Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah menyambut positif langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang resmi menjalin kerja sama dengan PT Arsari Tirta Pradana untuk penyediaan air bersih.
Menurutnya, kerja sama ini menjadi momentum penting untuk mengatasi krisis air bersih yang sudah lama dikeluhkan warga.
“Ini bukan lagi sekadar wacana. Kerja sama ini sudah ditindaklanjuti secara resmi, dan kami berharap bisa langsung memberi manfaat bagi masyarakat,” ucap Adi sapaan akrabnya kepada media, Jumat (15/8/2025).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa saat ini ketersediaan air bersih masih jauh dari cukup. Kerja sama yang ada masih pada tahap awal, yakni pembahasan dan pendalaman, belum masuk ke pelaksanaan teknis.
"Kalau soal air sudah tercukupi, belum. Ini masih kesepakatan awal. Dari pernyataan yang ada, belum sampai pada tahap teknis," imbuhnya.
Adi juga menyinggung kunjungan DPR RI yang sebelumnya diterima wakil wali kota Balikpapan. Pertemuan tersebut membahas pemanfaatan Waduk Embung Aji Raden yang hingga kini belum dimanfaatkan. Hambatan utama terletak pada proses pembebasan lahan.
"Masalah embung ini memang harus segera dikerjakan. Informasinya, anggaran pembebasan lahan sudah disiapkan pada 2025. Kami harap bisa segera ditindaklanjuti agar pembangunan dimulai,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa akses air bersih di Balikpapan masih terbatas. Sambungan rumah (SR) dan jaringan pipa saat ini dibatasi, sementara daftar tunggu mencapai sekitar 4.000 pelanggan.
"Kalau ditanya aman, masih belum. Masyarakat belum menikmati air bersih secara merata. Walaupun secara bertahap sudah mulai diakomodir," paparnya.
Dewan berharap PT Arsari Group dapat mempercepat proses kajian dan segera masuk ke tahap teknis agar persoalan air baku dapat diselesaikan.
“Kami ingin kajian ini tidak terlalu lama. Harapannya, secepatnya menyentuh teknis, sehingga pasokan air baku bisa terpenuhi untuk warga Balikpapan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah menyambut positif langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang resmi menjalin kerja sama dengan PT Arsari Tirta Pradana untuk penyediaan air bersih.
Menurutnya, kerja sama ini menjadi momentum penting untuk mengatasi krisis air bersih yang sudah lama dikeluhkan warga.
“Ini bukan lagi sekadar wacana. Kerja sama ini sudah ditindaklanjuti secara resmi, dan kami berharap bisa langsung memberi manfaat bagi masyarakat,” ucap Adi sapaan akrabnya kepada media, Jumat (15/8/2025).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa saat ini ketersediaan air bersih masih jauh dari cukup. Kerja sama yang ada masih pada tahap awal, yakni pembahasan dan pendalaman, belum masuk ke pelaksanaan teknis.
"Kalau soal air sudah tercukupi, belum. Ini masih kesepakatan awal. Dari pernyataan yang ada, belum sampai pada tahap teknis," imbuhnya.
Adi juga menyinggung kunjungan DPR RI yang sebelumnya diterima wakil wali kota Balikpapan. Pertemuan tersebut membahas pemanfaatan Waduk Embung Aji Raden yang hingga kini belum dimanfaatkan. Hambatan utama terletak pada proses pembebasan lahan.
"Masalah embung ini memang harus segera dikerjakan. Informasinya, anggaran pembebasan lahan sudah disiapkan pada 2025. Kami harap bisa segera ditindaklanjuti agar pembangunan dimulai,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa akses air bersih di Balikpapan masih terbatas. Sambungan rumah (SR) dan jaringan pipa saat ini dibatasi, sementara daftar tunggu mencapai sekitar 4.000 pelanggan.
"Kalau ditanya aman, masih belum. Masyarakat belum menikmati air bersih secara merata. Walaupun secara bertahap sudah mulai diakomodir," paparnya.
Dewan berharap PT Arsari Group dapat mempercepat proses kajian dan segera masuk ke tahap teknis agar persoalan air baku dapat diselesaikan.
“Kami ingin kajian ini tidak terlalu lama. Harapannya, secepatnya menyentuh teknis, sehingga pasokan air baku bisa terpenuhi untuk warga Balikpapan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)