Seputar Kaltim

    DPRD Balikpapan, Masih Soroti Masalah Banjir

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Permasalahan banjir, pendidikan dan kesehatan di Kota Balikpapan masih menjadi sorotan seluruh Fraksi-Fraksi DPRD Kota Balikpapan.

    Hal itu disampaikan saat pandangan umum fraksi terhadap Nota Penjelasan (Nopen) Wali Kota Balikpapan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Balikpapan tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024.

    "Dewan tidak permasalahkan anggaran yang digelontorkan begitu banyak, tetapi harus berbanding lurus dengan kegiatan yang ada," ucap Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle kepada awak media, Selasa (20/8/2024).

    Sorotan yang disampaikan seluruh fraksi, kata dia, akan menjadi atensi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk segera dibenahi dan dituntaskan, salah satunya masalah banjir yang belum tuntas.

    "Ini murni pandangan mereka sendiri. Kami tidak bisa mengintervensi bahwa itulah hasil daripada laporan. Mungkin saja saat teman-teman reses atau rapat dengar pendapat disampaikan, sehingga sekarang dituangkan dalam pandangan umum fraksi," akunya.

    Lebih jauh, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin menyampaikan, sorotan dari fraksi salah satunya mengenai persoalan banjir. Namun penanganan banjir di Balikpapan belum selesai dan masih berproses.

    "Kalau kita berbicara DAS Ampal itu kan dari hulu ke hilir, kemudian kegiatan di DAS Ampal merupakan salah satu kegiatan Pemkot. Sehingga proses pengendalian banjir ini akan lanjut dilakukan ditahun 2025," akunya.

    Diharapkan ini terus berproses dan berprogres. Sehingga dari hulu ke hilir bisa dilaksanakan dan ditangani. Sebenarnya pengerjaan pengendalian banjir ini bukan DAS Ampal saja melainkan pengerjaan dari hulu ke hilir, seperti halnya pengerjaan di pintu air dekat Hotel Zurich.

    "Dengan begitu, kami akan maksimalkan pengadaan Bendali dan bozem dalam penanggulangan banjir di Balikpapan walaupun terbatas. Maka itu perlu kerjasama semua pihak," paparnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DPRD Balikpapan, Masih Soroti Masalah Banjir

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Permasalahan banjir, pendidikan dan kesehatan di Kota Balikpapan masih menjadi sorotan seluruh Fraksi-Fraksi DPRD Kota Balikpapan.

    Hal itu disampaikan saat pandangan umum fraksi terhadap Nota Penjelasan (Nopen) Wali Kota Balikpapan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Balikpapan tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024.

    "Dewan tidak permasalahkan anggaran yang digelontorkan begitu banyak, tetapi harus berbanding lurus dengan kegiatan yang ada," ucap Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle kepada awak media, Selasa (20/8/2024).

    Sorotan yang disampaikan seluruh fraksi, kata dia, akan menjadi atensi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk segera dibenahi dan dituntaskan, salah satunya masalah banjir yang belum tuntas.

    "Ini murni pandangan mereka sendiri. Kami tidak bisa mengintervensi bahwa itulah hasil daripada laporan. Mungkin saja saat teman-teman reses atau rapat dengar pendapat disampaikan, sehingga sekarang dituangkan dalam pandangan umum fraksi," akunya.

    Lebih jauh, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin menyampaikan, sorotan dari fraksi salah satunya mengenai persoalan banjir. Namun penanganan banjir di Balikpapan belum selesai dan masih berproses.

    "Kalau kita berbicara DAS Ampal itu kan dari hulu ke hilir, kemudian kegiatan di DAS Ampal merupakan salah satu kegiatan Pemkot. Sehingga proses pengendalian banjir ini akan lanjut dilakukan ditahun 2025," akunya.

    Diharapkan ini terus berproses dan berprogres. Sehingga dari hulu ke hilir bisa dilaksanakan dan ditangani. Sebenarnya pengerjaan pengendalian banjir ini bukan DAS Ampal saja melainkan pengerjaan dari hulu ke hilir, seperti halnya pengerjaan di pintu air dekat Hotel Zurich.

    "Dengan begitu, kami akan maksimalkan pengadaan Bendali dan bozem dalam penanggulangan banjir di Balikpapan walaupun terbatas. Maka itu perlu kerjasama semua pihak," paparnya.

    (Sf/Rs)