Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak.(Dok.Ipan Memet)
Penajam - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU akan menghadirkan tujuh unit mobil rescue atau mobil Penyelamat damkar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah perubahan 2024.
“Untuk pengadaan tujuh unit mobil itu, setidaknya memakan anggaran sekitar Rp10 miliar,” kata Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak, Jumat (9/8/2024).
Ia mengaku pengadaan ini mobil rescue ini untuk memaksimalkan penanganan banjir dan kebakaran di gang sempit, serta dapat menangani sarang tawon dan ular yang muncul di pemukiman penduduk.
Mobil rescue memiliki berbagai macam keunggulan yakni bisa mengakses atau masuk gang sempit, dilengkapi tali temali dan peralatan lainnya, sehingga dapat mempermudah pihaknya melakukan penyelamatan.
“Jika kami membawa mobil branwir
saat melakukan evakuasi di dalam gang yang sempit, tentu kami akan kesusahan, sehingga dengan hadirnya mobil rescue tersebut bakal lebih praktis,” ucapnya.
Rencananya tujuh unit mobil tersebut akan dibagikan ke tujuh posko yang tersebar di empat kecamatan, tiga posko berada di Kecamatan Penajam dan dua di Kecamatan Waru dan Babulu.
“Akan kami bagikan di masing-masing posko yang berada di wilayah PPU agar dapat mengantisipasi terjadinya insiden di wilayah tersebut,” pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak.(Dok.Ipan Memet)
Penajam - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU akan menghadirkan tujuh unit mobil rescue atau mobil Penyelamat damkar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah perubahan 2024.
“Untuk pengadaan tujuh unit mobil itu, setidaknya memakan anggaran sekitar Rp10 miliar,” kata Kepala DPKP PPU, Fernando Simanjuntak, Jumat (9/8/2024).
Ia mengaku pengadaan ini mobil rescue ini untuk memaksimalkan penanganan banjir dan kebakaran di gang sempit, serta dapat menangani sarang tawon dan ular yang muncul di pemukiman penduduk.
Mobil rescue memiliki berbagai macam keunggulan yakni bisa mengakses atau masuk gang sempit, dilengkapi tali temali dan peralatan lainnya, sehingga dapat mempermudah pihaknya melakukan penyelamatan.
“Jika kami membawa mobil branwir
saat melakukan evakuasi di dalam gang yang sempit, tentu kami akan kesusahan, sehingga dengan hadirnya mobil rescue tersebut bakal lebih praktis,” ucapnya.
Rencananya tujuh unit mobil tersebut akan dibagikan ke tujuh posko yang tersebar di empat kecamatan, tiga posko berada di Kecamatan Penajam dan dua di Kecamatan Waru dan Babulu.
“Akan kami bagikan di masing-masing posko yang berada di wilayah PPU agar dapat mengantisipasi terjadinya insiden di wilayah tersebut,” pungkasnya.
(Sf/By)