Seputar Kaltim

    Dongkrak PAD, Disbudpar PPU Lirik Retribusi Wisata Sejarah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    18 Desember 2024 pukul 15:49 WITA

    Meriam Jepang di Desa Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam menjadi salah satu situs sejarah yang dimiliki Kabupaten PPU.(Istimewa)

    Penajam - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Penajam Paser Utara (PPU) tengah gencar menggali potensi sektor wisata sejarah dan budaya di daerah Benuo Taka. 

    Upaya ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan warisan budaya lokal sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    Kepala Bidang Pariwisata dan Pemasaran Disbudpar PPU, Juzlizar Rakhman mengatakan tengah fokus pada pengembangan sejumlah destinasi wisata bersejarah, salah satunya adalah meriam Jepang yang terletak di Gunung Seteleng. 

    Benda peninggalan Perang Dunia ke-II ini dianggap sebagai saksi bisu sejarah perjuangan bangsa Indonesia saat melawan para penjajah. "Meriam Jepang ini memiliki nilai sejarah yang tinggi. Kami berencana mengembangkan kawasan sekitar meriam ini menjadi mini museum atau monumen perjuangan," ucap Juzlizar, Rabu (18/12/2024).

    Selain meriam Jepang, Disbudpar PPU juga memusatkan perhatiannya pada kompleks makam para pahlawan di Tepian dalam Muara Sesulu, seperti makam Aji Raden Kusuma, Anden Oko, Anden Gedang dan Aji Natam.

    "Makam para pahlawan ini merupakan situs bersejarah yang sangat penting bagi masyarakat PPU. Jadi kami ingin menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi wisata religi dan sejarah yang menarik," ungkapnya.

    Pihaknya berencana akan menerapkan acara tabur bunga di makam para pahlawan setiap tahunnya. Kegiatan ini terinspirasi dari Kota Balikpapan yang setiap tahunnya menggelar acara tabur bunga di Teluk Balikpapan untuk menghormati para pahlawan. 

    “Menurut saya, kegiatan serupa sepatutnya dapat juga dilakukan di PPU sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para pahlawan dan mengenalkan rasa nasionalisme, serta situs sejarah kepada generasi muda,” jelas Juzlizar.

    Untuk mewujudkan pengembangan wisata sejarah ini, Juzlizar mengaku ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti ketersediaan infrastruktur dan pengelolaan destinasi. Tak hanya itu, pembebasan lahan juga menjadi rintangan bagi pihaknya untuk pembangunan fasilitas pendukung seperti tempat parkir, toilet dan pusat informasi masih menjadi kendala utama.

    Namun, Juzlizar mengaku tetap optimis bisa mendongkrak PAD lewat destinasi wisata sejarah tapi secara bertahap. “Pelan-pelan kita akan hadapi dan tuntaskan tantangan itu satu per satu,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Dongkrak PAD, Disbudpar PPU Lirik Retribusi Wisata Sejarah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    18 Desember 2024 pukul 15:49 WITA

    Meriam Jepang di Desa Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam menjadi salah satu situs sejarah yang dimiliki Kabupaten PPU.(Istimewa)

    Penajam - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Penajam Paser Utara (PPU) tengah gencar menggali potensi sektor wisata sejarah dan budaya di daerah Benuo Taka. 

    Upaya ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan warisan budaya lokal sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    Kepala Bidang Pariwisata dan Pemasaran Disbudpar PPU, Juzlizar Rakhman mengatakan tengah fokus pada pengembangan sejumlah destinasi wisata bersejarah, salah satunya adalah meriam Jepang yang terletak di Gunung Seteleng. 

    Benda peninggalan Perang Dunia ke-II ini dianggap sebagai saksi bisu sejarah perjuangan bangsa Indonesia saat melawan para penjajah. "Meriam Jepang ini memiliki nilai sejarah yang tinggi. Kami berencana mengembangkan kawasan sekitar meriam ini menjadi mini museum atau monumen perjuangan," ucap Juzlizar, Rabu (18/12/2024).

    Selain meriam Jepang, Disbudpar PPU juga memusatkan perhatiannya pada kompleks makam para pahlawan di Tepian dalam Muara Sesulu, seperti makam Aji Raden Kusuma, Anden Oko, Anden Gedang dan Aji Natam.

    "Makam para pahlawan ini merupakan situs bersejarah yang sangat penting bagi masyarakat PPU. Jadi kami ingin menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi wisata religi dan sejarah yang menarik," ungkapnya.

    Pihaknya berencana akan menerapkan acara tabur bunga di makam para pahlawan setiap tahunnya. Kegiatan ini terinspirasi dari Kota Balikpapan yang setiap tahunnya menggelar acara tabur bunga di Teluk Balikpapan untuk menghormati para pahlawan. 

    “Menurut saya, kegiatan serupa sepatutnya dapat juga dilakukan di PPU sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para pahlawan dan mengenalkan rasa nasionalisme, serta situs sejarah kepada generasi muda,” jelas Juzlizar.

    Untuk mewujudkan pengembangan wisata sejarah ini, Juzlizar mengaku ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti ketersediaan infrastruktur dan pengelolaan destinasi. Tak hanya itu, pembebasan lahan juga menjadi rintangan bagi pihaknya untuk pembangunan fasilitas pendukung seperti tempat parkir, toilet dan pusat informasi masih menjadi kendala utama.

    Namun, Juzlizar mengaku tetap optimis bisa mendongkrak PAD lewat destinasi wisata sejarah tapi secara bertahap. “Pelan-pelan kita akan hadapi dan tuntaskan tantangan itu satu per satu,” tandasnya.

    (Sf/By)