Cari disini...
Seputar Kaltim
Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin (baju putuh berjaket) saat berbincang dengn salah satu konsumen yang membeli BBM Subsidi Pertalite. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Sebagai tindaklanjut untuk menanggapi keluhan masyarakat, khususnya di daerah Kaltim. Anggota DPR RI Syafruddin turun langsung ke SPBU Balikpapan, salah satunya di kawasan Jalan MT Haryono, Balikpapan Kota bersama pihak Pertamina Patraniaga, Rabu (11/12/2024).
Hal ini dilakukan untuk memastikan langsung di lapangan, apa yang menyebabkan terjadinya antrean.
Berdasarkan penjelasan Pertamina dan situasi dilapangan, Syafruddin melihat bahwa antrian terjadi karena jumlah SPBU di Balikpapan masih cukup terbatas. Sehingga belum mampu menjawab kebutuhan BBM-nya warga Kaltim, khususnya di Balikpapan, Samarinda, dan sekitarnya.
"Sedangkan untuk kouta kebutuhan BBM yang disalurkan Pertamina telah cukup," ucapnya saat meninjau SPBU MT Haryono Balikpapan.
Selain jumlah terbatas, lokasi kondisi SPBU yang kecil juga menjadi faktor karena tidak dapat menampung mobil lebih banyak, sehingga terjadi antrean di jalan. Dan untuk kedepan ini akan jadi bahan evaluasi.
"Sebagai wakil rakyat, tentu saya akan mengawal permasalahan ini. Begitupun dengan kelangkaan gas LPG 3 Kilogram," jelasnya Anggota Komisi XII DPR RI.
Lanjutnya, sebenarnya secara ketersediaan koutanya sudah ada, tinggal manajemen pengelolaannya mungkin kedepan yang harus dibenahi.
Kemudian untuk persiapan menghadapi natal dan tahun baru, pihak Pertamina telah menyiapkan beberapa opsi, salah satunya akan membuka layanan SPBU 24 jam.
"Serta akan mempersiapkan SPBU kantong. Saya kira tidak ada persoalan untuk menghadapi Nataru, Pertamina sudah siap," akunya.
Disinggung perihal penambahan kouta, pastinya ia akan perjuangkan. Namun untuk saat ini, ia akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar mempermudah pembangunan SPBU di kota-kota besar seperti Balikpapan, Samarinda, dan sekitarnya.
Kemudian perihal pendistribusian BBM subsidi jenis Pertalite, sebutnya, pemerintah daerah juga turut andil mengatur menguraikan, hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan di satu SPBU. Mengingat banyaknya masyarakat yang menggunakan BBM jenis Pertalite.
"Misalnya tadi opsinya di Stalkuda itu khusus motor, dan di MT Haryono khusus mobil. Jadi seperti itu penguraiannya," terangnya.
Tempat yang sama, Sales Area Manager Kaltimut Pertamina Patraniaga, Hendri Eko menambahkan, terkait dengan kouta BBM yang disalurkan ke setiap SPBU selama ini telah mencukupi sampai dengan akhir tahun 2024 ini. Hanya saja memang penggunaan konsumen berbeda-beda dan tidak menentu.
“Akan tetapi secara umum, dari jumlah SPBU di beberapa tempat masih kurang karena keterbatasan lahan,” akunya.
Selain itu, kondisi tempat SPBU yang relatif kecil juga menjadi kendala, berbeda dengan daerah pulau Jawa yang lebih luas. Sehingga baru beberapa kendaraan yang antre sudah terlihat penuh, dan itu salah satu penyebabnya.
“Belum lagi saat ada mobil tangki yang melakukan pengisian BBM, para konsumen sudah antre menunggu di depan, hingga diliat terjadi antrean, padahal tidak,” tambahnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin (baju putuh berjaket) saat berbincang dengn salah satu konsumen yang membeli BBM Subsidi Pertalite. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Sebagai tindaklanjut untuk menanggapi keluhan masyarakat, khususnya di daerah Kaltim. Anggota DPR RI Syafruddin turun langsung ke SPBU Balikpapan, salah satunya di kawasan Jalan MT Haryono, Balikpapan Kota bersama pihak Pertamina Patraniaga, Rabu (11/12/2024).
Hal ini dilakukan untuk memastikan langsung di lapangan, apa yang menyebabkan terjadinya antrean.
Berdasarkan penjelasan Pertamina dan situasi dilapangan, Syafruddin melihat bahwa antrian terjadi karena jumlah SPBU di Balikpapan masih cukup terbatas. Sehingga belum mampu menjawab kebutuhan BBM-nya warga Kaltim, khususnya di Balikpapan, Samarinda, dan sekitarnya.
"Sedangkan untuk kouta kebutuhan BBM yang disalurkan Pertamina telah cukup," ucapnya saat meninjau SPBU MT Haryono Balikpapan.
Selain jumlah terbatas, lokasi kondisi SPBU yang kecil juga menjadi faktor karena tidak dapat menampung mobil lebih banyak, sehingga terjadi antrean di jalan. Dan untuk kedepan ini akan jadi bahan evaluasi.
"Sebagai wakil rakyat, tentu saya akan mengawal permasalahan ini. Begitupun dengan kelangkaan gas LPG 3 Kilogram," jelasnya Anggota Komisi XII DPR RI.
Lanjutnya, sebenarnya secara ketersediaan koutanya sudah ada, tinggal manajemen pengelolaannya mungkin kedepan yang harus dibenahi.
Kemudian untuk persiapan menghadapi natal dan tahun baru, pihak Pertamina telah menyiapkan beberapa opsi, salah satunya akan membuka layanan SPBU 24 jam.
"Serta akan mempersiapkan SPBU kantong. Saya kira tidak ada persoalan untuk menghadapi Nataru, Pertamina sudah siap," akunya.
Disinggung perihal penambahan kouta, pastinya ia akan perjuangkan. Namun untuk saat ini, ia akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar mempermudah pembangunan SPBU di kota-kota besar seperti Balikpapan, Samarinda, dan sekitarnya.
Kemudian perihal pendistribusian BBM subsidi jenis Pertalite, sebutnya, pemerintah daerah juga turut andil mengatur menguraikan, hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan di satu SPBU. Mengingat banyaknya masyarakat yang menggunakan BBM jenis Pertalite.
"Misalnya tadi opsinya di Stalkuda itu khusus motor, dan di MT Haryono khusus mobil. Jadi seperti itu penguraiannya," terangnya.
Tempat yang sama, Sales Area Manager Kaltimut Pertamina Patraniaga, Hendri Eko menambahkan, terkait dengan kouta BBM yang disalurkan ke setiap SPBU selama ini telah mencukupi sampai dengan akhir tahun 2024 ini. Hanya saja memang penggunaan konsumen berbeda-beda dan tidak menentu.
“Akan tetapi secara umum, dari jumlah SPBU di beberapa tempat masih kurang karena keterbatasan lahan,” akunya.
Selain itu, kondisi tempat SPBU yang relatif kecil juga menjadi kendala, berbeda dengan daerah pulau Jawa yang lebih luas. Sehingga baru beberapa kendaraan yang antre sudah terlihat penuh, dan itu salah satu penyebabnya.
“Belum lagi saat ada mobil tangki yang melakukan pengisian BBM, para konsumen sudah antre menunggu di depan, hingga diliat terjadi antrean, padahal tidak,” tambahnya.
(Sf/Rs)