Cari disini...
Seputar Kaltim
Kelurahan Gunung Samarinda (GSm), Balikpapan Utara bersama Tim Penggerak PKK Kelurahan menginisiasi program tematik berupa UP2K dan UMKM Digital. (Foto: GSm/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kelurahan Gunung Samarinda (GSm), Balikpapan Utara bersama Tim Penggerak PKK Kelurahan menginisiasi program tematik berupa UP2K dan UMKM Digital.
Program ini bertujuan mendorong pelaku usaha rumah tangga, khususnya ibu-ibu PKK agar mampu memasarkan produk olahan mereka melalui platform digital.
Lurah GSm, Sarjoko mengatakan program tersebut menitikberatkan pada peran PKK dalam memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, hingga TikTok sebagai sarana pemasaran.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan pengenalan produk-produk lokal GSm kepada masyarakat luas.
“Dengan pemasaran digital, produk-produk makanan yang ada di GSm bisa lebih dikenal,” ucap Sarjoko kepada awak media, Rabu (4/2/2026).
Produk olahan yang dihasilkan cukup beragam, di antaranya cimi-cimi, kue akar kelapa, stik keju, kue kelapa, serta keripik sukun. Program UP2K dan UMKM Digital ini sendiri merupakan program baru yang akan segera diterapkan, seiring dengan arahan dari pimpinan agar setiap kelurahan memiliki program tematik masing-masing.
“Sehingga kami di Kelurahan GSm berinisiatif membuat tematik kampung UP2K dan UMKM Digital,” imbuhnya.
Kini program tersebut masih dalam tahap sosialisasi ke PKK dan masyarakat. Pihak kelurahan juga berencana mendorong pelaksanaan pelatihan UMKM dalam waktu dekat, mengingat hingga kini pelatihan tersebut masih dalam tahap pembahasan.
“Mudah-mudahan di anggaran perubahan bisa dilaksanakan dengan baik. Sambil berjalan, kami terus melakukan sosialisasi kepada PKK agar mulai memasarkan produknya melalui media sosial, karena sekarang sistem penjualan sudah serba digital,” tambahnya.
Pemilihan UP2K dan UMKM Digital sebagai program tematik didasari oleh banyaknya ibu-ibu di GSm yang telah memiliki usaha rumahan. Selain untuk meningkatkan perekonomian keluarga, program ini juga diharapkan dapat menambah pendapatan operasional PKK.
Program ini tidak hanya melibatkan PKK, tetapi juga masyarakat. Namun Sarjoko mengakui tantangan utama saat ini adalah ketatnya persaingan di pasar daring.
“Kami berharap pelatihan UMKM bisa segera diberikan, karena sampai sekarang memang belum ada pelatihan khusus,” harapnya.
Ke depan, selain dipasarkan melalui media sosial, produk-produk olahan tersebut juga akan dipasarkan di ritel-ritel yang ada di wilayah GSm. Bahkan produk UMKM ini direncanakan akan ditampilkan dalam berbagai kegiatan dan acara besar, seperti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Balikpapan.
“Yang jelas kami mendorong ke arah itu, agar pelaku usaha rumah tangga ini bisa mendapatkan penghasilan yang lebih profesional dan efisien, sehingga mampu menambah pendapatan ibu-ibu PKK,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kelurahan Gunung Samarinda (GSm), Balikpapan Utara bersama Tim Penggerak PKK Kelurahan menginisiasi program tematik berupa UP2K dan UMKM Digital. (Foto: GSm/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kelurahan Gunung Samarinda (GSm), Balikpapan Utara bersama Tim Penggerak PKK Kelurahan menginisiasi program tematik berupa UP2K dan UMKM Digital.
Program ini bertujuan mendorong pelaku usaha rumah tangga, khususnya ibu-ibu PKK agar mampu memasarkan produk olahan mereka melalui platform digital.
Lurah GSm, Sarjoko mengatakan program tersebut menitikberatkan pada peran PKK dalam memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, hingga TikTok sebagai sarana pemasaran.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan pengenalan produk-produk lokal GSm kepada masyarakat luas.
“Dengan pemasaran digital, produk-produk makanan yang ada di GSm bisa lebih dikenal,” ucap Sarjoko kepada awak media, Rabu (4/2/2026).
Produk olahan yang dihasilkan cukup beragam, di antaranya cimi-cimi, kue akar kelapa, stik keju, kue kelapa, serta keripik sukun. Program UP2K dan UMKM Digital ini sendiri merupakan program baru yang akan segera diterapkan, seiring dengan arahan dari pimpinan agar setiap kelurahan memiliki program tematik masing-masing.
“Sehingga kami di Kelurahan GSm berinisiatif membuat tematik kampung UP2K dan UMKM Digital,” imbuhnya.
Kini program tersebut masih dalam tahap sosialisasi ke PKK dan masyarakat. Pihak kelurahan juga berencana mendorong pelaksanaan pelatihan UMKM dalam waktu dekat, mengingat hingga kini pelatihan tersebut masih dalam tahap pembahasan.
“Mudah-mudahan di anggaran perubahan bisa dilaksanakan dengan baik. Sambil berjalan, kami terus melakukan sosialisasi kepada PKK agar mulai memasarkan produknya melalui media sosial, karena sekarang sistem penjualan sudah serba digital,” tambahnya.
Pemilihan UP2K dan UMKM Digital sebagai program tematik didasari oleh banyaknya ibu-ibu di GSm yang telah memiliki usaha rumahan. Selain untuk meningkatkan perekonomian keluarga, program ini juga diharapkan dapat menambah pendapatan operasional PKK.
Program ini tidak hanya melibatkan PKK, tetapi juga masyarakat. Namun Sarjoko mengakui tantangan utama saat ini adalah ketatnya persaingan di pasar daring.
“Kami berharap pelatihan UMKM bisa segera diberikan, karena sampai sekarang memang belum ada pelatihan khusus,” harapnya.
Ke depan, selain dipasarkan melalui media sosial, produk-produk olahan tersebut juga akan dipasarkan di ritel-ritel yang ada di wilayah GSm. Bahkan produk UMKM ini direncanakan akan ditampilkan dalam berbagai kegiatan dan acara besar, seperti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Balikpapan.
“Yang jelas kami mendorong ke arah itu, agar pelaku usaha rumah tangga ini bisa mendapatkan penghasilan yang lebih profesional dan efisien, sehingga mampu menambah pendapatan ibu-ibu PKK,” pungkasnya.
(Sf/Lo)