Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muhammad Syafranudin. (Foto:Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan gelar Podcast bedah buku untuk para penulis daerah terkhusus penulis Kaltim pada bulan April mendatang.
Kepala DPK Kaltim, Muhammad Syafranudin mengungkapkan keresahan pemuda saat ini kurang memahami daerahnya sendiri. Ini disebabkan kurangnya literasi kedaerahan.
"Pemuda saat ini untuk memahami daerahnya sangat sulit, karena penunjang Literasi tentang daerah itu masih minim," pungkasnya.
Penulis daerah saat ini berbondong-bondong menghasilkan karya yang memuat kedaerahan. Bukunya berbagai jenis berupa novel, kumpulan puisi dan biografi.
"Baru saja saya dikirim buku dari teman-teman penulis yang menulis kedaerahannya. Ini sangat unik menurut saya, karena isinya puisi, tapi seolah-olah menggambarkan keadaan Kota Bontang," ungkapnya
Syafranudin menyayangkan buku ini hanya di konsumsi sebagian kecil kelompok saja. "Buku ini tidak beredar di toko buku seperti Gramedia. Sayang sekali kalau buku ini tidak dibaca oleh pembacanya," katanya.
Ia pun berinisiatif untuk membuat program sekaligus mewadahi para penulis untuk mempromosikan buku tersebut dengan membuat podcast bedah buku.
"Kami ingin program podcast bisa mengundang penulis buku daerah dan mengundang pemuda manapun untuk hadir menyimak. Rencana kami berlangsung di halaman perpustakaan daerah," jelasnya
Semua telah disiapkan oleh DPK, mulai peralatannya hingga perangkat lainnya sebagai penunjang podcast. "Peralatan sudah kami pesan dan akan segera dipasang, tim humas sudah kami siapkan dan semoga semua berjalan dengan baik," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muhammad Syafranudin. (Foto:Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan gelar Podcast bedah buku untuk para penulis daerah terkhusus penulis Kaltim pada bulan April mendatang.
Kepala DPK Kaltim, Muhammad Syafranudin mengungkapkan keresahan pemuda saat ini kurang memahami daerahnya sendiri. Ini disebabkan kurangnya literasi kedaerahan.
"Pemuda saat ini untuk memahami daerahnya sangat sulit, karena penunjang Literasi tentang daerah itu masih minim," pungkasnya.
Penulis daerah saat ini berbondong-bondong menghasilkan karya yang memuat kedaerahan. Bukunya berbagai jenis berupa novel, kumpulan puisi dan biografi.
"Baru saja saya dikirim buku dari teman-teman penulis yang menulis kedaerahannya. Ini sangat unik menurut saya, karena isinya puisi, tapi seolah-olah menggambarkan keadaan Kota Bontang," ungkapnya
Syafranudin menyayangkan buku ini hanya di konsumsi sebagian kecil kelompok saja. "Buku ini tidak beredar di toko buku seperti Gramedia. Sayang sekali kalau buku ini tidak dibaca oleh pembacanya," katanya.
Ia pun berinisiatif untuk membuat program sekaligus mewadahi para penulis untuk mempromosikan buku tersebut dengan membuat podcast bedah buku.
"Kami ingin program podcast bisa mengundang penulis buku daerah dan mengundang pemuda manapun untuk hadir menyimak. Rencana kami berlangsung di halaman perpustakaan daerah," jelasnya
Semua telah disiapkan oleh DPK, mulai peralatannya hingga perangkat lainnya sebagai penunjang podcast. "Peralatan sudah kami pesan dan akan segera dipasang, tim humas sudah kami siapkan dan semoga semua berjalan dengan baik," tutupnya.
(Sf/By)