Seputar Kaltim

    DPPI Kutim Dikukuhkan, Wabup Dorong Generasi Muda Amalkan Pancasila

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    28 Januari 2026 pukul 14:57 WITA

    Wakil Bupati Kutim Mahyunadi saat mengukuhkan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kutim periode 2025–2029 di Kantor Bupati Kutim, Sangatta.

    Sangatta - Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi menegaskan peran strategis Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kutim sebagai teladan generasi muda dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan menjaga persatuan bangsa.

    Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pengukuhan DPPI Kutim periode 2025–2029 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sangatta, Rabu (28/1/2026).

    Mahyunadi menyampaikan anggota DPPI merupakan generasi terpilih yang telah melewati seleksi ketat, baik fisik, mental, maupun pengetahuan. Menurutnya tidak semua orang mampu lolos dalam proses tersebut.

    “Ada yang fisiknya bagus, tetapi mentalnya kurang. Ada juga yang mentalnya kuat, tetapi fisiknya tidak mendukung. Bahkan ada yang fisik dan mentalnya baik, namun pengetahuannya belum cukup. Di DPPI ini semuanya harus seimbang,” ujar Mahyunadi.

    Ia menambahkan, kesiapan fisik dan mental sangat penting karena tugas Paskibraka menuntut ketahanan. Jika tidak kuat, kondisi tersebut bisa berisiko saat bertugas.

    “Kalau tidak tahan, bisa pingsan. Itu berbahaya. Artinya yang terpilih ini memang benar-benar sudah melalui proses seleksi yang ketat,” tambahnya.

    Mahyunadi berharap para Duta Pancasila mampu mengembangkan kemampuan diri dan membagikannya kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda di Kutim.

    Ia juga mengingatkan tantangan tidak berhenti setelah pelantikan. Menurutnya setiap orang akan menghadapi seleksi kehidupan yang membutuhkan ketangguhan dan sikap pantang menyerah.

    “Di lapangan nanti, alam juga akan melakukan seleksi tanpa pemberitahuan. Karena itu dibutuhkan jiwa yang tahan banting. Jatuh itu hal biasa, tetapi bangkit adalah pilihan,” katanya.

    Mahyunadi berpesan agar para anggota DPPI Kutim menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta tidak melupakan doa dalam setiap aktivitas.

    "Jangan lupa berdoa dalam setiap kegiatan, karena dengan doa kepada Allah SWT, setiap ikhtiar yang dilakukan akan lebih bermakna,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    DPPI Kutim Dikukuhkan, Wabup Dorong Generasi Muda Amalkan Pancasila

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    28 Januari 2026 pukul 14:57 WITA

    Wakil Bupati Kutim Mahyunadi saat mengukuhkan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kutim periode 2025–2029 di Kantor Bupati Kutim, Sangatta.

    Sangatta - Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi menegaskan peran strategis Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kutim sebagai teladan generasi muda dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan menjaga persatuan bangsa.

    Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pengukuhan DPPI Kutim periode 2025–2029 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sangatta, Rabu (28/1/2026).

    Mahyunadi menyampaikan anggota DPPI merupakan generasi terpilih yang telah melewati seleksi ketat, baik fisik, mental, maupun pengetahuan. Menurutnya tidak semua orang mampu lolos dalam proses tersebut.

    “Ada yang fisiknya bagus, tetapi mentalnya kurang. Ada juga yang mentalnya kuat, tetapi fisiknya tidak mendukung. Bahkan ada yang fisik dan mentalnya baik, namun pengetahuannya belum cukup. Di DPPI ini semuanya harus seimbang,” ujar Mahyunadi.

    Ia menambahkan, kesiapan fisik dan mental sangat penting karena tugas Paskibraka menuntut ketahanan. Jika tidak kuat, kondisi tersebut bisa berisiko saat bertugas.

    “Kalau tidak tahan, bisa pingsan. Itu berbahaya. Artinya yang terpilih ini memang benar-benar sudah melalui proses seleksi yang ketat,” tambahnya.

    Mahyunadi berharap para Duta Pancasila mampu mengembangkan kemampuan diri dan membagikannya kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda di Kutim.

    Ia juga mengingatkan tantangan tidak berhenti setelah pelantikan. Menurutnya setiap orang akan menghadapi seleksi kehidupan yang membutuhkan ketangguhan dan sikap pantang menyerah.

    “Di lapangan nanti, alam juga akan melakukan seleksi tanpa pemberitahuan. Karena itu dibutuhkan jiwa yang tahan banting. Jatuh itu hal biasa, tetapi bangkit adalah pilihan,” katanya.

    Mahyunadi berpesan agar para anggota DPPI Kutim menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta tidak melupakan doa dalam setiap aktivitas.

    "Jangan lupa berdoa dalam setiap kegiatan, karena dengan doa kepada Allah SWT, setiap ikhtiar yang dilakukan akan lebih bermakna,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)