Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Bidang Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Umar Adi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) menyediakan layanan psikolog gratis bagi anak-anak istimewa (disabilitas) dan keluarganya.
Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan, Umar Adi menjelaskan, bahwa layanan ini ditujukan untuk mendampingi keluarga, terutama orang tua, dalam menghadapi berbagai tantangan tumbuh kembang anak.
“Di Puspaga, kami sudah siapkan psikolog yang bisa diakses secara gratis oleh masyarakat. Tujuan utamanya agar keluarga bisa berkonsultasi mengenai tumbuh kembang anak, termasuk anak-anak istimewa,” ujar Umar saat ditemui awak media, Selasa (22/7/2025).
Ia menekankan, bahwa permasalahan yang dihadapi anak istimewa tidak bisa disamaratakan dengan anak-anak pada umumnya. Masalah mereka bisa saja bukan hanya seputar gizi atau pola asuh, tapi juga terkait kesehatan mental.
“Orang tua juga perlu mendapat pendampingan psikologis, karena merawat anak istimewa tentu tidak mudah. Butuh pendekatan dan perhatian khusus,” tambahnya.
Menurut Umar, layanan psikolog ini membantu orang tua memahami kebutuhan psikologis anak secara lebih dalam. Pendampingan ini penting agar anak bisa berkembang secara optimal, sesuai dengan kemampuannya.
Hingga tahun 2024, tercatat ada sekitar 600 anak istimewa di wilayah Balikpapan. Namun, Umar mengakui bahwa pendataan masih belum rinci, karena kategori anak istimew sangat luas bisa meliputi gangguan fisik, mental, atau anak yang masih dalam tahap berpotensi memiliki kebutuhan khusus.
“Ke depan kami akan lakukan pemetaan lebih jelas, agar data dan penanganannya bisa lebih akurat,” jelasnya.
DP3AKB memiliki tiga target utama dalam mendampingi anak istimewa yang pertama, agar anak mampu melayani dirinya sendiri secara mandiri, kedua bisa mengikuti perkembangan tumbuh kembangnya dan ketiga, mampu hidup mandiri, bahkan membuka usaha sendiri.
“Dengan dukungan psikolog dan tim, kami harap anak-anak istimewa bisa memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Bidang Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Umar Adi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) menyediakan layanan psikolog gratis bagi anak-anak istimewa (disabilitas) dan keluarganya.
Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan, Umar Adi menjelaskan, bahwa layanan ini ditujukan untuk mendampingi keluarga, terutama orang tua, dalam menghadapi berbagai tantangan tumbuh kembang anak.
“Di Puspaga, kami sudah siapkan psikolog yang bisa diakses secara gratis oleh masyarakat. Tujuan utamanya agar keluarga bisa berkonsultasi mengenai tumbuh kembang anak, termasuk anak-anak istimewa,” ujar Umar saat ditemui awak media, Selasa (22/7/2025).
Ia menekankan, bahwa permasalahan yang dihadapi anak istimewa tidak bisa disamaratakan dengan anak-anak pada umumnya. Masalah mereka bisa saja bukan hanya seputar gizi atau pola asuh, tapi juga terkait kesehatan mental.
“Orang tua juga perlu mendapat pendampingan psikologis, karena merawat anak istimewa tentu tidak mudah. Butuh pendekatan dan perhatian khusus,” tambahnya.
Menurut Umar, layanan psikolog ini membantu orang tua memahami kebutuhan psikologis anak secara lebih dalam. Pendampingan ini penting agar anak bisa berkembang secara optimal, sesuai dengan kemampuannya.
Hingga tahun 2024, tercatat ada sekitar 600 anak istimewa di wilayah Balikpapan. Namun, Umar mengakui bahwa pendataan masih belum rinci, karena kategori anak istimew sangat luas bisa meliputi gangguan fisik, mental, atau anak yang masih dalam tahap berpotensi memiliki kebutuhan khusus.
“Ke depan kami akan lakukan pemetaan lebih jelas, agar data dan penanganannya bisa lebih akurat,” jelasnya.
DP3AKB memiliki tiga target utama dalam mendampingi anak istimewa yang pertama, agar anak mampu melayani dirinya sendiri secara mandiri, kedua bisa mengikuti perkembangan tumbuh kembangnya dan ketiga, mampu hidup mandiri, bahkan membuka usaha sendiri.
“Dengan dukungan psikolog dan tim, kami harap anak-anak istimewa bisa memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
(Sf/Rs)