Seputar Kaltim

    DPD BKPRMI Paser Usulkan Peningkatan Insentif untuk 1.735 Ustaz dan Ustazah

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    28 September 2026 pukul 14:07 WITA

    Ketua BKPMRI Kabupaten Paser, Kasrani. (Foto: Dok. BKPMRI Paser)

    Tana Paser - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Paser secara resmi mengajukan usulan peningkatan kesejahteraan ustaz dan ustazah kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser.

    Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BKPMRI Kabupaten Paser, Kasrani pada kegiatan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) XIII Tingkat Kabupaten Paser Tahun 2026 di Aula MTSN 1 Tanah Grogot.

    Usulan tersebut mencakup permintaan peningkatan nominal insentif yang selama ini disalurkan oleh pemerintah daerah. Peningkatan kesejahteraan itu dinilai mendesak sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi 1.735 tenaga pengajar TKA ataupun TPA yang bertugas mendidik generasi muda di 139 desa se-Paser.

    Kasrani menyebut guru ngaji selama ini telah berjuang secara ikhlas dalam membina keimanan anak-anak. Oleh karena itu, dukungan finansial yang lebih memadai dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan dan semangat mengajar mereka.

    "Dalam hal ini dukungan dari pemerintah sangat diharapkan untuk kesejahteraan guru ngaji," kata Kasrani, Senin (28/9/2026).

    Selain masalah insentif, BKPRMI juga menekankan pentingnya pengalokasian anggaran pembinaan rutin dari pemerintah daerah. Anggaran tersebut direncanakan untuk mendukung program operasional pengajaran Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), serta pembinaan kegiatan remaja di masjid dan musala secara berkelanjutan.

    Pihaknya juga mendorong lahirnya sinergi antara program Paser Tunyas dan pembentukan Desa Qur'ani. Pemerintah Desa diharapkan memberikan perhatian khusus melalui pengalokasian anggaran untuk penyediaan sarana dan prasarana TPA yang layak.

    Keberadaan fasilitas TPA yang representatif di setiap desa dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi para santri. Penguatan infrastruktur keagamaan ini dipandang perlu berjalan selaras dengan program pembangunan fisik seperti Desa Juara.

    "Fasilitas yang menunjang juga sangat dibutuhkan untuk melancarkan pembinaan yang dilakukan guru," tambahnya.

    BKPRMI membina sekitar 10.000 santri di seluruh wilayah Kabupaten Paser. Capaian dari proses pendidikan tersebut diukur berkala, salah satunya melalui ajang seleksi dan kompetisi yang diikuti oleh 163 santri utusan dari enam kecamatan.

    Seluruh rangkaian pembinaan dan ajang evaluasi santri tersebut sejauh ini dijalankan secara mandiri melalui kerja sama dan gotong royong antarlembaga. Melalui ajang ini, para santri mengasah kemampuannya di 10 cabang perlombaan, termasuk Tartil, Tahfiz, Ceramah, hingga Nasyid.

    Para peserta terbaik dari ajang pemetaan kualitas tersebut nantinya disiapkan dalam program pembinaan intensif. Langkah ini bertujuan membentuk kafilah yang tangguh untuk mewakili Kabupaten Paser dalam FASI tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)  yang dipusatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    DPD BKPRMI Paser Usulkan Peningkatan Insentif untuk 1.735 Ustaz dan Ustazah

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    28 September 2026 pukul 14:07 WITA

    Ketua BKPMRI Kabupaten Paser, Kasrani. (Foto: Dok. BKPMRI Paser)

    Tana Paser - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Paser secara resmi mengajukan usulan peningkatan kesejahteraan ustaz dan ustazah kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser.

    Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BKPMRI Kabupaten Paser, Kasrani pada kegiatan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) XIII Tingkat Kabupaten Paser Tahun 2026 di Aula MTSN 1 Tanah Grogot.

    Usulan tersebut mencakup permintaan peningkatan nominal insentif yang selama ini disalurkan oleh pemerintah daerah. Peningkatan kesejahteraan itu dinilai mendesak sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi 1.735 tenaga pengajar TKA ataupun TPA yang bertugas mendidik generasi muda di 139 desa se-Paser.

    Kasrani menyebut guru ngaji selama ini telah berjuang secara ikhlas dalam membina keimanan anak-anak. Oleh karena itu, dukungan finansial yang lebih memadai dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan dan semangat mengajar mereka.

    "Dalam hal ini dukungan dari pemerintah sangat diharapkan untuk kesejahteraan guru ngaji," kata Kasrani, Senin (28/9/2026).

    Selain masalah insentif, BKPRMI juga menekankan pentingnya pengalokasian anggaran pembinaan rutin dari pemerintah daerah. Anggaran tersebut direncanakan untuk mendukung program operasional pengajaran Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), serta pembinaan kegiatan remaja di masjid dan musala secara berkelanjutan.

    Pihaknya juga mendorong lahirnya sinergi antara program Paser Tunyas dan pembentukan Desa Qur'ani. Pemerintah Desa diharapkan memberikan perhatian khusus melalui pengalokasian anggaran untuk penyediaan sarana dan prasarana TPA yang layak.

    Keberadaan fasilitas TPA yang representatif di setiap desa dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi para santri. Penguatan infrastruktur keagamaan ini dipandang perlu berjalan selaras dengan program pembangunan fisik seperti Desa Juara.

    "Fasilitas yang menunjang juga sangat dibutuhkan untuk melancarkan pembinaan yang dilakukan guru," tambahnya.

    BKPRMI membina sekitar 10.000 santri di seluruh wilayah Kabupaten Paser. Capaian dari proses pendidikan tersebut diukur berkala, salah satunya melalui ajang seleksi dan kompetisi yang diikuti oleh 163 santri utusan dari enam kecamatan.

    Seluruh rangkaian pembinaan dan ajang evaluasi santri tersebut sejauh ini dijalankan secara mandiri melalui kerja sama dan gotong royong antarlembaga. Melalui ajang ini, para santri mengasah kemampuannya di 10 cabang perlombaan, termasuk Tartil, Tahfiz, Ceramah, hingga Nasyid.

    Para peserta terbaik dari ajang pemetaan kualitas tersebut nantinya disiapkan dalam program pembinaan intensif. Langkah ini bertujuan membentuk kafilah yang tangguh untuk mewakili Kabupaten Paser dalam FASI tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)  yang dipusatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

    (Sf/Lo)