Cari disini...
Seputar Kaltim
Seminar Kajian Koleksi Museum Disdikbud Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser menggelar rangkaian seminar kebudayaan selama dua hari sejak 14 hingga 15 September 2026 di Aula Museum Sadurengas, Paser Belengkong.
Kegiatan tersebut mencakup dua agenda utama yaitu seminar kajian koleksi alat musik tradisional serta seminar mengenai strategi dan arah pengembangan museum.
Selain itu, dihadirkannya Sanggar Tari Nirwa Taka yang menampilkan Tari Ronggeng Paser menjadi salah satu daya tarik tersendiri terhadap pelestarian budaya daerah.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, Zulkarnain menyampaikan forum tersebut diselenggarakan untuk menyerap ide serta masukan dari berbagai elemen masyarakat.
Peserta kegiatan melibatkan berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum yang diharapkan mampu menyumbangkan gagasan inovatif terhadap pengembangan Museum Sadurengas.
"Sasaran kita itu adalah mahasiswa dengan masyarakat umum karena ada permintaan kemarin untuk melibatkan pelajar kita undang 2 sekolah besar itu di Grogot itu SMAN 1 dengan SMKN 1," kata Zulkarnain, Selasa (15/9/2026).
Zulkarnain menegaskan bahwa seminar itu merupakan agenda rutin tahunan yang terus dijalankan dalam rangka mendukung program pelestarian seluruh koleksi di museum.
Melalui kajian yang mendalam terhadap benda-benda bersejarah tersebut, pihak dinas memproyeksikan beberapa barang koleksi untuk dapat ditetapkan secara resmi sebagai cagar budaya.
Pada saat ini, Museum Sadurengas menyimpan sekitar 125 jenis koleksi bersejarah, dengan koleksi unggulan berupa mahkota dan baju sultan serta didominasi oleh manuskrip atau naskah kuno seperti Al-Qur'an dan kitab-kitab sejarah.
"Sebanyak 125 jenis koleksi itu kita jadikan ikon dan kita tampilkan kepada wisatawan," tambahnya.
Guna memperkuat materi, seminar ini menghadirkan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kalimantan Timur, Titik Lestari, sekaligus mempertegas sinergi antara pemerintah daerah dan pusat untuk mendorong museum sebagai bangunan cagar budaya peringkat nasional.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Seminar Kajian Koleksi Museum Disdikbud Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser menggelar rangkaian seminar kebudayaan selama dua hari sejak 14 hingga 15 September 2026 di Aula Museum Sadurengas, Paser Belengkong.
Kegiatan tersebut mencakup dua agenda utama yaitu seminar kajian koleksi alat musik tradisional serta seminar mengenai strategi dan arah pengembangan museum.
Selain itu, dihadirkannya Sanggar Tari Nirwa Taka yang menampilkan Tari Ronggeng Paser menjadi salah satu daya tarik tersendiri terhadap pelestarian budaya daerah.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, Zulkarnain menyampaikan forum tersebut diselenggarakan untuk menyerap ide serta masukan dari berbagai elemen masyarakat.
Peserta kegiatan melibatkan berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum yang diharapkan mampu menyumbangkan gagasan inovatif terhadap pengembangan Museum Sadurengas.
"Sasaran kita itu adalah mahasiswa dengan masyarakat umum karena ada permintaan kemarin untuk melibatkan pelajar kita undang 2 sekolah besar itu di Grogot itu SMAN 1 dengan SMKN 1," kata Zulkarnain, Selasa (15/9/2026).
Zulkarnain menegaskan bahwa seminar itu merupakan agenda rutin tahunan yang terus dijalankan dalam rangka mendukung program pelestarian seluruh koleksi di museum.
Melalui kajian yang mendalam terhadap benda-benda bersejarah tersebut, pihak dinas memproyeksikan beberapa barang koleksi untuk dapat ditetapkan secara resmi sebagai cagar budaya.
Pada saat ini, Museum Sadurengas menyimpan sekitar 125 jenis koleksi bersejarah, dengan koleksi unggulan berupa mahkota dan baju sultan serta didominasi oleh manuskrip atau naskah kuno seperti Al-Qur'an dan kitab-kitab sejarah.
"Sebanyak 125 jenis koleksi itu kita jadikan ikon dan kita tampilkan kepada wisatawan," tambahnya.
Guna memperkuat materi, seminar ini menghadirkan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kalimantan Timur, Titik Lestari, sekaligus mempertegas sinergi antara pemerintah daerah dan pusat untuk mendorong museum sebagai bangunan cagar budaya peringkat nasional.
(Sf/Rs)