Cari disini...
Seputar Kaltim
Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit oleh Dinas Perkebunan Kaltim. (Foto: Staf Dinas Perkebunan Kaltim)
Tana Paser - Produktivitas kebun sawit swadaya masih menjadi pekerjaan rumah yang sedang diupayakan Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Kaltim) agar dapat dijawab dengan baik.
Sebab 40 persen lahan sawit di Indonesia dikelola secara mandiri oleh petani, namun kontribusinya terhadap produksi Crude Palm Oil (CPO) nasional hanya sebesar 30-35 persen.
Dinas Perkebunan Kaltim mencoba menjawab persoalan dengan melaksanakan Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit dengan melibatkan 120 pekebun swadaya yang berasal dari Kutai Timur (Kutim). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Platinum Hotel dan Convensional Hall Balikpapan.
Bendahara Pengeluaran Dinas Perkebunan Kaltim, Jumilawati menerangkan, program itu merupakan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian melalui LPP Agro Nusantara.
"Tahun 2026 ada 100 kelas yang akan dikelola dengan total 3.035 peserta dari tujuh provinsi," kata Jumilawati, Minggu (12/7/2026).
Ia menilai, pelatihan pemetaan lahan merupakan sebuah langkah yang dapat meningkatkan kemampuan pekebun dalam melakukan pengelolaan.
Kaltim menjadi salah satu wilayah yang difokuskan karena memiliki luas perkebunan yang dinilai masih dapat dimaksimalkan.
Ditambah lagi adanya pemangkasan dana transfer pusat ke daerah membuat peningkatan produktivitas sawit menjadi salah satu opsi yang diharapkan dapat mendongkrak fiskal daerah.
Pada saat pelatihan, pekebun tidak hanya mendapatkan teori. Mereka juga melakukan praktik langsung terkait pemetaan lapangan.
"Keterampilan pekebun swadaya menjadi kunci peningkatan produktivitas nasional," tambahnya.
Jumilawati berharap, dengan terlaksananya kegiatan tersebut, pekebun yang telah dilatih dapat memanfaatkan keilmuan yang didapat untuk meningkatkan produktivitas sawit mereka.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit oleh Dinas Perkebunan Kaltim. (Foto: Staf Dinas Perkebunan Kaltim)
Tana Paser - Produktivitas kebun sawit swadaya masih menjadi pekerjaan rumah yang sedang diupayakan Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Kaltim) agar dapat dijawab dengan baik.
Sebab 40 persen lahan sawit di Indonesia dikelola secara mandiri oleh petani, namun kontribusinya terhadap produksi Crude Palm Oil (CPO) nasional hanya sebesar 30-35 persen.
Dinas Perkebunan Kaltim mencoba menjawab persoalan dengan melaksanakan Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit dengan melibatkan 120 pekebun swadaya yang berasal dari Kutai Timur (Kutim). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Platinum Hotel dan Convensional Hall Balikpapan.
Bendahara Pengeluaran Dinas Perkebunan Kaltim, Jumilawati menerangkan, program itu merupakan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian melalui LPP Agro Nusantara.
"Tahun 2026 ada 100 kelas yang akan dikelola dengan total 3.035 peserta dari tujuh provinsi," kata Jumilawati, Minggu (12/7/2026).
Ia menilai, pelatihan pemetaan lahan merupakan sebuah langkah yang dapat meningkatkan kemampuan pekebun dalam melakukan pengelolaan.
Kaltim menjadi salah satu wilayah yang difokuskan karena memiliki luas perkebunan yang dinilai masih dapat dimaksimalkan.
Ditambah lagi adanya pemangkasan dana transfer pusat ke daerah membuat peningkatan produktivitas sawit menjadi salah satu opsi yang diharapkan dapat mendongkrak fiskal daerah.
Pada saat pelatihan, pekebun tidak hanya mendapatkan teori. Mereka juga melakukan praktik langsung terkait pemetaan lapangan.
"Keterampilan pekebun swadaya menjadi kunci peningkatan produktivitas nasional," tambahnya.
Jumilawati berharap, dengan terlaksananya kegiatan tersebut, pekebun yang telah dilatih dapat memanfaatkan keilmuan yang didapat untuk meningkatkan produktivitas sawit mereka.
(Sf/Lo)