Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala DPMPTSP Kabupaten PPU. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)
Penajam - Infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah yang menghambat masuknya investasi ke Penajam Paser Utara (PPU). Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU mengakui persoalan akses menjadi salah satu pertimbangan investor sebelum menanamkan modalnya.
Kepala DPMPTSP PPU, Amrullah mengatakan kondisi tersebut terlihat saat pemerintah menawarkan Kawasan Industri Buluminung kepada calon investor.
"Memang kendalanya sarana prasarana itu. Infrastruktur yang jadi persoalan," kata Amrullah.
Ia mencontohkan akses menuju kawasan industri yang masih menjadi catatan. Padahal kawasan tersebut disiapkan sebagai salah satu pusat investasi di PPU.
"Kalau mau jual kawasan industri, aksesnya agak susah. Kalau ada penghubung yang lebih dekat, misalnya Jembatan Sungai Riko terbangun, saya rasa itu berpengaruh," ujarnya.
Kawasan Industri Buluminung sendiri masih memiliki lahan cukup luas untuk pengembangan investasi.
"Kalau masalah lahan kita cukup luas. Ada sekitar 40 hektare di sana," katanya.
Meski demikian, promosi investasi tetap dilakukan. DPMPTSP mencatat sudah ada ketertarikan dari investor luar negeri maupun domestik.
Investor asal Korea Selatan disebut melirik sektor pertanian. DPMPTSP juga terus menawarkan sejumlah peluang investasi kepada investor dalam negeri untuk mengejar target realisasi investasi daerah.
"Ada penawaran ke investor Korea. Mereka tertarik ke pertanian. Ada juga dari dalam negeri. Kita coba gaet investor," ucap Amrullah.
Ia menilai promosi investasi tidak bisa hanya dilakukan satu perangkat daerah. Potensi yang dipaparkan kepada investor harus didukung informasi dari dinas teknis agar gambaran yang diterima investor lebih utuh.
"Marketing memang di kita. Makanya harus secara kolektif dengan dinas terkait supaya jelas gambarannya," katanya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala DPMPTSP Kabupaten PPU. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)
Penajam - Infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah yang menghambat masuknya investasi ke Penajam Paser Utara (PPU). Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU mengakui persoalan akses menjadi salah satu pertimbangan investor sebelum menanamkan modalnya.
Kepala DPMPTSP PPU, Amrullah mengatakan kondisi tersebut terlihat saat pemerintah menawarkan Kawasan Industri Buluminung kepada calon investor.
"Memang kendalanya sarana prasarana itu. Infrastruktur yang jadi persoalan," kata Amrullah.
Ia mencontohkan akses menuju kawasan industri yang masih menjadi catatan. Padahal kawasan tersebut disiapkan sebagai salah satu pusat investasi di PPU.
"Kalau mau jual kawasan industri, aksesnya agak susah. Kalau ada penghubung yang lebih dekat, misalnya Jembatan Sungai Riko terbangun, saya rasa itu berpengaruh," ujarnya.
Kawasan Industri Buluminung sendiri masih memiliki lahan cukup luas untuk pengembangan investasi.
"Kalau masalah lahan kita cukup luas. Ada sekitar 40 hektare di sana," katanya.
Meski demikian, promosi investasi tetap dilakukan. DPMPTSP mencatat sudah ada ketertarikan dari investor luar negeri maupun domestik.
Investor asal Korea Selatan disebut melirik sektor pertanian. DPMPTSP juga terus menawarkan sejumlah peluang investasi kepada investor dalam negeri untuk mengejar target realisasi investasi daerah.
"Ada penawaran ke investor Korea. Mereka tertarik ke pertanian. Ada juga dari dalam negeri. Kita coba gaet investor," ucap Amrullah.
Ia menilai promosi investasi tidak bisa hanya dilakukan satu perangkat daerah. Potensi yang dipaparkan kepada investor harus didukung informasi dari dinas teknis agar gambaran yang diterima investor lebih utuh.
"Marketing memang di kita. Makanya harus secara kolektif dengan dinas terkait supaya jelas gambarannya," katanya.
(Sf/Rs)