Seputar Kaltim

    DPRD Balikpapan Harap  Kios Penyeimbang  Bisa Tekan Inflasi

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Anggota DPRD Kota Balikpapan Nelly Turuallo (depan kanan) mendukung pemerintah kota Balikpapan dalam menekan inflasi dan memberikan harga yang lebih terjangkau. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dua kios penyeimbang di Pasar Klandasan dan Pasar Tradisional Pandansari Balikpapan telah diresmikan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Jumat (25/10/2024).

    Peresmian disambut baik oleh Anggota DPRD Kota Balikpapan Nelly Turuallo. Menurutnya, ini sebagai upaya pemerintah dalam menekan inflasi di Kota Balikpapan.

    “Apalagi pasokan pangan di Balikpapan sebagian besar di suplai dari luar daerah, sehingga dengan adanya kios penyeimbang, harga yang diberikan lebih terjangkau,” ucap Nelly usai menghadiri peresmian.

    Ia mengaku bangga, Kota Balikpapan memiliki toko penyeimbang. Mengingat dari 10 kabupaten kota yang ada di Kaltim, baru ada tiga daerah yang mempunyai toko penyeimbang yakni Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU) dan Balikpapan.

    "Kami bersyukur, Balikpapan bisa mempunyai kios penyeimbang, yang diresmikan langsung oleh Pj Gubernur Kaltim," jelas Politisi Partai Golkar.

    Dirinya berharap melalui kios penyeimbang ini, harga kebutuhan pokok di Balikpapan bisa tetap terjaga. Ditambah pemerintah selalu ada untuk menstabilkan kebutuhan pokok.

    “Ini bagus sekali. Mudah-mudahan apa yang dilakukan pemerintah provinsi Kaltim menjadi percontohan bagi provinsi lainnya," terangnya.

    Lebih jauh, Direksi Perumda Manuntung Sukses, Andi Sangkuru menambahkan, kios penyeimbang adalah inovasi dari pemerintah Provinsi Kaltim, dalam upaya mengendalikan inflasi dan menjaga ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

    "Perumda Manuntung Sukses sebagai BUMD Kota Balikpapan diamanatkan dan ditugaskan untuk mengelola toko penyimbang. Ini salah satu bukti nyata kami sebagai anggota TPID Kota Balikpapan," tambahnya.

    Dirinya menerangkan, di Balikpapan sendiri ada dua kios penyeimbang yakni di Pasar Klandasan dan Pasar Tradisional Pandansari Balikpapan.

    Toko penyeimbang di Balikpapan diberi nama Gerakan Stabilisasi Inflasi Terkendali (Gesit). Toko penyeimbang menyediakan beberapa komoditi terdiri dari beras, minyak goreng, telur, gula dan holtikultura.

    "Di dua pasar tersebut, kami telah di fasilitasi dua kios oleh Dinas Perdagangan Balikpapan, hanya saja kegiatan ceremony difokuskan di Pasar Klandasan," paparnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DPRD Balikpapan Harap  Kios Penyeimbang  Bisa Tekan Inflasi

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Anggota DPRD Kota Balikpapan Nelly Turuallo (depan kanan) mendukung pemerintah kota Balikpapan dalam menekan inflasi dan memberikan harga yang lebih terjangkau. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dua kios penyeimbang di Pasar Klandasan dan Pasar Tradisional Pandansari Balikpapan telah diresmikan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Jumat (25/10/2024).

    Peresmian disambut baik oleh Anggota DPRD Kota Balikpapan Nelly Turuallo. Menurutnya, ini sebagai upaya pemerintah dalam menekan inflasi di Kota Balikpapan.

    “Apalagi pasokan pangan di Balikpapan sebagian besar di suplai dari luar daerah, sehingga dengan adanya kios penyeimbang, harga yang diberikan lebih terjangkau,” ucap Nelly usai menghadiri peresmian.

    Ia mengaku bangga, Kota Balikpapan memiliki toko penyeimbang. Mengingat dari 10 kabupaten kota yang ada di Kaltim, baru ada tiga daerah yang mempunyai toko penyeimbang yakni Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU) dan Balikpapan.

    "Kami bersyukur, Balikpapan bisa mempunyai kios penyeimbang, yang diresmikan langsung oleh Pj Gubernur Kaltim," jelas Politisi Partai Golkar.

    Dirinya berharap melalui kios penyeimbang ini, harga kebutuhan pokok di Balikpapan bisa tetap terjaga. Ditambah pemerintah selalu ada untuk menstabilkan kebutuhan pokok.

    “Ini bagus sekali. Mudah-mudahan apa yang dilakukan pemerintah provinsi Kaltim menjadi percontohan bagi provinsi lainnya," terangnya.

    Lebih jauh, Direksi Perumda Manuntung Sukses, Andi Sangkuru menambahkan, kios penyeimbang adalah inovasi dari pemerintah Provinsi Kaltim, dalam upaya mengendalikan inflasi dan menjaga ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

    "Perumda Manuntung Sukses sebagai BUMD Kota Balikpapan diamanatkan dan ditugaskan untuk mengelola toko penyimbang. Ini salah satu bukti nyata kami sebagai anggota TPID Kota Balikpapan," tambahnya.

    Dirinya menerangkan, di Balikpapan sendiri ada dua kios penyeimbang yakni di Pasar Klandasan dan Pasar Tradisional Pandansari Balikpapan.

    Toko penyeimbang di Balikpapan diberi nama Gerakan Stabilisasi Inflasi Terkendali (Gesit). Toko penyeimbang menyediakan beberapa komoditi terdiri dari beras, minyak goreng, telur, gula dan holtikultura.

    "Di dua pasar tersebut, kami telah di fasilitasi dua kios oleh Dinas Perdagangan Balikpapan, hanya saja kegiatan ceremony difokuskan di Pasar Klandasan," paparnya.

    (Sf/Rs)