Seputar Kaltim

    Dorong Produk Unggulan Kampung Tembus Pasar Internasional, Bupati Berau Minta Pelaku UMKM Pahami Penguatan Kemasan Produk

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    23 Januari 2026 pukul 13:47 WITA

    Produk UMKM Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong pengembangan produk unggulan kampung agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar nasional hingga internasional.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa potensi sumber daya alam daerah harus diolah secara maksimal melalui peningkatan kualitas produk dan kemasan.

    "Kita harus membuat produk yang lebih berkelas, dengan kemasan yang lebih berkelas, supaya layak masuk di supermarket, dan layak masuk di pasar nasional maupun internasional," ujar Sri Juniarsih.

    Oleh karena itu, ia meminta seluruh kepala kampung serta pemangku kepentingan daerah untuk lebih fokus dalam mengelola dan mengembangkan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi kampung.

    "Peluang pasar luar negeri saat ini sangat terbuka seiring dengan komitmen pemerintah pusat dalam membuka akses internasional," tuturnya.

    Dirinya pun menyebut bahwa langkah Presiden Republik Indonesia yang membeli salah satu asrama haji di Mekkah sebagai simbol kemajuan serta bukti bahwa Indonesia memiliki ruang yang lebih luas di luar negeri.

    "Peluang tersebut harus ditangkap dan dimanfaatkan termasuk oleh Berau," tegasnya.

    Sementara itu, bupati pun secara khusus menyoroti terasi dan ebi (udang kering) Berau yang dinilai memiliki kualitas unggul dan berpotensi besar menjadi komoditas ekspor andalan daerah.

    "Terasi kita terbaik yang selama ini diklaim oleh provinsi lain. Ebi kita juga yang terbaik. Kalau di sini, ebi itu bersih. Ini yang harus kita angkat dengan kemasan premium supaya bisa menyentuh pasar internasional seperti Malaysia, Brunei, dan negara-negara satu rumpun dengan kita," jelasnya.

    Dirinya juga menekankan pentingnya perbaikan tata niaga dengan memutus rantai distribusi yang selama ini dikuasai pihak luar agar nilai tambah produk dapat sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat Berau.

    "Saya minta rantai distribusi ini bisa kita putus, sehingga produksi dan nilai tambahnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Berau," katanya.

    Oleh karena itu, untuk mendukung upaya tersebut, koordinasi lintas sektor dinilai sangat penting, mulai dari perangkat daerah, DPRD, hingga dukungan berbagai pihak termasuk NGO, terutama dalam membuka akses pasar dan memperkuat branding produk lokal Berau.

    Di tengah keterbatasan anggaran, termasuk berkurangnya Alokasi Dana Kampung (ADK) dan dana bagi hasil, Bupati justru mendorong kampung-kampung agar lebih inovatif dan mandiri dalam menggali potensi ekonomi.

    "Kondisi ini harus menjadi pemicu semangat untuk mencari solusi dan menggali sumber pendapatan lain dari tujuh sumber yang sudah disiapkan pemerintah daerah," ujarnya.

    Terakhir, Sri menegaskan bahwa keterbatasan anggaran harus dijadikan momentum untuk menunjukkan kemampuan kampung dalam membangun dan mengembangkan potensi daerah.

    "Ini kesempatan kita untuk fight, untuk termotivasi dan berinovasi. Dengan keterbatasan anggaran saat ini, kita harus membuktikan sampai dimana kemampuan kita membangun kampung," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dorong Produk Unggulan Kampung Tembus Pasar Internasional, Bupati Berau Minta Pelaku UMKM Pahami Penguatan Kemasan Produk

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    23 Januari 2026 pukul 13:47 WITA

    Produk UMKM Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong pengembangan produk unggulan kampung agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar nasional hingga internasional.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa potensi sumber daya alam daerah harus diolah secara maksimal melalui peningkatan kualitas produk dan kemasan.

    "Kita harus membuat produk yang lebih berkelas, dengan kemasan yang lebih berkelas, supaya layak masuk di supermarket, dan layak masuk di pasar nasional maupun internasional," ujar Sri Juniarsih.

    Oleh karena itu, ia meminta seluruh kepala kampung serta pemangku kepentingan daerah untuk lebih fokus dalam mengelola dan mengembangkan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi kampung.

    "Peluang pasar luar negeri saat ini sangat terbuka seiring dengan komitmen pemerintah pusat dalam membuka akses internasional," tuturnya.

    Dirinya pun menyebut bahwa langkah Presiden Republik Indonesia yang membeli salah satu asrama haji di Mekkah sebagai simbol kemajuan serta bukti bahwa Indonesia memiliki ruang yang lebih luas di luar negeri.

    "Peluang tersebut harus ditangkap dan dimanfaatkan termasuk oleh Berau," tegasnya.

    Sementara itu, bupati pun secara khusus menyoroti terasi dan ebi (udang kering) Berau yang dinilai memiliki kualitas unggul dan berpotensi besar menjadi komoditas ekspor andalan daerah.

    "Terasi kita terbaik yang selama ini diklaim oleh provinsi lain. Ebi kita juga yang terbaik. Kalau di sini, ebi itu bersih. Ini yang harus kita angkat dengan kemasan premium supaya bisa menyentuh pasar internasional seperti Malaysia, Brunei, dan negara-negara satu rumpun dengan kita," jelasnya.

    Dirinya juga menekankan pentingnya perbaikan tata niaga dengan memutus rantai distribusi yang selama ini dikuasai pihak luar agar nilai tambah produk dapat sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat Berau.

    "Saya minta rantai distribusi ini bisa kita putus, sehingga produksi dan nilai tambahnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Berau," katanya.

    Oleh karena itu, untuk mendukung upaya tersebut, koordinasi lintas sektor dinilai sangat penting, mulai dari perangkat daerah, DPRD, hingga dukungan berbagai pihak termasuk NGO, terutama dalam membuka akses pasar dan memperkuat branding produk lokal Berau.

    Di tengah keterbatasan anggaran, termasuk berkurangnya Alokasi Dana Kampung (ADK) dan dana bagi hasil, Bupati justru mendorong kampung-kampung agar lebih inovatif dan mandiri dalam menggali potensi ekonomi.

    "Kondisi ini harus menjadi pemicu semangat untuk mencari solusi dan menggali sumber pendapatan lain dari tujuh sumber yang sudah disiapkan pemerintah daerah," ujarnya.

    Terakhir, Sri menegaskan bahwa keterbatasan anggaran harus dijadikan momentum untuk menunjukkan kemampuan kampung dalam membangun dan mengembangkan potensi daerah.

    "Ini kesempatan kita untuk fight, untuk termotivasi dan berinovasi. Dengan keterbatasan anggaran saat ini, kita harus membuktikan sampai dimana kemampuan kita membangun kampung," pungkasnya.

    (Sf/Rs)