bakat dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah kehamilan di bawah umur. DPRD Kota Bontang menilai upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui sosialisasi, tetapi juga harus dibarengi dengan pembinaan yang berkelanjutan.
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, mengatakan pemerintah daerah perlu memperbanyak program dan fasilitas yang mampu mengakomodasi aktivitas positif generasi muda. Menurutnya, ketika remaja memiliki ruang untuk berkarya, mereka akan lebih terdorong mengembangkan potensi diri dibanding terlibat dalam perilaku yang berisiko.
“Remaja membutuhkan wadah untuk berkembang. Jangan hanya diberikan nasihat, tetapi juga difasilitasi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masa depan mereka,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Saeful menyebut berbagai kegiatan seperti olahraga, seni, pelatihan keterampilan, hingga pengembangan kewirausahaan dapat menjadi sarana bagi remaja untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang produktif sekaligus membangun karakter.
Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Peran keluarga, sekolah, organisasi kemasyarakatan, dan lingkungan sekitar juga diperlukan agar pengawasan terhadap anak dan remaja dapat berjalan secara optimal.
Selain penyediaan ruang kreativitas, Saeful menilai edukasi mengenai kesehatan reproduksi juga harus diberikan dengan metode yang sesuai usia. Dengan pemahaman yang benar, remaja diharapkan mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab dan menghindari perilaku yang berisiko.
“Semua pihak harus mengambil peran agar persoalan ini dapat dicegah sejak dini dan tidak terus berulang,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat sehingga lahir generasi muda Bontang yang sehat, produktif, dan mampu menjadi penerus pembangunan daerah.
(Sf/Rs)