Cari disini...
Seputar Kaltim
DPPKB Kukar saat membahas program Toko Kencana ke Kampus (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Tenggarong – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Kartanegara (Kukar) kini tengah mengkaji perluasan pelaksanaan program Tempat Obrolan dan Konsultasi Keluarga Berencana (Toko Kencana) ke lingkungan kampus.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyebaran edukasi kepada masyarakat melalui keterlibatan mahasiswa.
Sekretaris DPPKB Kukar, Sri Lindawati mengatakan penyebaran edukasi kepada mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama ini telah dilakukan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) sebagai perpanjangan tangan DPPKB di lapangan.
"Penyebaran edukasi ke teman-teman KKN itu telah dilakukan oleh teman-teman yang berada di lapangan lewat PLKB dan PKB yang merupakan perpanjangan tangan dari DP2KB. Mereka sudah bersinergi," ujar Sri, Rabu (22/7/2026).
Selain melalui PLKB dan PKB, DPPKB Kukar juga telah menjalankan program Harmoni melalui kegiatan Go to Kampus yang secara khusus menyasar kalangan remaja dan mahasiswa.
"Kita sebenarnya ada kegiatan Harmoni yaitu Go to Kampus. Fokus sasarannya menyasar remaja dan mahasiswa. Itu sudah kita laksanakan sebelumnya," tuturnya.
Melihat potensi besar mahasiswa sebagai agen penyebar informasi, DPPKB Kukar berencana meninjau kemungkinan mengintegrasikan program Toko Kencana ke lingkungan kampus agar jangkauan edukasi semakin luas.
"Kita akan tinjau Toko Kencana Go to Kampus untuk bisa melakukan percepatan jika memang hal tersebut benar-benar dibutuhkan. Harapannya, perluasan program ini bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui teman-teman mahasiswa," ungkapnya.
Sri menjelaskan materi dalam kegiatan Go to Kampus selama ini disesuaikan dengan tema yang berkaitan dengan persiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, termasuk perencanaan rumah tangga dan kesehatan reproduksi.
Ia menambahkan program Toko Kencana memiliki cakupan yang lebih luas, sehingga perlu dilakukan penyesuaian apabila diterapkan di lingkungan kampus.
"Kalau Go to Kampus itu disesuaikan dengan tema terkait persiapan perencanaan rumah tangga dan kesehatan reproduksi remaja. Kalau Toko Kencana cakupannya luas sekali, nah itu yang harus kita tinjau agar lebih spesifik untuk konsumen kita yang ada di kampus," terangnya.
Melalui kajian tersebut, DPPKB Kukar berharap program Toko Kencana dapat menjangkau lebih banyak generasi muda sekaligus memperkuat edukasi mengenai pembangunan keluarga, kesehatan reproduksi dan perencanaan kehidupan berkeluarga di lingkungan perguruan tinggi.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

DPPKB Kukar saat membahas program Toko Kencana ke Kampus (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Tenggarong – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Kartanegara (Kukar) kini tengah mengkaji perluasan pelaksanaan program Tempat Obrolan dan Konsultasi Keluarga Berencana (Toko Kencana) ke lingkungan kampus.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyebaran edukasi kepada masyarakat melalui keterlibatan mahasiswa.
Sekretaris DPPKB Kukar, Sri Lindawati mengatakan penyebaran edukasi kepada mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama ini telah dilakukan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) sebagai perpanjangan tangan DPPKB di lapangan.
"Penyebaran edukasi ke teman-teman KKN itu telah dilakukan oleh teman-teman yang berada di lapangan lewat PLKB dan PKB yang merupakan perpanjangan tangan dari DP2KB. Mereka sudah bersinergi," ujar Sri, Rabu (22/7/2026).
Selain melalui PLKB dan PKB, DPPKB Kukar juga telah menjalankan program Harmoni melalui kegiatan Go to Kampus yang secara khusus menyasar kalangan remaja dan mahasiswa.
"Kita sebenarnya ada kegiatan Harmoni yaitu Go to Kampus. Fokus sasarannya menyasar remaja dan mahasiswa. Itu sudah kita laksanakan sebelumnya," tuturnya.
Melihat potensi besar mahasiswa sebagai agen penyebar informasi, DPPKB Kukar berencana meninjau kemungkinan mengintegrasikan program Toko Kencana ke lingkungan kampus agar jangkauan edukasi semakin luas.
"Kita akan tinjau Toko Kencana Go to Kampus untuk bisa melakukan percepatan jika memang hal tersebut benar-benar dibutuhkan. Harapannya, perluasan program ini bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui teman-teman mahasiswa," ungkapnya.
Sri menjelaskan materi dalam kegiatan Go to Kampus selama ini disesuaikan dengan tema yang berkaitan dengan persiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, termasuk perencanaan rumah tangga dan kesehatan reproduksi.
Ia menambahkan program Toko Kencana memiliki cakupan yang lebih luas, sehingga perlu dilakukan penyesuaian apabila diterapkan di lingkungan kampus.
"Kalau Go to Kampus itu disesuaikan dengan tema terkait persiapan perencanaan rumah tangga dan kesehatan reproduksi remaja. Kalau Toko Kencana cakupannya luas sekali, nah itu yang harus kita tinjau agar lebih spesifik untuk konsumen kita yang ada di kampus," terangnya.
Melalui kajian tersebut, DPPKB Kukar berharap program Toko Kencana dapat menjangkau lebih banyak generasi muda sekaligus memperkuat edukasi mengenai pembangunan keluarga, kesehatan reproduksi dan perencanaan kehidupan berkeluarga di lingkungan perguruan tinggi.
(Sf/Lo)