Seputar Kaltim

    DPRD Berau Minta Masyarakat Awasi Penggunaan Kembang Api dan Petasan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    31 Desember 2024 pukul 10:37 WITA

    Pedagang kembang api dan petasan di pinggir jalan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - menjelang malam tahun baru, pedagang petasan dan kembang api mulai bermunculan di berbagai jalan raya. Kembang api dan terompet menjadi simbol wajib bagi anak-anak dalam merayakan malam pergantian tahun.

    Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, mengingatkan orang tua untuk tetap mengawasi anak-anak saat bermain kembang api. Hal ini penting untuk mencegah cedera atau bahkan musibah kebakaran akibat percikan api.

    Oleh karena itu, ia menyarankan agar malam tahun baru dirayakan dengan dengan kegiatan positif seperti berdoa, berkumpul bersama keluarga tanpa menggunakan kembang api dan petasan. Hal itu dikarenakan penggunaan petasan sering kali menyebabkan gangguan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. 

    Ia juga berpesan, agar waspada dalam penggunaan kembang api dan petasan karena dapat menimbulkan musibah seperti cedera hingga kebakaran.

    "Kembang api dan terompet itu sudah jadi barang wajib dan kebanyakan peminatnya anak-anak. Jadi peran orang tua penting dalam pengawasan," ujar Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin.

    Ia juga menjelaskan, selain dapat membahayakan diri sendiri, penggunaan petasan dan kembang api dapat membahayakan lingkungan sekitar. Sehingga ia mengimbau agar pengguna tersebut hati-hati agar tidak menimbulkan hal yg tidak diinginkan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. 

    "Perayaan yang seharusnya menyenangkan justru berujung pada musibah karena kelalaian saat bermain petasan atau kembang api," tuturnya.

    Ia mengajak agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menyambut pergantian tahun, dengan menghindari aktivitas yang berisiko, dan fokus pada perayaan serta kegiatan yang bermanfaat dan lebih positif.

    Dirinya pun memberi contoh dengan kegiatan yang lebih bermakna, seperti doa bersama, berkumpul dengan keluarga, atau mengikuti acara yang diselenggarakan pemerintah daerah, bisa menjadi alternatif.

    Thamrin juga berpesan, selain peran orang tua, aparat keamanan juga diminta untuk meningkatkan pengawasan terkait penggunaan petasan dan kembang api.

    "Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama malam tahun baru," kuncinya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DPRD Berau Minta Masyarakat Awasi Penggunaan Kembang Api dan Petasan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    31 Desember 2024 pukul 10:37 WITA

    Pedagang kembang api dan petasan di pinggir jalan. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - menjelang malam tahun baru, pedagang petasan dan kembang api mulai bermunculan di berbagai jalan raya. Kembang api dan terompet menjadi simbol wajib bagi anak-anak dalam merayakan malam pergantian tahun.

    Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, mengingatkan orang tua untuk tetap mengawasi anak-anak saat bermain kembang api. Hal ini penting untuk mencegah cedera atau bahkan musibah kebakaran akibat percikan api.

    Oleh karena itu, ia menyarankan agar malam tahun baru dirayakan dengan dengan kegiatan positif seperti berdoa, berkumpul bersama keluarga tanpa menggunakan kembang api dan petasan. Hal itu dikarenakan penggunaan petasan sering kali menyebabkan gangguan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. 

    Ia juga berpesan, agar waspada dalam penggunaan kembang api dan petasan karena dapat menimbulkan musibah seperti cedera hingga kebakaran.

    "Kembang api dan terompet itu sudah jadi barang wajib dan kebanyakan peminatnya anak-anak. Jadi peran orang tua penting dalam pengawasan," ujar Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin.

    Ia juga menjelaskan, selain dapat membahayakan diri sendiri, penggunaan petasan dan kembang api dapat membahayakan lingkungan sekitar. Sehingga ia mengimbau agar pengguna tersebut hati-hati agar tidak menimbulkan hal yg tidak diinginkan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. 

    "Perayaan yang seharusnya menyenangkan justru berujung pada musibah karena kelalaian saat bermain petasan atau kembang api," tuturnya.

    Ia mengajak agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menyambut pergantian tahun, dengan menghindari aktivitas yang berisiko, dan fokus pada perayaan serta kegiatan yang bermanfaat dan lebih positif.

    Dirinya pun memberi contoh dengan kegiatan yang lebih bermakna, seperti doa bersama, berkumpul dengan keluarga, atau mengikuti acara yang diselenggarakan pemerintah daerah, bisa menjadi alternatif.

    Thamrin juga berpesan, selain peran orang tua, aparat keamanan juga diminta untuk meningkatkan pengawasan terkait penggunaan petasan dan kembang api.

    "Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama malam tahun baru," kuncinya.

    (Sf/Rs)