Seputar Kaltim

    DP3 Balikpapan Kerja Sama dengan Komunitas untuk Kendalikan Populasi Kucing Liar

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Komunitas Pencinta Kucing Kota Balikpapan saat melakukan penangkapan kucing liar untuk dilakukan sterilisasi dan vaksin rabies. (Foto: DP3 Balikpapan)

    Balikpapan – Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan baru-baru ini melaksanakan program sterilisasi dan vaksinasi kucing liar, dalam upaya mengendalikan populasi mereka dan mengurangi risiko penyebaran rabies di Balikpapan. 

    Program yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 12 hingga 14 Februari 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-128 Kota Balikpapan, melibatkan kolaborasi erat antara DP3 dan komunitas pecinta kucing.

    Kepala DP3, Sri Wahjuningsih menjelaskan, program ini bertujuan untuk mengurangi jumlah kucing liar yang berkembang biak tanpa kendali. Melalui kerja sama ini, Dinas bertanggung jawab dalam pelaksanaan sterilisasi dan vaksinasi.

    Sementara komunitas pecinta kucing turut berperan dalam menangkap, merawat pascaoperasi, dan mengembalikan kucing-kucing tersebut ke habitat asalnya setelah pulih.

    “Kerja sama ini memungkinkan kami untuk lebih efektif dalam mengelola populasi kucing liar di Balikpapan. Kami menargetkan 128 kucing sesuai dengan usia kota, namun berkat bantuan komunitas, kami berhasil menangkap dan mensterilkan 135 kucing,” ucap Kepala DP3 Balikpapan saat dikonfirmasi awak media, Selasa (18/2/2025).

    Selain untuk memperingati HUT Kota Balikpapan, program ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengatasi masalah populasi kucing liar di Balikpapan.

    Sterilisasi dan vaksinasi dilakukan setiap Jumat secara rutin, dengan melibatkan komunitas pecinta kucing yang memastikan pemulihan pascaoperasi.

    “Komunitas sangat membantu dalam proses perawatan pascaoperasi, karena kami tidak memiliki klinik dengan fasilitas tersebut. Mereka yang merawat kucing hingga pulih dan memastikan kucing bisa kembali ke habitatnya,” jelas Yuyun sapaan akrabnya.

    Melalui tanda khusus di telinga kucing yang telah disterilisasi, program ini juga memudahkan identifikasi kucing yang sudah dioperasi, sehingga masyarakat dapat mengetahui kucing mana yang telah melalui proses tersebut.

    DP3 berharap bahwa dengan program ini, selain mengurangi populasi kucing liar, mereka juga dapat meminimalkan potensi penularan rabies. Karena kucing liar yang disterilisasi tidak akan berkembang biak, ini menjadi langkah yang efektif dalam mengendalikan jumlah mereka.

    “Dengan vaksinasi rabies yang juga diberikan, kami memastikan kucing liar tetap sehat dan aman bagi masyarakat,” tambahnya.

    Program ini tidak hanya memberi manfaat bagi kesehatan hewan, tetapi juga bagi kesehatan masyarakat dan diharapkan dapat terus dilanjutkan serta diperluas jangkauannya di masa depan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DP3 Balikpapan Kerja Sama dengan Komunitas untuk Kendalikan Populasi Kucing Liar

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Komunitas Pencinta Kucing Kota Balikpapan saat melakukan penangkapan kucing liar untuk dilakukan sterilisasi dan vaksin rabies. (Foto: DP3 Balikpapan)

    Balikpapan – Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan baru-baru ini melaksanakan program sterilisasi dan vaksinasi kucing liar, dalam upaya mengendalikan populasi mereka dan mengurangi risiko penyebaran rabies di Balikpapan. 

    Program yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 12 hingga 14 Februari 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-128 Kota Balikpapan, melibatkan kolaborasi erat antara DP3 dan komunitas pecinta kucing.

    Kepala DP3, Sri Wahjuningsih menjelaskan, program ini bertujuan untuk mengurangi jumlah kucing liar yang berkembang biak tanpa kendali. Melalui kerja sama ini, Dinas bertanggung jawab dalam pelaksanaan sterilisasi dan vaksinasi.

    Sementara komunitas pecinta kucing turut berperan dalam menangkap, merawat pascaoperasi, dan mengembalikan kucing-kucing tersebut ke habitat asalnya setelah pulih.

    “Kerja sama ini memungkinkan kami untuk lebih efektif dalam mengelola populasi kucing liar di Balikpapan. Kami menargetkan 128 kucing sesuai dengan usia kota, namun berkat bantuan komunitas, kami berhasil menangkap dan mensterilkan 135 kucing,” ucap Kepala DP3 Balikpapan saat dikonfirmasi awak media, Selasa (18/2/2025).

    Selain untuk memperingati HUT Kota Balikpapan, program ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengatasi masalah populasi kucing liar di Balikpapan.

    Sterilisasi dan vaksinasi dilakukan setiap Jumat secara rutin, dengan melibatkan komunitas pecinta kucing yang memastikan pemulihan pascaoperasi.

    “Komunitas sangat membantu dalam proses perawatan pascaoperasi, karena kami tidak memiliki klinik dengan fasilitas tersebut. Mereka yang merawat kucing hingga pulih dan memastikan kucing bisa kembali ke habitatnya,” jelas Yuyun sapaan akrabnya.

    Melalui tanda khusus di telinga kucing yang telah disterilisasi, program ini juga memudahkan identifikasi kucing yang sudah dioperasi, sehingga masyarakat dapat mengetahui kucing mana yang telah melalui proses tersebut.

    DP3 berharap bahwa dengan program ini, selain mengurangi populasi kucing liar, mereka juga dapat meminimalkan potensi penularan rabies. Karena kucing liar yang disterilisasi tidak akan berkembang biak, ini menjadi langkah yang efektif dalam mengendalikan jumlah mereka.

    “Dengan vaksinasi rabies yang juga diberikan, kami memastikan kucing liar tetap sehat dan aman bagi masyarakat,” tambahnya.

    Program ini tidak hanya memberi manfaat bagi kesehatan hewan, tetapi juga bagi kesehatan masyarakat dan diharapkan dapat terus dilanjutkan serta diperluas jangkauannya di masa depan.

    (Sf/Rs)