Seputar Kaltim

    DP3AP2KB PPU Dorong Komitmen Lintas OPD Wujudkan Kabupaten Layak Anak

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    28 Juli 2026 pukul 12:58 WITA

    Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih menghadapi tantangan. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mengakui belum seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memberi perhatian yang sama terhadap pemenuhan indikator KLA.

    Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, mengatakan predikat Kabupaten Layak Anak tidak dapat dicapai oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh OPD sesuai tugas dan fungsinya.

    "Selama ini kami terus mengingatkan OPD karena Kabupaten Layak Anak merupakan tanggung jawab bersama. Masih ada yang belum menganggap pemenuhan indikator ini sebagai prioritas," kata Grace, Senin (27/7/2026).

    Ia menjelaskan penilaian KLA mencakup berbagai indikator, di antaranya ketersediaan ruang bermain ramah anak, fasilitas ruang laktasi, perlindungan anak, hingga pemenuhan hak-hak anak di berbagai sektor pelayanan publik.

    Meski demikian, Grace menilai dukungan lintas sektor mulai menunjukkan perkembangan. Nilai kumulatif penilaian Kabupaten Layak Anak tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, meski hasil resmi masih menunggu penetapan.

    Menurutnya, angka kekerasan terhadap anak juga menjadi salah satu indikator dalam penilaian KLA. Karena itu, DP3AP2KB terus mendorong anak berani melapor apabila mengalami kekerasan maupun pelecehan.

    Salah satu upaya yang dilakukan ialah memberikan edukasi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Melalui kegiatan itu, siswa diberi pemahaman bahwa korban kekerasan tidak perlu takut melapor karena identitas dan keselamatannya akan dilindungi.

    "Kami ingin memastikan anak merasa aman ketika melapor. Perlindungan dan pemenuhan hak anak menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak," ujarnya.

    Grace berharap dukungan seluruh perangkat daerah dan masyarakat terus diperkuat agar pemenuhan indikator KLA tidak hanya menjadi tanggung jawab DP3AP2KB, tetapi menjadi komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    DP3AP2KB PPU Dorong Komitmen Lintas OPD Wujudkan Kabupaten Layak Anak

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    28 Juli 2026 pukul 12:58 WITA

    Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih menghadapi tantangan. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mengakui belum seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memberi perhatian yang sama terhadap pemenuhan indikator KLA.

    Kepala DP3AP2KB PPU, Jansje Grace Makisurat, mengatakan predikat Kabupaten Layak Anak tidak dapat dicapai oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh OPD sesuai tugas dan fungsinya.

    "Selama ini kami terus mengingatkan OPD karena Kabupaten Layak Anak merupakan tanggung jawab bersama. Masih ada yang belum menganggap pemenuhan indikator ini sebagai prioritas," kata Grace, Senin (27/7/2026).

    Ia menjelaskan penilaian KLA mencakup berbagai indikator, di antaranya ketersediaan ruang bermain ramah anak, fasilitas ruang laktasi, perlindungan anak, hingga pemenuhan hak-hak anak di berbagai sektor pelayanan publik.

    Meski demikian, Grace menilai dukungan lintas sektor mulai menunjukkan perkembangan. Nilai kumulatif penilaian Kabupaten Layak Anak tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, meski hasil resmi masih menunggu penetapan.

    Menurutnya, angka kekerasan terhadap anak juga menjadi salah satu indikator dalam penilaian KLA. Karena itu, DP3AP2KB terus mendorong anak berani melapor apabila mengalami kekerasan maupun pelecehan.

    Salah satu upaya yang dilakukan ialah memberikan edukasi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Melalui kegiatan itu, siswa diberi pemahaman bahwa korban kekerasan tidak perlu takut melapor karena identitas dan keselamatannya akan dilindungi.

    "Kami ingin memastikan anak merasa aman ketika melapor. Perlindungan dan pemenuhan hak anak menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak," ujarnya.

    Grace berharap dukungan seluruh perangkat daerah dan masyarakat terus diperkuat agar pemenuhan indikator KLA tidak hanya menjadi tanggung jawab DP3AP2KB, tetapi menjadi komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

    (Sf/Rs)