Seputar Kaltim

    DPRD Balikpapan Fokuskan Pelatihan Skill, Agar Warga Lokal Terserap Proyek RDMP

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – DPRD Kota Balikpapan menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dan terserap dalam proyek strategis Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina Balikpapan.

    Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mengatakan penyerapan tenaga kerja lokal harus diiringi dengan kesiapan skill dan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri. Karena itu, pelatihan menjadi kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja lokal.

    “Perusahaan tentu harus memberi prioritas kepada warga Balikpapan, tetapi tetap sesuai prosedur dan kompetensi yang dimiliki,” ucap Gasali saat dihubungi awak media, Kamis (18/12/2025).

    Menurut Gasali, DPRD memiliki peran pengawasan kebijakan, sementara pelaksanaan teknis peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi kewenangan Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).

    Ia menjelaskan, Disnaker Balikpapan bersama Balai Latihan Kerja (BLK) secara rutin menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi setiap tahun untuk meningkatkan keterampilan warga.

    “Dorongan peningkatan skill ini terus kami gaungkan agar tenaga kerja lokal benar-benar siap dan berdaya saing,” jelasnya.

    Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pekerja, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah.

    Selain itu, DPRD Balikpapan juga terus melakukan koordinasi intensif dengan manajemen Pertamina melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mengawasi pelaksanaan proyek RDMP.

    Ia menegaskan, salah satu fokus pengawasan adalah penerapan aturan ketenagakerjaan daerah yang mewajibkan perusahaan mempekerjakan 60 persen tenaga kerja lokal dan 40 persen dari luar daerah.

    “Kami tidak ingin warga Balikpapan hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DPRD Balikpapan Fokuskan Pelatihan Skill, Agar Warga Lokal Terserap Proyek RDMP

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – DPRD Kota Balikpapan menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dan terserap dalam proyek strategis Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina Balikpapan.

    Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mengatakan penyerapan tenaga kerja lokal harus diiringi dengan kesiapan skill dan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri. Karena itu, pelatihan menjadi kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja lokal.

    “Perusahaan tentu harus memberi prioritas kepada warga Balikpapan, tetapi tetap sesuai prosedur dan kompetensi yang dimiliki,” ucap Gasali saat dihubungi awak media, Kamis (18/12/2025).

    Menurut Gasali, DPRD memiliki peran pengawasan kebijakan, sementara pelaksanaan teknis peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi kewenangan Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).

    Ia menjelaskan, Disnaker Balikpapan bersama Balai Latihan Kerja (BLK) secara rutin menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi setiap tahun untuk meningkatkan keterampilan warga.

    “Dorongan peningkatan skill ini terus kami gaungkan agar tenaga kerja lokal benar-benar siap dan berdaya saing,” jelasnya.

    Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pekerja, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah.

    Selain itu, DPRD Balikpapan juga terus melakukan koordinasi intensif dengan manajemen Pertamina melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mengawasi pelaksanaan proyek RDMP.

    Ia menegaskan, salah satu fokus pengawasan adalah penerapan aturan ketenagakerjaan daerah yang mewajibkan perusahaan mempekerjakan 60 persen tenaga kerja lokal dan 40 persen dari luar daerah.

    “Kami tidak ingin warga Balikpapan hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)