Cari disini...
Seputar Kaltim
Kondisi dump truck di lokasi kejadian yang menewaskan seorang mekanik di Sangatta Utara. (Foto: Polres Kitim)
Sangatta – Seorang mekanik berinisial S (25) meninggal dunia setelah tertimpa badan dump truck yang ambruk saat proses perbaikan di Jalan Yos Sudarso II, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), Rabu (17/6/2026) sore.
Insiden kecelakaan kerja tersebut juga mengakibatkan satu pekerja lainnya mengalami luka-luka, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti robohnya kendaraan berat itu.
Kasat Lantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Harismeihendra mengatakan petugas telah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, mengamankan barang bukti, serta mengajukan visum terhadap korban.
“Saat ini Unit Gakkum masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh faktor yang menyebabkan insiden tersebut,” katanya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, dump truck bernomor polisi KT-88xx-VF mengalami kerusakan pada sumbu roda, sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kendaraan kemudian berhenti di lajur kanan jalan sebelum Simpang Surya Graha.
Sekitar pukul 16.30 WITA, tiga orang pekerja berinisial J (37), S (25) dan Y (30) melakukan perbaikan dari bawah kendaraan dengan menggunakan dongkrak sebagai penopang.
Saat proses perbaikan berlangsung, dongkrak yang digunakan diduga tidak mampu lagi menahan beban dump truck setelah menopang kendaraan dalam waktu cukup lama. Akibatnya, badan dump truck kehilangan keseimbangan dan ambruk ke arah trotoar sebelah kanan hingga menimpa tiang lampu penerangan jalan.
Saat kejadian, S berada di bawah kendaraan dan tertimpa badan dump truck hingga mengalami benturan pada bagian dada. Korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit PKT Sangatta, namun dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani pemeriksaan medis.
Sementara itu, Y (30) mengalami luka berupa pembengkakan pada kaki kiri bagian bawah mata kaki dan menjalani perawatan medis. Sedangkan J (37) berhasil menyelamatkan diri setelah merangkak keluar dari kolong kendaraan beberapa saat sebelum dump truck ambruk.
Polisi mengimbau masyarakat dan pelaku usaha transportasi agar lebih memperhatikan standar keselamatan kerja saat melakukan perbaikan kendaraan berat.
“Pastikan alat penopang dalam kondisi layak dan gunakan sistem pengaman tambahan saat melakukan perbaikan kendaraan. Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tegasnya.
Dalam kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka ringan dan kerugian material diperkirakan mencapai Rp10 juta. Polisi masih terus mendalami penyebab pasti ambruknya dump truck tersebut.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kondisi dump truck di lokasi kejadian yang menewaskan seorang mekanik di Sangatta Utara. (Foto: Polres Kitim)
Sangatta – Seorang mekanik berinisial S (25) meninggal dunia setelah tertimpa badan dump truck yang ambruk saat proses perbaikan di Jalan Yos Sudarso II, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), Rabu (17/6/2026) sore.
Insiden kecelakaan kerja tersebut juga mengakibatkan satu pekerja lainnya mengalami luka-luka, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti robohnya kendaraan berat itu.
Kasat Lantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Harismeihendra mengatakan petugas telah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, mengamankan barang bukti, serta mengajukan visum terhadap korban.
“Saat ini Unit Gakkum masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh faktor yang menyebabkan insiden tersebut,” katanya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, dump truck bernomor polisi KT-88xx-VF mengalami kerusakan pada sumbu roda, sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kendaraan kemudian berhenti di lajur kanan jalan sebelum Simpang Surya Graha.
Sekitar pukul 16.30 WITA, tiga orang pekerja berinisial J (37), S (25) dan Y (30) melakukan perbaikan dari bawah kendaraan dengan menggunakan dongkrak sebagai penopang.
Saat proses perbaikan berlangsung, dongkrak yang digunakan diduga tidak mampu lagi menahan beban dump truck setelah menopang kendaraan dalam waktu cukup lama. Akibatnya, badan dump truck kehilangan keseimbangan dan ambruk ke arah trotoar sebelah kanan hingga menimpa tiang lampu penerangan jalan.
Saat kejadian, S berada di bawah kendaraan dan tertimpa badan dump truck hingga mengalami benturan pada bagian dada. Korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit PKT Sangatta, namun dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani pemeriksaan medis.
Sementara itu, Y (30) mengalami luka berupa pembengkakan pada kaki kiri bagian bawah mata kaki dan menjalani perawatan medis. Sedangkan J (37) berhasil menyelamatkan diri setelah merangkak keluar dari kolong kendaraan beberapa saat sebelum dump truck ambruk.
Polisi mengimbau masyarakat dan pelaku usaha transportasi agar lebih memperhatikan standar keselamatan kerja saat melakukan perbaikan kendaraan berat.
“Pastikan alat penopang dalam kondisi layak dan gunakan sistem pengaman tambahan saat melakukan perbaikan kendaraan. Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tegasnya.
Dalam kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka ringan dan kerugian material diperkirakan mencapai Rp10 juta. Polisi masih terus mendalami penyebab pasti ambruknya dump truck tersebut.
(Sf/Lo)