Seputar Kaltim

    DPK Kaltim Lestarikan Naskah Kuno Paser Lewat Aplikasi Pustaka Borneo

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    29 Agustus 2024 pukul 15:30 WITA

    Kepala DPK Kaltim, Muhammad Syafranuddin (dok. Prokopim Paser)

    Tanah Grogot - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltimantan Timur (Kaltim) tengah berupaya melestarikan naskah kuno di Kabupaten Paser dengan menggunakan aplikasi Pustaka Borneo.

    Langkah yang dilakukan dengan menggali naskah kuno yang ada di Paser dan kemudian diterjemahkan untuk dihimpun dalam aplikasi Pustaka Borneo.

    Aplikasi tersebut nantinya dapat diakses secara luas oleh publik sebagai sarana penyebarluasan informasi terkait naskah kuno.

    Kepala DPK Kaltim, Muhammad Syafranuddin menuturkan, Kabupaten Paser cukup banyak catatan sejarah, seperti kesultanan atau zaman kerajaan.

    “Termasuk Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) yang berada di Penajam Paser Utara (PPU) tak lepas dari Kabupaten Paser,” katanya.

    Ia menilai naskah kuno merupakan sumber informasi yang tepat sebagai referensi sejarah yang telah dihimpun."Naskah kuno adalah sumber informasi yang lebih baik untuk merangkai sejarah," tuturnya.

    Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Paser, Yusuf Sumako mengungkapkan adanya naskah kuno manuskrip yang digagas, muncul banyak naskah kuno yang saat ini tersimpan di masyarakat.

    "Kabupaten Paser selama puluhan tahun hanya ada empat naskah kuno. Namun setelah datang tim ahli (sejarah) ditemukan 36 naskah kuno dan saat ini tersebar di Museum Sadurengas," ungkapnya.

    Dalam waktu dekat, kata dia, tim ahli sejarah bakal bertolak ke Kabupaten Paser. "Insya Allah November nanti ke Pulau Tanjung Harapan, banyak sekali manuskrip yang ada di masyarakat," tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    DPK Kaltim Lestarikan Naskah Kuno Paser Lewat Aplikasi Pustaka Borneo

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    29 Agustus 2024 pukul 15:30 WITA

    Kepala DPK Kaltim, Muhammad Syafranuddin (dok. Prokopim Paser)

    Tanah Grogot - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltimantan Timur (Kaltim) tengah berupaya melestarikan naskah kuno di Kabupaten Paser dengan menggunakan aplikasi Pustaka Borneo.

    Langkah yang dilakukan dengan menggali naskah kuno yang ada di Paser dan kemudian diterjemahkan untuk dihimpun dalam aplikasi Pustaka Borneo.

    Aplikasi tersebut nantinya dapat diakses secara luas oleh publik sebagai sarana penyebarluasan informasi terkait naskah kuno.

    Kepala DPK Kaltim, Muhammad Syafranuddin menuturkan, Kabupaten Paser cukup banyak catatan sejarah, seperti kesultanan atau zaman kerajaan.

    “Termasuk Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) yang berada di Penajam Paser Utara (PPU) tak lepas dari Kabupaten Paser,” katanya.

    Ia menilai naskah kuno merupakan sumber informasi yang tepat sebagai referensi sejarah yang telah dihimpun."Naskah kuno adalah sumber informasi yang lebih baik untuk merangkai sejarah," tuturnya.

    Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Paser, Yusuf Sumako mengungkapkan adanya naskah kuno manuskrip yang digagas, muncul banyak naskah kuno yang saat ini tersimpan di masyarakat.

    "Kabupaten Paser selama puluhan tahun hanya ada empat naskah kuno. Namun setelah datang tim ahli (sejarah) ditemukan 36 naskah kuno dan saat ini tersebar di Museum Sadurengas," ungkapnya.

    Dalam waktu dekat, kata dia, tim ahli sejarah bakal bertolak ke Kabupaten Paser. "Insya Allah November nanti ke Pulau Tanjung Harapan, banyak sekali manuskrip yang ada di masyarakat," tandasnya.

    (Sf/By)