Seputar Kaltim

    DPPKB Kutim Tancap Gas Tangani Stunting dan Perkuat Program Lansia Berdaya

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    16 Januari 2026 pukul 11:09 WITA

    Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk fokus pada dua program utama, yaitu percepatan penanganan stunting dan penguatan kesejahteraan lanjut usia melalui program Lansia Berdaya (Sidaya).


    Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi menyampaikan penanganan stunting menjadi prioritas karena telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, DPPKB ditunjuk sebagai Sekretariat Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten yang melibatkan berbagai perangkat daerah.


    “Tim ini melibatkan berbagai OPD, seperti Bappeda, Dinas Kesehatan, DPMD dan perangkat daerah lainnya. Semuanya sudah ditetapkan melalui SK Bupati," ujar Junaidi.


    Selain fokus pada stunting, DPPKB juga menjalankan berbagai program dalam kerangka Bangga Kencana. Salah satu program yang kini mulai diperkuat ialah Sidaya, yaitu program yang memberi perhatian khusus kepada para lanjut usia agar tetap sehat, mandiri dan memiliki kualitas hidup yang baik.


    Menurut Junaidi, kondisi sosial saat ini menunjukkan banyak orang tua yang harus hidup berdua atau bahkan sendiri setelah anak-anak mereka berkeluarga dan tinggal terpisah. Hal ini sering membuat para lansia merasa kesepian dan kurang mendapat perhatian.


    “Tidak semua orang tua bisa selalu bergantung kepada anaknya. Di sinilah pentingnya peran pemerintah untuk hadir, salah satunya melalui program Sidaya,” tambahnya.


    Di Kutim program perhatian terhadap lansia ini belum pernah dijalankan secara maksimal, bahkan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur baru beberapa daerah yang mulai serius mengembangkan program serupa.


    Melalui penguatan program Sidaya, DPPKB Kutim berharap para lansia di daerah tetap memiliki kehidupan yang layak, sehat dan bermakna, serta tidak merasa sendiri dalam menjalani masa tua mereka.


    “Di sinilah pentingnya peran kehadiran pemerintah melalui program Sidaya,” pungkasnya.


    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    DPPKB Kutim Tancap Gas Tangani Stunting dan Perkuat Program Lansia Berdaya

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    16 Januari 2026 pukul 11:09 WITA

    Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk fokus pada dua program utama, yaitu percepatan penanganan stunting dan penguatan kesejahteraan lanjut usia melalui program Lansia Berdaya (Sidaya).


    Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi menyampaikan penanganan stunting menjadi prioritas karena telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, DPPKB ditunjuk sebagai Sekretariat Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten yang melibatkan berbagai perangkat daerah.


    “Tim ini melibatkan berbagai OPD, seperti Bappeda, Dinas Kesehatan, DPMD dan perangkat daerah lainnya. Semuanya sudah ditetapkan melalui SK Bupati," ujar Junaidi.


    Selain fokus pada stunting, DPPKB juga menjalankan berbagai program dalam kerangka Bangga Kencana. Salah satu program yang kini mulai diperkuat ialah Sidaya, yaitu program yang memberi perhatian khusus kepada para lanjut usia agar tetap sehat, mandiri dan memiliki kualitas hidup yang baik.


    Menurut Junaidi, kondisi sosial saat ini menunjukkan banyak orang tua yang harus hidup berdua atau bahkan sendiri setelah anak-anak mereka berkeluarga dan tinggal terpisah. Hal ini sering membuat para lansia merasa kesepian dan kurang mendapat perhatian.


    “Tidak semua orang tua bisa selalu bergantung kepada anaknya. Di sinilah pentingnya peran pemerintah untuk hadir, salah satunya melalui program Sidaya,” tambahnya.


    Di Kutim program perhatian terhadap lansia ini belum pernah dijalankan secara maksimal, bahkan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur baru beberapa daerah yang mulai serius mengembangkan program serupa.


    Melalui penguatan program Sidaya, DPPKB Kutim berharap para lansia di daerah tetap memiliki kehidupan yang layak, sehat dan bermakna, serta tidak merasa sendiri dalam menjalani masa tua mereka.


    “Di sinilah pentingnya peran kehadiran pemerintah melalui program Sidaya,” pungkasnya.


    (Sf/Lo)