Cari disini...
Seputar Kaltim
Festival Manutung Jukut atau tradisi membakar ikan bersama di Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Tradisi bakar ikan massal atau Manutung Jukut direncanakan kembali digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Berau pada September 2026 mendatang.
Tak hanya sebagai tradisi tahunan masyarakat, kegiatan tersebut juga diarahkan menjadi salah satu upaya mendongkrak sektor pariwisata daerah.
Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau menyatakan optimistis pelaksanaan Manutung Jukut tetap dapat terlaksana meski masih dalam tahap asistensi dan penajaman anggaran di tengah kebijakan efisiensi belanja daerah.
Kepala Bidang Budi Daya Diskan Berau, Budiono, mengatakan konsep pelaksanaan tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Manutung Jukut akan lebih difokuskan sebagai daya tarik wisata yang mampu menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan.
"Kita ingin Manutung Jukut ini menjadi pendongkrak pariwisata daerah," ujar Budiono.
Menurutnya, langkah tersebut juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Berau dalam mendorong transformasi ekonomi dari sektor pertambangan menuju sektor pariwisata. Karena itu, pihaknya juga berencana menggandeng vendor, mitra pembangunan, hingga pihak swasta untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.
"Nah kalau misalnya terkendala terkait dengan anggaran, tentunya kita nanti kolaborasi dengan teman-teman mitra pembangunan dan swasta," katanya.
Selain sebagai agenda wisata, Manutung Jukut juga tetap dijadikan sarana sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) kepada masyarakat.
"Harapannya sebenarnya dari kami program unggulan seperti Manutung Jukut tetap bisa dilaksanakan sebagai bentuk sosialisasi kita terkait dengan Gemarikan. Jadi ketika ini berhasil, tentunya ini menjadi salah satu indikator keberhasilan bagi pemerintah daerah," tambahnya.
Menurutnya, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), Diskan Berau telah menyiapkan anggaran sekitar Rp200 juta yang dialokasikan khusus untuk pengadaan ikan. Jumlah ikan yang akan disiapkan diperkirakan mencapai kurang lebih empat ton.
"Anggaran 200 jutaan itu untuk pembelian ikan. Kami optimis karena ini bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, bukan untuk belanja personal pegawai," jelasnya.
Meski demikian, dirinya menyampaikan jumlah tersebut merupakan dukungan murni dari Diskan, yang nantinya akan ditambah dengan partisipasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain dan pihak swasta.
Budiono menyampaikan saat ini persiapan Manutung Jukut masih berada pada tahap sosialisasi dan pengupayaan ketersediaan stok ikan. Selain itu, Diskan Berau memastikan kualitas dan kuantitas ikan yang akan digunakan nantinya memenuhi standar agar pelaksanaan kegiatan berjalan maksimal.
"Rencananya tetap di bulan September bertepatan dengan hari ulang tahun Berau. Kami akan melakukan penajaman anggaran kembali untuk memastikan teknis pelaksanaannya," tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Festival Manutung Jukut atau tradisi membakar ikan bersama di Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Tradisi bakar ikan massal atau Manutung Jukut direncanakan kembali digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Berau pada September 2026 mendatang.
Tak hanya sebagai tradisi tahunan masyarakat, kegiatan tersebut juga diarahkan menjadi salah satu upaya mendongkrak sektor pariwisata daerah.
Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau menyatakan optimistis pelaksanaan Manutung Jukut tetap dapat terlaksana meski masih dalam tahap asistensi dan penajaman anggaran di tengah kebijakan efisiensi belanja daerah.
Kepala Bidang Budi Daya Diskan Berau, Budiono, mengatakan konsep pelaksanaan tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Manutung Jukut akan lebih difokuskan sebagai daya tarik wisata yang mampu menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan.
"Kita ingin Manutung Jukut ini menjadi pendongkrak pariwisata daerah," ujar Budiono.
Menurutnya, langkah tersebut juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Berau dalam mendorong transformasi ekonomi dari sektor pertambangan menuju sektor pariwisata. Karena itu, pihaknya juga berencana menggandeng vendor, mitra pembangunan, hingga pihak swasta untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.
"Nah kalau misalnya terkendala terkait dengan anggaran, tentunya kita nanti kolaborasi dengan teman-teman mitra pembangunan dan swasta," katanya.
Selain sebagai agenda wisata, Manutung Jukut juga tetap dijadikan sarana sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) kepada masyarakat.
"Harapannya sebenarnya dari kami program unggulan seperti Manutung Jukut tetap bisa dilaksanakan sebagai bentuk sosialisasi kita terkait dengan Gemarikan. Jadi ketika ini berhasil, tentunya ini menjadi salah satu indikator keberhasilan bagi pemerintah daerah," tambahnya.
Menurutnya, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), Diskan Berau telah menyiapkan anggaran sekitar Rp200 juta yang dialokasikan khusus untuk pengadaan ikan. Jumlah ikan yang akan disiapkan diperkirakan mencapai kurang lebih empat ton.
"Anggaran 200 jutaan itu untuk pembelian ikan. Kami optimis karena ini bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, bukan untuk belanja personal pegawai," jelasnya.
Meski demikian, dirinya menyampaikan jumlah tersebut merupakan dukungan murni dari Diskan, yang nantinya akan ditambah dengan partisipasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain dan pihak swasta.
Budiono menyampaikan saat ini persiapan Manutung Jukut masih berada pada tahap sosialisasi dan pengupayaan ketersediaan stok ikan. Selain itu, Diskan Berau memastikan kualitas dan kuantitas ikan yang akan digunakan nantinya memenuhi standar agar pelaksanaan kegiatan berjalan maksimal.
"Rencananya tetap di bulan September bertepatan dengan hari ulang tahun Berau. Kami akan melakukan penajaman anggaran kembali untuk memastikan teknis pelaksanaannya," tandasnya.
(Sf/Lo)