Seputar Kaltim

    DPP Isyaratkan Merapat ke Anies- Imin, PKS Kaltim Bergerak dengan Rangkul Semua Entitas

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    13 September 2023 pukul 20:37 WITA

    Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Partai Keadilan Sosial (DPW PKS) Kalimantan Timur, Dedi Kurniadi menjelaskan terkait capres dan cawapres. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dewan Perwakilan Wilayah Partai Keadilan Sosial (DPW PKS) Kalimantan Timur (Kaltim) akan melakukan gerakan sosialisasi calon presiden dan calon wakil presiden setelah mendapatkan hasil keputusan dari Majelis Syuro sebagai  majelis permusyawaratan tertinggi partai.

    Untuk diketahui sebelumnya, melalui Majelis Syuro inilah, PKS menyatakan dukungan resmi partainya untuk Anies Baswedan sebagai calon presiden pada 30 Januari 2023. Namun, setelah bergabungnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam koalisi perubahan untuk persatuan sekaligus mendeklarasikan calon wakil presiden kepada Muhaimin Iskandar. Belum ada deklarasi secara resmi untuk Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar.

    Kepala DPW PKS Kaltim Dedi Kurniadi, mengaku tak  ingin terlalu terburu-buru, dirinya menyatakan masih menunggu hasil keputusan dari Majelis Syuro tersebut.

    "Keputusan yang ada di atas, Capres kami kemudian bersama Cak Imin, mudah-mudahan hasil dari Majelis Syuro memutuskan bahwa dukungan kami bukan dengan capresnya saja namun juga mendukung cawapresnya," ungkap Dedi, ditemui  usai Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda, Rabu (13/9/2023).

    Bagaikan air dan minyak partai ini sering dianggap tidak satu frekuensi. Tapi, ia menilai keputusan bergabungnya PKB dengan PKS dapat menyatukan umat. "Ya kami berharap ini dinanti-nanti umat bahwa kami dengan PKB, bahkan secara umum dengan Nahdliyin itu bersaudara," bebernya.

    Dedi mengakui Nahdliyin termasuk pemilik sumber daya yang sangat besar di seluruh Indonesia, tak dimungkiri nantinya dengan kekuatan koalisi ini bisa menjadikan perekat umat. "Saya harap ini awal yang baik bagi umat di Indonesia untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan di negeri ini insyaAllah," harapnya.

    Setelah mendapat lampu hijau dari pimpinan termasuk hasil Majelis Syuro, DPW PKS Kaltim akan bergerak dan melaksanakan sosialisasi ke tingkat struktur ranting.

    Namun, gerakan yang dilakukan nanti sesuai dengan kondisi di lapangan dan menyesuaikan dengan kearifan lokal. Bahwa masyarakat pemilih di Kaltim tidak dominan dari kalangan muslim.

    "Gerakannya sama mungkin secara irama di lapangan kita melihat kearifan lokal karena meskipun konstituen dari Nahdliyin cukup besar tetap menjunjung tinggi kondisi tempat karena berbicara Kaltim, ada Kutai Barat dan Mahulu, masyarakat muslim kita tidak dominan," ujarnya.

    Tapi spirit yang dibangun Dedi maksud adalah spirit kebersamaan. "Intinya membangun negeri, membangun kebaikan harus melibatkan banyak komponen, tidak mungkin menyelesaikan negeri ini hanya sendirian atau hanya sebagian saja. Dari kami nanti ada PKB, nanti harus merangkul semua entitas di kaltim dan di Indonesia secara keseluruhan," tukasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DPP Isyaratkan Merapat ke Anies- Imin, PKS Kaltim Bergerak dengan Rangkul Semua Entitas

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    13 September 2023 pukul 20:37 WITA

    Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Partai Keadilan Sosial (DPW PKS) Kalimantan Timur, Dedi Kurniadi menjelaskan terkait capres dan cawapres. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dewan Perwakilan Wilayah Partai Keadilan Sosial (DPW PKS) Kalimantan Timur (Kaltim) akan melakukan gerakan sosialisasi calon presiden dan calon wakil presiden setelah mendapatkan hasil keputusan dari Majelis Syuro sebagai  majelis permusyawaratan tertinggi partai.

    Untuk diketahui sebelumnya, melalui Majelis Syuro inilah, PKS menyatakan dukungan resmi partainya untuk Anies Baswedan sebagai calon presiden pada 30 Januari 2023. Namun, setelah bergabungnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam koalisi perubahan untuk persatuan sekaligus mendeklarasikan calon wakil presiden kepada Muhaimin Iskandar. Belum ada deklarasi secara resmi untuk Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar.

    Kepala DPW PKS Kaltim Dedi Kurniadi, mengaku tak  ingin terlalu terburu-buru, dirinya menyatakan masih menunggu hasil keputusan dari Majelis Syuro tersebut.

    "Keputusan yang ada di atas, Capres kami kemudian bersama Cak Imin, mudah-mudahan hasil dari Majelis Syuro memutuskan bahwa dukungan kami bukan dengan capresnya saja namun juga mendukung cawapresnya," ungkap Dedi, ditemui  usai Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda, Rabu (13/9/2023).

    Bagaikan air dan minyak partai ini sering dianggap tidak satu frekuensi. Tapi, ia menilai keputusan bergabungnya PKB dengan PKS dapat menyatukan umat. "Ya kami berharap ini dinanti-nanti umat bahwa kami dengan PKB, bahkan secara umum dengan Nahdliyin itu bersaudara," bebernya.

    Dedi mengakui Nahdliyin termasuk pemilik sumber daya yang sangat besar di seluruh Indonesia, tak dimungkiri nantinya dengan kekuatan koalisi ini bisa menjadikan perekat umat. "Saya harap ini awal yang baik bagi umat di Indonesia untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan di negeri ini insyaAllah," harapnya.

    Setelah mendapat lampu hijau dari pimpinan termasuk hasil Majelis Syuro, DPW PKS Kaltim akan bergerak dan melaksanakan sosialisasi ke tingkat struktur ranting.

    Namun, gerakan yang dilakukan nanti sesuai dengan kondisi di lapangan dan menyesuaikan dengan kearifan lokal. Bahwa masyarakat pemilih di Kaltim tidak dominan dari kalangan muslim.

    "Gerakannya sama mungkin secara irama di lapangan kita melihat kearifan lokal karena meskipun konstituen dari Nahdliyin cukup besar tetap menjunjung tinggi kondisi tempat karena berbicara Kaltim, ada Kutai Barat dan Mahulu, masyarakat muslim kita tidak dominan," ujarnya.

    Tapi spirit yang dibangun Dedi maksud adalah spirit kebersamaan. "Intinya membangun negeri, membangun kebaikan harus melibatkan banyak komponen, tidak mungkin menyelesaikan negeri ini hanya sendirian atau hanya sebagian saja. Dari kami nanti ada PKB, nanti harus merangkul semua entitas di kaltim dan di Indonesia secara keseluruhan," tukasnya.

    (Sf/Rs)